Aksara Dilayar Rindu

Aksara Dilayar Rindu
Gak beres nih bocah!


Sebenarnya,di dalam benakku masih teringat akan apa yang dikatakan oleh pemuda tadi.Lalu timbulah sebuah pertanyaan,sesungguhnya apakah tujuan dari pria tadi?.Benar - benar membuakku mati penasaran.


Terlepas dari hal itu,temanku dengan tergesa - gesa berlari menghampiriku yang tengah duduk tenang dibangku milikku.


"Lho!lho!.Bener - bener deh!."Ujar dia dengan nafas yang terengah - engah,sambil menunjuk - nunjuk jari telunjuknya kearahku.


"Normalin nafas dulu Geya!."Kataku memberi saran pada Geya.


Iya,anak yang berlari menghampiriku dibangku adalah Geya.Anak dari kepala sekolah sekaligus saudara dan teman terdekatku.


"Iya deh,kalau gitu."Balas Geya sambil menenangkan nafasnya.Yang perlahan - lahan mulai stabil.


"Kenapa?."Tanyaku pada Geya.


"Lho tahu nggak!."Beritahu Geya dengan kalimat yang seakan - akan telah terpotong.


"Nggak!."Jawabku acuh tak acuh.


"Ih! gitu amat sih jawabnya?."Balas Geya,seakan mengharapkan sebuah jawaban yang lebih memuaskan.


"Kalau gitu,apaan Gey! apanya yang gawat?."Tanyaku dengan ekspresi yang khawatir.


"Lho kok bisa sih?.Bicara sama orang yang setampan malaikat tapi sedingin es kutup selatan!."Teriak Geya dengan begitu histeris.


"Eh!."Jawabku kaget.


Sebetulnya aku tidak tahu apa yang dimaksud oleh apa yang dikatakan Geya.


"Dan di kantin tadi,kalian bicara akrab banget.Jangan - jangan kalian pacaran ya?.Oh tidak! pujaan hatiku jadi milik wanita lain!."Kata Geya sambil memasang ekspresi sedih.


Akhirnya aku mengingat satu - persatu memori yang telah terjadi di kantin tadi.


"Tunggu - tunggu,orang yang lho maksud itu orang yang tadi duduk didepan aku,saat aku lagi makan?."Tanyaku bingung.


"Iya!."Jawab Geya sedih.


"Cih!!.Sedingin es apanya,wong dianya ngomong terus gak ada hentinya!."Gumanku lirih didalam hati,tentunya sambil memasang ekspresi kesal.


"Tapi tunggu dulu deh Gey?.Kayaknya tadi ada kata yang salah deh!."Tanyaku pada Geya,sambil mengingat sesuatu.


Sementara itu,Geya menunjukkan mimik polosnya yang tidak tahu apa - apa.


"Oh iya aku baru ingat!.Geya kayaknya tadi kamu bilang aku pacaran ya sama dia?."Beritahuku sambil menggretakkan gigiku.


"Memangnya kamu gak pacaran ya sama dia?."Tanya Geya berharap.


"Ya nggak lah!."Jawabku tegas.


"Hanya gadis polos dan bodoh yang mau pacaran sama dia.Kamu kan tahu,kalau aku itu suka sama orang yang parasnya kayak D.O EXO,Affgan,Ibal ramadhan,Reza rahardian.Yang wow gitu,bukan kayak orang tadi yang lho maksud!."Tambahku.


"Huhuhu!,cepatlah bangun dari mimpimu yang menyakitkan nak!.Tapi,syukurlah!.Babyku masih lajang.Senangnya hati ini!."Kata Geya.


"Tapi aneh deh Ian,si Hiro kan jarang bicara.Tapi kok akrab banget ya sama kamu?."Tanya Geya penasaran.


"Gak tau ah!."Jawabku tak perduli.


"Anak - anak duduk dibangku kalian masing - masing.Kita mulai pelajarannya!."Perintah guruku yang masuk ke kelas.


Seperti apa yang terjadi,akhirnya kami memulai pelajaran dengan tenang hingga kelas berakhir.Namun,aku sempat memikirkan ulang apa yang dikatakan oleh Geya.Mana mungkin pria itu dibilang seperti es yang dingin,padahal orang itu terlihat cerewet dan bikin darah tinggi.Tapi kalau dipikir - pikir,apa yang dikatakan Geya seperti ada benarnya juga.Meskipun aku sangat tahu tentang seluk - beluk sekolah ini,tapi kenapa aku nggak tahu ya kalau ada murid yang sedingin itu,masa bodohlah bukan juga urusanku.Ya,seperti itulah apa yang aku pikirkan dalam otakku.


Akhirnya jam pelajaran selesai,semua murid bergegas pulang kerumahnya masing - masing.Aku pun sama seperti mereka,tapi terlebih dahulu aku pergi ketempat pelatihan renang kakak,karna tadi pagi aku sudah berjanji akan melihat kakak latihan berenang seusai pulang sekolah.


Aku segera pergi ketempat parkiran sekolah hendak pergi menggunakan sepedah kayuhku.


Di tempat parkir


"Yo Ian,mau pulang?."Tanya Andi.


