The Stone Heart Is My Wife

The Stone Heart Is My Wife
Boleh Juga...


“Dasar cewek,,nyusahin” kesal steve sambil membaringkan tubuh gaby di kamar pribadi nya


Steve merogoh saku nya, menelephone seseorang


“benarkah? siapa orangnya?” kaget seseorang di ujung telephone


“tidak bisakah kau segera kesini tanpa banyak bertanya?” kesal steve


“santai steve, gua hanya penasaran, siapa gerangan yang bisa membuat seorang steve memanggil gua selain untuk mengobati dirinya?”


“sudah la, cepat kesini atau gua akan melempar bom atom dari sini menuju rumah sakit lo” tegas steve yang tak berselera menjawab pertanyaan Bagus


(Bagus merupakan seorang dokter, sahabat steve sejak dia kecil)


“Santai tuan,,saya akan segera kesana, jangan terlalu serius, dia akan baik-baik saja” jelas bagus


“baiklah” jawab steve singkat yang langsung memutuskan telephonenya secara sepihak


steve menatap wajah gaby


“kenapa elo selalu nyusahin?” gerutu steve


steve duduk di tepi ranjang tempat tidurnya, sambil mondar mandir kekiri kekanan dan menatap jam tangan mahal milik nya


“mana sih dia? lama sekali” kesal steve


10 menit berlalu, steve kesal orang yang ditunggunya tak kunjung datang, dia keluar dari kamar pribadinya dan duduk di ruang tamu ruangannya, belum dia menjatuhkan badan nya di sofa, terdengar seseorang mengetuk pintu


“tok tok tok”


“masuk”


“maaf saya terlambat tuan, diluar terjadi kemacetan parah” ucap bagus basa-basi


“sudah la, sekarang cepat lo periksa dia” tegas steve mencoba menahan amarah nya karna telah dibuat menunggu oleh bagus


“dimana dia??” tanya bagus heran, tidak ada siapa-siapa diruangan ini, gak mungkin kan steve menyuruhnya memeriksa makhluk tak kasat mata?? wahhh itu bukan keahliannya


“itu,,ada di kamar pribadi gua”


“wawww,,gua jadi penasaran, siapa orang itu sampai bisa masuk ke kamar pribadi lo yang sangat privasi itu”


“jagan banyak nanya, lu dokter atau wartawan!” kesal steve


“ckkk” benar-benar tidak bisa diajak becanda sahabatnya yang kaku ini


Bagus langsung berjalan masuk ke kamar pribadi Steve


“waaaawww,,siapa dia?” kaget Bagus, ternyata seorang perempuan sedang tertidur diatas tempat tidur,,


“inikah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?” bukannya memeriksa,Bagus malah terpesona melihat kecantikan Gaby yang alami itu


“ck gua manggil lu kesini buat periksa dia, bukan buat mandangin doank” kesal Steve sambil menendang kaki Bagus


“aww apaan sih lu,,” kesal Bagus


“siapa sicantik ini?? pacar lo? gak mungkin sih” ucap Bagus masih dengan tatapan kagum kearah Gaby yang sedang terbaring itu


“cantik dari mana? nyusahin iya” kesal Steve dalam hati


“cepat periksaaaa,,gua masih banyak kerjaan, gak ngurusin ini doank” bentak Steve


“iya iyaa” Bagus langsung memeriksa Gaby


“Badannya panas,,tapi dia gak kenapa-kenapa kok, Cuma kecapean aja” terang Bagus


“bentar lagi juga sadar” tambahnya


“bagus lah” jawab Steve singkat


“emang ini cewek siapa?” tanya Bagus serius kearah Steve


“sekretaris gua”


“sekretaris?? tumben modelan sekretaris lu beginian, biasanya aduhaiiii” goda Bagus


“biasanyakan bokap gue yang milih, sekarang gue yang pilih sendiri”


“tapi dia oke kok, gua suka” puji Bagus


“oke apaan? nyusahin iyaa!”


“kayaknya yang nyusahin elo deh,,bukan dia”


“maksud lo apaan?” kesal Steve


“tuh,,belum apa-apa udah drop kecapean gini, lu kalau ngasih kerjaan ngotak juga donk sebagai bos, jangan kejam-kejam banget, siapa coba yang betah kerja sama lu kalau kek gini”


“cih, lo belain dia?”


“gua gak belain siapa-siapa, gua Cuma mau elu bersikap baik aja sama orang, apalagi sama cewek, masak udah tua gini belum nikah-nikah, mau sampai kapan???”


