
"Huh!!.Ayolah sang waktu,perut ini rasanya sudah hampir mati karna kelaparan.Kapan sih pelajaran yang membosankan ini segera berakhir?."Ujarku jenuh,sambil memainkan pensil yang ada di tanganku.
Beberapa saat kemudian,bel berbunyi tanda bahwa jam pelajaran telah berakhir dan jam makan siang telah dimulai.Seketika mataku langsung terbuka lebar,aku bergegas bangun dan segera membereskan buku pelajaranku yang berantakan dimeja,kan namanya juga pelajar,jadi wajar kalau bukunya berantakan.Karna,aku sudah tak sabar menyinggahi kantin yang dapat di sebut sebagai surga makanan di sekolah.
"Ah...!,akhirnya!."Teriakku dengan begitu girang.
Sesampainya dikantin,aku segera memakan makanan yang telah aku beli.Dengan lahap tanpa menyadari orang - orang yang ada di sekitarku.
"Ah!!.Nasi pecel bibi Jum memang yang paling enak!."Ujarku lirih didalam hati.
Akupun sangat sibuk.Ya,sibuk menghabiskan makanan yang ada dihadapanku tentunya.
"Apakah kamu selapar itu?.Hingga tidak memperhatikan orang - orang disekitarmu?."Tanya seseorang.
"Tentu!."Jawabku singkat dan tegas.
Tiba - tiba aku tersadar,sepertinya aku barusan berbicara dengan seseorang.Aku langsung menoleh dan melihat seperti apa paras orang tersebut.
"Hii!!,apa yang sedang kau lakukan dihadapanku?!."Tanyaku kaget.
"Tentu saja dud..."Kata orang itu menjelaskan.Namun,terpotong dengan perkataanku.
"Tunggu dulu!.Mengapa ada mahkluk ciptaan Tuhan yang setampan ini?Kyak gantengnya!."Tanyaku terheran - heran.
Sementara orang itu diam dan menatapku dengan wajah yang kusam.
"Hei!,apa yang kau lakukan disini.Tahukah engkau kalau dirimu itu telah merusak acara makan siangku yang sederhana ini!."Gerutuku kesal.
"Kau hanya makan seorang diri nona."Ucap orang itu meledek.
"Heh sendiri siapa bilang?.Apa kau tidak lihat disini aku ditemani sepiring nasi pecel dan segelas es teh hangat kesayanganku.Ngomong - ngomong kenapa kau bicara seolah kau sudah tua?!."Jawabku menegaskan sekaligus bertanya.
"Menarik."Jawab orang itu,sambil tersenyum.
Aku merasa kata tadi terdengar begitu familiar.Namun pertanyaannya,dimanakah aku pernah mendengarnya.
"Sayang!,hari ini aku datang memintamu untuk bertanggung jawab lho!."Kata orang itu terdengar begitu serius.
Sesaat aku membatu.Apakah para penerus bangsa kini sudah rusak moralnya.Karna terkontaminasi virus bucin yang tengah meraja lela,hingga seorang anak SMA begitu pandai merayu.Apalagi orang ini merayu gadis yang polos dan imut seperti aku.Atau jangan - jangan orang ini sinting.Itu adalah hal yang pertama kali muncul di otakku yang sangat cerdas.
"Hei! sayang,mengapa wajahmu memerah?."Tanya orang itu menjilat.
"Brengsek!."Ujarku lirih dalam hati.
"Jadi sayang,bagaimana kamu bertanggung jawab?.Aku benar - benar rugi lho?."Tanya orang itu untuk yang kedua kali.
"Siapa bilang kamu melakukan hal senonoh padaku!."Jawab orang tersebut dengan senyum yang nakal.
Seketika aku langsung tidak bisa berkata - kata.Nampaknya aku salah memahami maksud perkataannya.
"Enyalah kau!."Teriakku dengan keras.Namun malah mengundang perhatian dari teman - teman dikantin.
"Sudah......saltingnya?."Tanya orang itu dengan santai dan berwajah datar.
"Kau!.Enyalah kau dari hadapanku!,kau mengganggu makan siangku!."Perintahku kepada orang itu.
"Sayang,lalu bagaimana kau bertanggung jawab padaku?."Tanya orang itu,menggoda.
"Memangnya apa yang harus aku pertanggung jawabkan?bocah!."Tanyaku dengan amat kesal.
"Bagaimana caranya kamu menjelaskan kejadian tadi pagi.Ketika kamu menabrakku,hingga tanganku lecet?."Tanya orang itu.
Ternyata memang benar akulah yang salah paham seorang diri dari awal.Tapi ada yang jauh lebih penting, betapa memalukannnya tingkahku tadi.Apalagi aku lakukan dihadapan pria yang tampan.
"Sebenarnya........."Akhirnya aku menjelaskan dari awal kenapa aku bisa menabrak dia dan untungnya dia bisa memahkluminya.
"Maaf!,soal kata - kata saya yang kasar barusan.Untungnya saya menabrak anda yang baik seperti malaikat."Percayalah kata - kata yang aku lontarkan barusan adalah sebuah kebohongan.100% kebohongan.
"Siapa bilang saya sebaik malaikat?.Saya kemari karna saya ingin anda bertanggung jawab!.Bukanya anda bilang kalau anda akan bertanggung jawab seberapapun itu dan apapun itu anda akan lakukan?."Tanya orang itu menjebak.
"Iya,tapi sebelumnya saya gak jadi memuji anda seperti orang baik?."Ujarku sedih.
"Kalau begitu anda ingin berapa banyak?."Tanyaku pada orang itu.
"Siapa bilang saya ingin uang."Jawab orang itu dengan pasih.
"Lantas?."Tanyaku.
"Akhir minggu ini apakah kamu ada waktu?.Aku ingin kamu temani aku ke taman hiburan sekitar jam 7 malam.Aku tahu kamu bukan orang yang pandai menolak?.Kalau begitu aku balik kekelas terlehih dahulu.Nikmati acara makan siang sederhananya!."Ucap orang itu seakan - akan kita akrab dan seolah - olah aku telah menyetujuinya.
"Eih!tunggu dulu!."Teriakku bertujuan menahan dia,tapi dia malah melambaikan tangannya.
"Eh,kenapa dia tadi bilang sayang rasanya jijik deh ah.Terus kenapa dia bilang aku kamu kayak udah akrab aja.Tapi kesannya kok kayak PDKT ya,ih ngipi ketinggian.Trus kenapa ngajakin ke taman hiburan sih kayak kencan.Eh kencan!,apa - apaan ini.Trus dijadiin alesan tanggung jawab lagi!."Gerutuku sambil melanjutkan makam siang.
Ya itulah yang terjadi ketika makan siang.Gara - gara orang itu,aku sampai lalai pada makananku yang sangat berharga.
Akhirnya jam istirahat selesai,karna makan siangku belum habis akhirnya aku terburu - buru menghabiskanya hingga tersedak untungnya tidak ada seorang pun yang melihat.Kalau ada yang lihat kan GOKIL seperti yang dikatakan Andi.
Akhirnya aku kembali ke kelas dengan wajah yang pucat.