
Hari ini,sang mentari tersenyum dengan begitu hangat.Sinarnya seperti biasa,menyinari permukaan bumi dengan rata.
Tahukah kawan?.Hari ini aku berangkat sekolah dengan suasana hati yang begitu bahagia,sangat!sangat,sangat bahagia.Tentunya tak lupa,didukung dengan semangat 45 yang berapi - api,yang seakan tak punya kringinan untuk padam.
"Hari ini,saksikanlah dunia!.Penahklukmu telah tiba.Ha...ha...ha...!."Kataku sambil tertawa lepas tanpa beban.Sebebas burung Merpati yang terbang,segagah burung Garuda yang perkasa.
Tanpa disadari,orang - orang di sekitarku memperhatikanku dengan seksama,dan entah apa yang di pikirkan di benak mereka.Namun,sayangnya aku tak mau tahu hal apakah itu,dan akupun enggan untuk mau bertanya.
Di sepanjang jalan aku menikmati indahnya karya Tuhan yang tiada bandingnya.Hingga lupa,jika tak segera ku kayuh sepedah ini dengan lebih cepat,mungkin dapat di pastikan aku akan terlambat datang kesekolah.
Sesampainya disekolah,aku menenangkan nafasku yang terengah - engah.Tapi hal itu sepadan dengan imbalan yang aku dapat.Dari pada membuang waktuku yang sangat berharga.Aku segera memarkirkan sepedah kayuh baruku di tempat parkir.
Masih di tempat parkir,Andi menyapaku dengan begitu riang.
"Wow!,hal apakah ini hingga mampu membuat mataku terasa buta karna kesilauannya?."Sapa Andi sekaligus menghina dengan gelak tawa yang tiada matinya.
Jika diakui aku bingung dengan apa yang dilakukan oleh Andi.Sebenarnya kata dia yang barusan bertujuan menghina ataukah malah memuji.
"Woi!Andi.Belajarlah menyapa seseorang dengan benar."Balasku menasehati Andi,sambil memarkirkan sepedah dan memasang wajah datarku yang legendaris.
"Wah Ps nih?."Ujar Andi padaku.
"Ps!.Apaan sih?."Tanyaku terheran - heran.
" Ha,,,ha,,,ha,,,!.Masak sih gak tau Ps An?.Percuma modelnya elho kayak gini kalau gak tau apaan itu Ps?."Ledek Andi.
"Emangnya,apaan sih Di?.Asalkan kamu tahu ya!,disekolah ini gak ada yang tau apaan itu Ps?."Tanya teman Andi,yang ternyata juga bingung karna tidak tahu.
"Iya deh!.Gue akuin itu kata yangbuat aku sendiri,he,,,he,,,he.Tadi sih sengaja,niatnya mau ngeledek si Ian.Kan dia murid paling pintar dan milenial,masak gak tau apaan itu Ps sih!,kan gokil!."Kata Andi menjelaskan maksudnya.
"Kalau gitu,apaan tuh Ps?."Tanyaku sambil nenahan emosi,tentunya dengan senyum palsuku yang terlihat asli.
"Oh!."Balasku singkat,didampingi dengan aura kesal lekat yang bisa kapan saja menelan tempat parkir.
Sebelum itu terjadi,aku langsung pergi kekelas dan meninggalkan mereka di parkiran.Aku berangan jika saja tadi aku membalas Andi dengan kata - kata terlarang,tentunya itu akan sangat berbahaya dan berakibat buruk juga bisa merusak suasana pagiku yang begitu ceria.Untungnya aku mempunyai keahlian mengontrol emosiku dengan baik.Jika tidak,aku jamin Andi sekarang jadi mangsa para serigala yang serakah atau jadi onde -onde yang di jual dipasar dengan harga yang murah.
Terlepas tentang hal itu,saat aku berjalan menuju kekelas,tanpa sengaja aku menabrak seseorang.Ya dapat di katakan,semua ini berasal dari kelalaianku karna tidak memperhatikan jalan dan orang - orang yang ada di sekitarku.Akhirnya orang itu terjatuh dan alhasil tanganya sedikit tergores dan memerah.
Spontan aku merasa bersalah terhadap orang tersebut.
"Ah!maaf,saya benar - benar tidak sengaja!."Ucapku meminta maaf,sambil merapikan bajuku yang sedikit lusuh.
Tentunya,sebelum memperhatikan korban.Aku lebih mementingkan keadaan diriku sendiri.Karna kakakku perna bilang kalau keselamatanku adalah hal yang paling utama.
"Nona!.Bisakah anda meminta maaf dengan benar!."Tegur orang itu.
Jika didengar,suara tadi sepertinya suara laki - laki.Tentunya,aku langsung menjawab tegurannya.Namun seperti tadi aku bahkan masih sibuk dengan diriku sendiri.Dan tidak menatap seperti apa paras orang yang kini ada dihadapanku yang tengah menanti pertanggung jawabanku.
" Maafkan saya,saya sunguh - sunguh tidak sengaja.Saya janji saya akan ganti kerugiannya."Kataku meminta maaf dengan kedua bola mata yang masih tertuju pada seragamku yang lusuh.
"Ganti rugi?."Tanyanya dengan suara yang licik.
"Iya saya akan ganti rugi.Berapa pun itu dan apapun itu!."Jawabku menegaskan sambil sibuk seorang diri.
"Hmm,cukup menarik."Ujar orang itu denga lirih.Namun,aku tetap saja tidak memperhatikannya.
"Kalau begitu,saya permisi terlebih dahulu.Saya benar - benar terlambat ke kelas.Terima kasih atas perhatiannya!."Balasku dengan santun.Dan segera mungkin berlari menuju ke kelas.
Akhirnya,aku tersadar akan satu hal.Yang mungkin orang bodoh pun akan lakukan jika menabrak seseorang,bahkan jika sampai membuat orang itu terluka."Bagaimana aku mengganti rugi,jika aku tidak tahu bagaimana wajah orang yang aku tabrak tadi?."Gumanku lirih didalam hati.
Ketika aku kembali ke tempat tadi,orang tersebut ternyata sudah beranjak pergi.Lalu jika aku menunggu apa untungnya buatku.Akhirnya aku bergegas ke kelas untuk yang kedua kalinya."Toh!,mungkin nanti dia juga lupa.Jadi sebaiknya jangan di ungkit - ungkit lagi!."Ujarku dalam hati.