"Iya An!.Tapi sebelum itu aku mau ketempat pelatihan renangnya kakak!."Jawabku.


"Kakak kau itu yang namanya Angga aranta?!."Tanya Andi dengan begitu penasaran.


"Iya memangnya kakak ku siapa lagi?."Jawabku sekaligus bertanya.


"Kalau begitu,aku akan antar!."Titah Andi sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Eh! gak usah An,aku bawa sepedah sendiri.Gak perlu tapi thanks tawarannya."Tolakku pada Andi.


"Ya nggak papa lah.Kan lebih cepat naik sepedah montor dari pada sepedah kayuh."Beritahu Andi.


Alhasil aku diam,dan memikirkan bahwa yang dikatakan Andi ada benarnya.


"Terus tempat latihanngakan kalau gak salah ada dipusat kota.Apa kamu bodoh,kan tempatnya jauh.Kalau kamu pakai sepedah kayuh kamu bisa mati kecapekan!."Tambah Andi.


"Iya deh,kamu bener juga Ndi.Lumayan cerdas deh kamu!."Ujarku dengan sedikit tersenyum.


"Ya iyalah aku tuh pasti serba bener,gak kayak lho.Lagian aku ini murid terpintar no 5 dari belakang tahu!."Beri tahu Andi.


"Ya elah,gitu aja kok bangga.Dari belakang lagi urutannya."Ejekku pada Andi sambil tertawa cekikikan.


"Lho cantik juga Ian kalau lagi ketawa."Ujar Andi yang terdengar samar - samar di telingaku.


"Apa?."Tanyaku kepada Andi sambil ketawa.


"Maaf Ndi aku gak denger karna keasikkan ketawa!."Tambahku.


"Iya nggak papa kok,lagian kalau gak denger malah bagus banget!."Jawab Andi dengan suara yang volumenya semakin mengcil.


Akhirnya perlahan - lahan aku sudahi ketawaku yang menglegarkan dunia dan isinya.


"Btw gimana sama sepedahku.Kan gak mungkin kalau aku tinggal di sekolah?."Tanyaku kebingungan.


"Gimana ya?."Pikir Andi.


Beberapa saat kemudian,akhirnya muncullah sebuah ide yang cemerlang namun terkesan biasa - biasa saja.


"Ucup!."Panggil Andi kepada Ucup yang terlihat sedang berjalan menuju gerbang sekolah.


"Apaan An?."Tanya Ucup kepada Andi.


"Sini lho!."Perintah Andi yang harus dituruti oleh Ucup.


"Eh!.Kenapa An kamu kok pangil Ucup?."Tanyaku penasaran dengan tujuan Andi.


"Ada deh!.lho berdiri yang manis aja."Jawab Andi sambil mengedipkan satu mata sebelah kanannya.


"Oke!."Jawabku dengan nada yang masih terdengar kebingungan.


"Ada apa Ndi?."Tanya Ucup yang telah menghampiri Andi.


"Bro!,tolong ya antarin sepedah kayuhnya Ian kerumahnya ya!."Mohon Andi pada Ucup.


"Gak mau!."Balas Ucup dengan cetus.


"Ayolah!."Mohon Andi untuk yang kedua kalinya.


"Gak mau!."Begitu pula jawaban Ucup yang cetus untuk yang kedua kalinya.


Karna takut rencana ini tidak berhasil.Akhirnya Andi mengisaratkanku untuk ikut membantunya membujuk Ucup yang pendiriannya sekeras batu ini.


"Oh oke!."Responku atas isarat Andi.


"Cup tolong banget ya?,aku ada urusan sama Andi penting banget!."Memohonku pada Ucup.Namun Ucup tetap berdiri teguh pada pendiriannya.


"Palingan kalian itu mau pacaran!."Jawab Ucup.


"Apa lho bilang sekali lagi pacaran Cup.Aku jamin setelah ini kamu masuk rumah sakit!."Jawabku dengan kesal sambil menarik naik lengan bajuku.


"Oke aku bantu kamu antar sepedah ya.Kabur!!."Jawab Ucup dengan nada gemetar dan segera pergi bersama sepedahku.


"Thanks ya Cup.Jangan sapai lecet tuh pedah.Kalau kamu yang lecet sih gak papa!."Bilangku pada Ucup sambil berteriak.


"Siap!."Jawab Ucup dengan lantang,dan aku hanya tersenyum.


"Yuk berangkat!."Ajakku pada Andi,sambil segera menoleh kearahnya.


Dan Andi hanya diam tidak merespon ajakanku namun malah membuatku sedikit terkejut.


"Ndi ngapain mukamu memerah?."Tanyaku penasaran,namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Hei!."Sapaku sambil melambaikan tangan di depan wajahnya.


"Wah gak beres nih bocah."Kataku dalam hati.


"Woi Ndi!."Teriakku dengan keras.


"Apa!."Respon Andi kaget.


"Ngapai muka lho merah?."Tanyaku.


"E,e!.Ngomong - ngomong yuk berangkat!."Ajak Andi sambil salting.


"Dari tadi dong ah!."Jawabku dengan sedikit kesal.


Ya pada akhirnya dari cerita tadi aku dan Andi berangkat ketempat latihan renang kakak.