
Setelan Acara sekolah selesai murid murid bubar dan pulang.
"Besok malam ada acara di rumah ku"ucap pangeran.
"Acara apa?"tanya Aurora.
"Besok malam adalah Ulang tahun ku,aku mengundang mu dan teman-teman di sekolah"kata pangeran.
"Mmmm gitu ko aku gak dapat undangan ya"tanya Aurora lagi.
"Hehehe aku sengaja tidak mebagimu undangan aku mengundang mu secara langsung"Jawab pangeran.
"Ku harap kau bisa datang ANA"ucap pangeran.
Aurora menatap wajah pangeran tampa bica satu katapun.
"kenapa menatap ku,apa aku tidak boleh memanggil namamu dengan sebutan Ana,"Tanya pangeran sambil menatap Aurora lebih dekat.
"Bukan begitu aku hanya kaget soalnya tidak ada Orang lain selain keluarga ku yang memanggil ku dengan sebutan Ana bahkan teman ku memanggilku Aurora"jawab Aurora dengan memalingkan tatapannya.
"Boleh tidak"tanya pangeran Yang masi menatap.
"Boleh apa"Aurora yang mencoba menghindari tatapan pangeran.
"apa boleh aku memanggil Ana"Tanya pangeran dengan serius.
Aurora mengangguk.
Pangeran dan Aurora berjalan ke parkiran untuk pulang, setelah menempuh jarak yang cukup jauh akhirnya mereka sampai.
"Terimakasih sudah mengantarkan ku pulang"kata Aurora sambil turun dari mobil.
"sama sama,Oh iya jangan lupa besok malam jam 8"kata pangeran menginginkan kembali kepada Aurora tentang acara ulang tahun nya.
"Iya,"Jawab Aurora sambil mengangkat alisnya.
pangeran tersenyum kecil.
***
Hari yang di tunggu pun tibah, acara ulang tahun pangeran sudah di mulai dari tadi,tapi orang yang ditunggu tunggu olehnya belum kunjung datang.Pangeran gelisah dia berjalan bolak-balik dari tadi lalu ibunya yang melihat dia menghampiri nya.
"Ada apa?. kenapa kamu tampak sangat gelisah?. Apakah karena Aurora belum datang"tanya Ibunya.
Pangeran menghlai nafas berat
"Kenapa dia belum datang acara tiup lilin akan segera di mulai,"Kata pangeran cemas.
"Dia pasti datang tentang saja"kata ibunya mencoba menenangkan anaknya supaya tidak gelisah lagi.
"Selamat Malam Semua Terimakasih Sudah Datang Di Acara Ulang Tahun PANGERAN"kata pembawa acara.
"Ini adalah waktu yang kita tunggu-tunggu, yaitu acara tiup lilin, Pangeran di persilahkan ke depan untuk tiup lilin"
Dengan langkah berat Pangeran berjalan, karena Pangeran berharap saat di tiup lilin ada Aurora di sampingnya.
Dan saat sampai di depan ada suara yang tidak asing lagi bagi Pangeran.
"Happy birthday to you, Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday to you."
sesosok wanita memakai gaun putih anggun dan cantik datang dari belakang kerumunan dan orang orang memberi jalan,itu adalah gadis yang ditunggu tunggu Pangeran dari tadi yang membuat Pangeran sangat gelisah. Aurora yang menyanyikan lagu ulang tahun,dan menghampiri Pangeran dan berdiri di samping nya orang orang yang melihatnya merasa takjub termasuk Dito Pangeran bengong melihat Aurora.
"Happy birthday Pangeran ku"ucap Aurora.
pangeran tersebut manis dan tetap menatap Aurora.
"Ada apa?apa ada yang aneh dengan pakaian ku?"tanya Aurora.
"Tidak-Tidak kau sangat cantik seperti cahaya yang bersinar sinar."Ucap Pangeran tersenyum riang.
"Kanapa kau lama datang,aku kira kau tidak akan datang"kata pangeran berbisik bisik.
"Mana mungkin aku tidak datang"kata Aurora berbisik-bisik.
Acara tiup lilin pun di mulai dan setelah itu acar dansa.pangeran menatap Aurora yang ada di sampingnya dan mengulurkan tangannya sambil berkata.
"Apakah tuan putri bersedia berdansa dengan ku"kata pangeran.
Aurora lalu memegang tangan pangeran dan mengangguk sambil berkata
"Saya bersedia Pangeran"kata Aurora.
"Selamat ulang tahun untuk mu Pangeran"kata Dito.
Aurora dan Pangeran langsung berdiri saat melihat Dito.
"Terimakasih Dito"kata pangeran dengan nada datar.
sebenarnya Pangeran malas menghiraukan Dito tapi karena tidak mau ada keributan di acaranya dia terpaksa menghiraukan Pangeran.
"Ohhh aku sampai tidak kenal dengan Aurora tadi, karena kecantikannya"kata Dito mencoba memancing Pangeran tapi Pangeran menanggapi dengan sikap tenang.
