
Pagi harinya Pangeran sudah ada di ruang tamu menunggu ku.
"Hay,Pagi"
"Pagi, pangeran udah lama yah?"
"Gak,baru 30menit"
"Maaf maaf,aku kira kamu bercanda kemarin"
"gak mungkin lah, udah siapkan"
"Udah"
"Ya udah langsung jalan aja biar gak telat"
kami langsung berangkat ke sekolah,
setelah beberapa saat menempuh perjalanan.
"ohh ya, Aurora bisa gak nanti kamu temani aku untuk pergi ke toko buku yang bagus menurut kamu?"
"Bisa. emang nya mau beli buku apa?"
"Aku mau beli kamus?"
"ya udah nanti aku temani,tapi jam berapa"
"Sepulang sekolah aja kali ya"
"Ok"
"Ya udah,pangeran kita ke kelas nanti telat"
Kami pun menuju ke kelas,dan belajar.
Kringggg•••••••
Bel sekolah berbunyi jam sudah menunjukkan pukul 3:25, waktunya pulang.
"Aurora,pulang bareng yuk"kata ira.
"Emmmzz, gimana yaa bukan gak mau.Tapi aku udah janji sama Pangeran mau temani dia buat beli buku"
"Wowww....kemarin aja, ribut terus kalian"kata Mela.
"iihh,apaan si kalian"Aurora.
"Aurora, jadikan temani aku buat beli buku?"Pangeran
"Jadi, yukkk langsung berangkat aja"Aurora.
"Ya,udah teman-teman aku jalan dulu yaa?"Aurora.
"Pangeran jagain sahabat gua,kalo lecet dikit awas aja lo"Nonik.
"Iya,iya pasti aku jagain dengan nyawaku"pangeran
"gua pegang janji lo"ira.
"Aku boleh tanya sesuatu gak?"
"Tanya tentang apa"
"kemarin malam,kenapa kamu ada di taman sendirian.? rumah kamu juga aku rasa cukup jauh dari taman itu".
aku terdiam sesaat mendengar pertanyaan nya.
"sudahlah gak perlu di bahas,gak penting juga"
Sebenarnya Pangeran sudah tau bahwa aku di tinggalkan oleh kekasihku.tapi dia pura pura tidak tau,aku pun tau bahwa dia sudah tau tentang ku, karena Destri menceritakan semua tentang ku kepada pangeran saat pangeran bertanya tentang ku kepada Destri.Destri mencarikan kepada ku tadi malam lewat sebuah pesan.
"Tokoh yang mana akan kita datangi?"ucap pangeran
"Tokoh Ilmu sejahtera saja,Jln sultan B"jawabku
"Baik"
Kami sampe di depan toko ILMU SEJAHTERA,lalu pangeran pergi ke ara kanan untuk melihat lihat buku yang akan di belinya sedangkan aku ke arah kiri karena ingin melihat sebuah novel yang baru terbit.Saat aku mencari buku Novel aku tidak sengaja mendengar suara,
"Suara itu sepertinya aku kenal?"(dalam hatiku).
Dan saat aku mencari dari mana asal suara itu aku melihat Dito dengan Perempuan lain.Saat itu jujur saja hatiku sangat sakit, hancur berkeping keping,bukan karena apa apa,dia meninggalkan ku tampa alasan dan dengan mudahnya bersama dengan perempuan lain,Tidak ada kata putus atau apapun.
"Dito,apa apaan ini?siapa perempuan ini?"ucapan ku dengan nada marah.
"Dia lain perempuan yang aku cintai dari dulu"ucap Dito.
"Apa kamu bilang dari dulu,lalu kamu anggap aku aku?".
"Sudahlah Aurora,kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi jadi jangan menggangguku lagi.Mulai sekarang kita putus".
Di sisi lain Pangeran datang karena mendengar keributan.
"Ada apa Aurora?.Siapa mereka?"tanya pangeran.
"Naaa...kamu juga udah punya pengganti aku kan"ucap Dito.
"Ohhh..jadi kamu yang ninggalin Aurora begitu aja?"ucap pangeran
"Apa dia itu cuman"
saat akan menjelaskan kepada Dito pangeran memotong pembicaraan.
"Yaa...Aku pacar nya Aurora, sebenarnya si bukan pacar bisa dibilang calon Suami"
Di situ aku terkejut mendengar pangeran membelah ku sampe sampe bilang bahwa dia adalah calon Suami ku.Tapi aku tidak mengatakan apapun karena aku berfikir tidak ada lagi yang harus dijelaskan lagipula Dito sudah melupakan ku.Dan di saat itu juga Pangeran memegang tanganku dan membawa ku pergi dari sana.
"Ayo kita pergi dari sini,kita cari toko buku lain saja"
Aku dan pangeran pergi meninggalkan Dito dan pacarnya.
"Pangeran, terimakasih sudah mau membelaku dan bela belain bilang kalo kamu calon Suamiku".
"Jangan berkata seperti itu, percayalah aku akan selalu ada untuk mu"ucap pangeran.
"