Aksara Dilayar Rindu

Aksara Dilayar Rindu
Jatuh diantara rasa malu


Sepanjang jalan kami bercerita layaknya manusia yang bercengkrama.Rasanya begitu akrab dan nyaman,ya walau aku akuin kadang - kadang Andi nyebelin banget.Tapi dia cukup asik kalau dijadiin temen curhat.Ejekannya 100% dari hati,tapi namanya juga bercanda memecah suasana yang hening ataupun mencari kesibukan sendiri ditengah keadaan yang terhimpit keramaian.


Di jalan..........


Andi melihatku terdiam diri,dan hanya melihat keadaan sekitar.Dia pun mencoba memulai percakapaan denganku bertujuan agar aku tidak berdiam diri seolah aku sebuah patung.


"Woi! Ian lho tau nggak?."Tanya Andi padaku saat itu.


"Enggak!."Jawabku seolah tak mau tahu.


"Kenapa aku di hadirkan didunia ini?."Tanya Andi kembali.


"Kenapa?."Tanyaku kembali yang mulai hidup dengan perasaan penasaran.


"Karna ke hadiranku di dunia ini untuk menuntaskan sebuah misi!."Jawab Andi dengan tegas.


"Misi?."Tanyaku semakin penasaran.


"Misi menghancurkan dunia.Hahahaha!."Balas Andi dengan tertawa terbahak - bahak.


"Sekolah yang bener dulu,kalau mau hancurin dunia.Dunia gak akan mau dihancurin sama anak yang bau kencur kayak kamu!."Jawabku bertujuan menasehatinya.


"Sampai dunia ini hancur,nanti kita bangun dunia milik kita berdua yang indah!."Balas Andi sambil tersenyum menghadap kedepan dan fokus mengendarai motor.


Dalam sesaat jantungku berdegup kencang.Dengan apa yabg dikatakan oleh Andi.


"Ini tadi rencana hancurin dunia,kok jadi acara ngegombal ya?."Tanyaku sambil menjitak kepala Andi.


"Aduh!."Kata Andi mengeluh sakit sambil mengusap - usap kepalanya.


"Hehehe! kan aku penggemar novelnya Pidi baiq jadi belajarlah sedikit kata ngegombal!."Jawab Andi sambil cengingisan.


"Kamu harus tahu satu hal,bahwa yang namanya gombalan tidak akan berpengaruh padaku.Itu hanya asupan gisi bagi mereka yang kekurangan vitamin bucin!."Kataku menghina.


"Elah sadis amat.Aku merasa terhina!."Balas Andi sambil menunjukkan mimik wajahnya yang sedikit kecewa.


"Hohoho,Andi bukankah kamu sudah tahu kalau tujuanku menghina?."Ujarku sambil mengjek.


"He,tahu gua."Balas Andi singkat.


"Aku gak mau ya jadi tempe!."Kataku bercanda.


"Kenapa jadi acara lawak?."Tanya Andi terheran - heran.


"Kan temenya aku lagi sedih,jadi harus hibur dong?."Tanyaku.


"Hehehe,perhatian amat.Tapi kamu tahu gak Ian,aku mau kita lebih dari sahabat lho?."Tanya Andi sekaligus memberikan jawaban.


"Hahaha!.Sekolah yang bener dulu ya?."Responku dari pertanyaan Andi sambil sedikit canggung.


Karena aku dan Andi yang keasikan ngobrol sepanjang perjalanan,tanpa disadari pun kami telah sampai ke tempat pelatihan renang kakak.


"Parkir motor dulu,gih sana!."Kataku memerintah Andi.


"Tungguin lho ya?."Tanya Andi memohon kepadaku.


"Iya!."Balasku dengan singkat.


Akhirnya Andi pergi memarkirkan motornya di tempat parkitan di samping gedung.Sementara itu,aku menunggu Andi di depan pintu masuk tempat latihan renang.


"Andi,when are you coming?."Kataku bertanya - tanya pada diriku sendiri,sambil mondar - mandir di depan pintu masuk.


Beberapa saat kemudian,Andi tetap saja belum datang.Ketiadaanya membuatku benar - bernar khawatir.


"Yo! siapa yang mondar - mandir disini?."Tanya seseorang dari belakang.


Aku pun terkejut seketika dan sesegera mungkin menoleh kebelakang.


"Kakak!."Pangilku berteriak,sambil berlari dan memeluk ke arahnya.


"Udah lama datang?."Tanya kakak kepadaku.


"Iya!."Balasku canggung.


"Oh,kenapa gak masuk?.Lagi nungguin apa kucel?." Tanya kakak padaku penasaran,sambil menunjukkan ekspresi wajahnya yang tidak sabaran.


"Hehehe,lagi nungguin tukang cilok lewat."Balasku berbohong.


"Oh!."Jawab kakak sambil mengangguk anggukan kepalanya dengan kencang.


"Kak! ngangguknya jangan cepat - cepat.Nanti otaknya kocak lho!."Kataku meledek kakak.


Kakak hanya diam memandangku sambil tersenyum tipis.