"Akupun sampai bengong melihatnya tadi,dia sangat cantik"kata pangeran sambil merangkul pinggang Aurora dan menatapnya. Aurora pun menatap Pangeran balik. Dito merasa muak melihatnya
"Hahaha aku memang saat memilih pasangan tidak sembarang dan kamu mengambil bekasku"kata Dito
Pangeran yang mendengar perkataan Dito langsung murka dan memegang lengan bajunya Dito.
"Maksudmu apa berkata seperti itu?.Kau tidak pantas untuk nya dia terlalu istimewa,asal kau tau di menerima mu karena kasih ibah kepada lelaki seperti mu"kata pangeran sambil marah.
Orang yang mendengar suara itu langsung berlari ke taman, Sedang Aurora mencoba menenangkan Pangeran
"Sudahlah Pangeran tidak usah menghiraukan dia,dia memang sudah tidak waras karena ku tolak waktu itu. Berapa hari lalu Dito memang memohon untuk balikan kepada Aurora namun Aurora tidak menerimanya karena bukan karena benci kepada Dito melainkan Sudah tidak ada rasa apapun di hari Aurora untuk Dito Aurora sekarang mencintai Pangeran tapi Aurora memendam rasa itu.
"Terpaksa atau tidak di pernah menjadi pacar ku dan itu bisa di bilang bekas ya kan"kata Dito sambil tersenyum licik.
Pangeran langsung memukul wajah Dito dan Dito tidak terimah akan pukul itu Dito mencoba membalas namun dapat di tangkis oleh pangeran, Aurora yang mencoba menghentikan perkelahian itu mala terjatuh ke dalam kolam karena sangat marah Pangeran tidak melihat Aurora jatuh
"Tolong -Tolong Pangeran"kata Aurora berusaha naik ke permukaan air karena dia tidak bisa berenang.pangeran yang mendengar suara Aurora dan melihat bahwa Aurora tengelam dia langsung menolong Aurora, Sedangkan Dito di bawah keluar oleh beberapa orang yang ada di pesta itu.
pangeran lalu membawa Aurora ke tepih dan mengangkat tubuh Aurora dan di bantu beberapa orang dari atas.
Pangeran panik melihat Aurora pingsan ibu Ratna yang melihat Aurora pingsan menekan dada Aurora Aurora lalu memintakan air di dalam mulutnya.Aurora merasa kepalanya pusing dan pingsan lagi ibu Ratna menyuruh Pangeran membawa Aurora ke kamar saat sampai di kamar Pangeran membaringkan tubuh Aurora dengan pelan pelan dan dia mulai menggosok tangan Aurora tidak lama kemudian dokter datang dan memeriksa keadaan Aurora.
"Bagaimana keadaannya dokter"tanya Pangeran khawatir.
"Dia sudah membaik,dia pingsan karena syok biarkan dia istirahat semalam besok dia akan sembuh"kata dokter
"Terimakasih Dokter,mari saya antar"kata ibu Ratna.
sedangkan Pangeran terus memandangi Aurora dengan perasaan bersalah dia mengelus kepala Aurora dengan lembut. pangeran melihat jam dinding waktu sudah menunjukkan pukul 10:30 dan dia teringat sesuatu lalu mengambil telpon dan menekan
di nada dering pertama telpon Pangeran langsung di angkat.
"Halo "kata seorang wanita yaitu ibu Aurora.
"Asalamualaikum,Tante maaf mengganggu waktunya"kata pangeran.
"Tidak apa-apa nak,Oh ya Aurora mana?"tanya ibu Aurora.
"Itu yang mau saya sampaikan,mama saya ingin Aurora menginap semalam di sini karena mama kesepian papa belum pulang dari Luar negeri, apakah boleh bu?"kata pangeran dia bica yang sejujurnya karena takut ibu Aurora cemas.
"Baiklah kalu begitu, tolong jaga Aurora"
"Iya bu pasti saja jaga,saya tutup dulu telponnya"
"Asalamualaikum"
"Waallaikumsalam"
ibu Pangeran menghampirinya dan berkata
"kamu keluar dulu."
"tapi ma"kata pangeran.
"Keluar saja dulu mama mau mengganti pakaian Aurora nanti dia kedinginan dan deman kalu terus memakai baju basa"
pangeran menuruti perkataan mamanya dan dia pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya karena dia juga basa.setelah mengganti pakaiannya dia langsung pergi ke kamar tamu tempat Aurora,dia melihat Aurora yang masi pingsan di masuk ke dalam kamar dan menyelimuti tubuh Aurora. mamanya yang baru datang memegang pundaknya
"ini the hangat minum lah, supaya kamu tidak masuk angin nati"ucap ibunya.
"apa kau tidak akan tidur"tanya Mama.
"Aku ingin menjaga Aurora aku akan tidur si sofa".kata pangeran.
"Baiklah"ibu Ratna pun pergi meninggalkan Pangeran.
Pangeran duduk di sofa sambil melihat Aurora dan lamah kelamaan dia tertidur di sofa itu.
"