"Oh iya,kakak kok keluar?."Tanyaku pada kakak.


"Nungguin teman kakak,yang tadi lagi pergi beli minum buat kakak!."Jawab kakak dengan tersenyum malu.


"Cie cewek nih,kakak sampai perhatian kayak gini?."Ledekku pada kakak.


"Jangan - jangan kakak itu gay? efek dari kelamaan jomblo?."Tanyaku pada kakak.


"Ndasmu kui!."Jawab kakak sebal.


Tiba - tiba datang seseorang dari arah belakangku sambil memanggil nama kakak.


"Woi Ang! ini titipan lho.Lain kali beli sendiri jangan nitip!."Ujar seseorang itu.


Dalam lubuk hatiku aku merasa bahwa aku pernah mendengar suara ini.Pertanyaan pun terbesit didalam pohon bertunasku dimanakah aku pernah mendengar suara ini dan pernahkah aku bertemu,kalau benar dimana.


"Pelit amat?."Jawab kakak dengan cetus.


"Siapa?."Tanya orang itu pada kakak.


"Siapa? ini!.Oh ini adik aku,maaf karna keasikan minum aku jadi lupa!."Balas kakak cengengesan.


Akhirnya akupun membalikkan badanku.Seketika aku terkejut dengan seseorang yang berdiri dihadapanku.Aku bahkan tak menyangka ternyata orang yang ada dihadapanku ini adalah orang yang tak ingin aku temui.


"Hehehe!."Ujarku canggung.


Akhirnya suasana begitu hening dan canggung.Kakak begitu asik minum minumannya,si Hiro menatapku dengan begitu sadis dan tajamnya.Sementara aku,bingung bagaimana cara memecah keheningan yang tak di undang.


"Huhuhu,seseorang bantu aku?."Kataku mengeluh dan memohon di dalam sanubari.


"Awas!."Teriak seseorang dari samping.


Aku pun menoleh secepat kilat dan sesegera mungkin melihat.


"Aan!."Panggilku senang.


"Akhirnya,solusi dari Tuhan datang membantuku.Terima kasih.!"Ujarku senang dalam hati dengan suara yang lirih.


"Awas! awas!."Peringatan dari Aan.


"Eh! kayaknya ada yang salah deh?."Kataku terheran - heran.


"Eh!."Kataku katakutan dan gemeteran.


Derap langkah kaki berjalan semakin cepat hingga kecelatanya pun tak mampu di kontrol.Langkah kaki yang terdengar ngegas itupun tepat menuju arahku,tepat hingga tinggal satu langkah kaki.Namun sayangnya aku tidak mampu mengelak dan tidak ada kesempatan untuk beranjak pergi.


Ekspresi kakak dan Hiro pun begitu was - was seakan ingin menolong.Namun semua telah terlanjur,nasi telah menjadi bubur.Lantas suara itupun terdengat begitu nyaring dan menyedihkan.Tubuhku terasa remuk tak terkalahkan.Semua telah berakhir ya telah berakhir.


"Awas minggir! kalau perlu minggat sekalian!."Perintah Aan untuk yang ke tiga kalinya.


Bruuuk.......! inilah suara yang nyaring dan menyedihkan.


Diiringi dengan teriakan dari kakak yang memanggil namaku.


Seseorang insan menimpa tubuhku,begitu berat rasanya.Tubuhku pun seakan remuk di buatnya.


"Aduh!."Keluhku,sambil merasakan sakit di punggungku.


"Berapa lama kamu mau menimpaku?."Tanyaku kesal dan kesakitan.


"Maaf,aku gak sengaja Ian?."Kata Aan sambil bangun dan segera mengulurkan tangan untuk membantuku.


"Hahaha!."Suara kakak yang tertawa terbahak - bahak.


"Kenapa lari sih?."Tanyaku sebal.


"Gue takut lho bosen nungguin gue,lama kan?.Karna itu aku lari terburu - buru sampai gak bisa di rem!."Kata Aan menjelaskan.


"Oke,nggak papa.Tapi ini karna kamu khawatirin aku lho ya?."Kataku memaafkan Aan.


"Sory lo ya?."Kata Aan meminta maaf dengan tulus.


"Iya,i'm not father."Jawabku.


"Hahaha!."Tawa kakak yang belum berhenti.


"Kenapa ketawa?."Tanyaku sebal.


"Hahaha! lucu."Jawab kakak sambil ketawa.


"Lucu ini maluin ******!."Kataku marah - marah.


"Baiklah!."Balas kakak.


Terlelas dari hal itu,akhirnya kami masuk ke area pelatihan.Namun sayangnya Si Hiro langsung pergi seusai kejadian itu dengan wajah yang muram.


"Kak kok si Hiro pulang duluan?."Tanyaku pada kakak terheran - heran.Sementara si Aan mengagumi tempat pelatihan kakak yang biasa.


"Gak tau,biasanya dia gak gitu kalau datang berkunjung!."Balas kakak dengan wajah yang B aja.


"Oh,ya udah deh! yuk selesai latihan kakak dan pulang makan malam."Titahku pada kakak.