“udah pergi sana lo, kayak nyokap bokap gua aja bahas nikah-nikah mulu”


“gak nguruss,,udah sana cabut lo”


“iya iyaaa,,tapi hati-hati loh,,ntar jatuh cinta” goda Bagus sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan Steve tak lupa dia meninggal obat dan vitamin untuk Gaby


“bodo amat” ucap Steve singkat,,


“ckk kapan nih orang bangun,,” kesal Steve sambil menggaruk kasar rambutnya, dia berlalu keluar dari kamar pribadinya dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda


“time is money,,”


gara-gara insiden Gaby pingsan membuat tugasnya menumpuk, Steve sangat tidak suka pekerjaannya tertunda, yang ada di otak Steve hanya kerja, kerja dan kerja


“tu orang pingsan atau m*ti ya, kenapa gak bangun-bangun dari tadi” Steve melihat jam mahal yang melingkar di tangannya, sudah menunjukkan pukul 15.13 itu artinya sudah 2jam lebih Gaby tidur di kamar pribadinya


“mmmm nyaman sekaliii” Gaby menggeliat merenggangkan otot-otot nya yang terasa sangat kaku, tapi tunggu...dimana ini?


Gaby melihat sekeliling, sangat asing baginya,,apa ini di surga?? ini sangat enakkk,,kasurnya nyaman sekali,,tapi di surga apa ada kasur kayak gini?? ah bodo amat pikirnya,,yang penting ini sangat nyaman,,Gaby mengintari kasur empuk nan mahal itu dengan tubuhnya,,


“aaaa enak bangettt,,andai kasur di kamar gua seempuk ini,,” senang Gaby


“ehmm” terdengar suara deheman seseorang, Gaby kaget dan mencari sumber suara, matanya membelalak sempurna melihat Steve sudah berdiri tegap dengan mata tajam menatap kearahnya


“enak banget hidup kamu ya,,” sindir Steve, Gaby langsung bangkit dan


“aaawww” erang Gaby sambil memegang kepalanya


“gak usah pura-pura, saya sudah dengan baik hati membiarkan kamu tidur disini, sekarang kembali keruangan kamu dan lanjutkan pekerjaan mu, saya sudah mengirim laporan ke email kamu, segera periksa dan serahkan kepada saya sebelum jam pulang”


“cihh,,gak tau orang lagi sakit apa?? tetap ngasih kerjaan,,menyebalkan” kesal Gaby dalam hati


“kenapa masih disini???”


“iii iya ve,,saya akan segera keluar” ucap Gaby tak lupa dengan sumpah serapah yang hanya dia sendiri yang bisa mendengarnya


“oh ya,,itu” tunjuk Steve


“apa itu?” tanya Gaby heran


“liat aja sendiri”


“obatt,,obat siapa vee?” tanya Gaby heran, gak mungkinkan obat ini buat dia,,,


“obat kamu lah, masak obat saya, saya gak sakit-sakitan kayak kamu”


“ihiiiyyy ternyata bos nyebelin ini perhatian juga” senang Gaby dalam hati


“makasih vee” Gaby tersenyum senang


“jangan seneng dulu kamu, obat dan pemeriksaan akan dipotong dari gaji kamu”


Gaby langsung kaget, pemeriksaan apaan? perasaan gua gak kenapa-kenapa dah,,untuk obat?? mending gua beli di warung,,paling Cuma 1000 doank 1 biji


“kalau gitu tidak usah vee,,saya beli obat di warung saja nanti, yang penting gaji saya jangan dipotong”


“ambil obat kamu dan keluar dari ruangan saya sekarang” tegas Steve


“tapiiiii”


“gak ada tapi-tapian,,mau saya potong semua gaji kamu??” ancamnya


Gaby berdecak kesal, dia berjalan kasar sambil menghentakkan kakinya, gak ikhlas banget gaji di potong buat gini doank,,,


Steve mengurut kasar keningnya,,perempuan memang sangat menyusahkan,,harusnya dia mencari sekretaris laki-laki saja,,


“menyebalkan, baru kerja 2 hari udah kena potong gaji aja” rutuk Gaby sambil memegang kepalanya yang masih sangat pusing itu,,


“permisi,,” seseorang menegurnya dengan sangat lembut


“eh iya,,ada apa ibu, ada yang bisa saya batu??” jawab Gaby dengan sopan dan tak kalah lembut


“apa Steve ada diruangannya?”


“bapak Steve ada bu,,ibu dari mana ya? sudah buat janji bertemu sebelumnya?” tanya Gaby dia tidak tau kalau perempuan yang ada dihadapannya adalah Ibu dari pemilik Perusahaan tempatnya bekerja, yaitu Mommy Steve


“Oh maaf, saya ibunya Steve, apa saya perlu membuat janji untuk bertemu dengan anak saya?” ucapnya dengan senyum ramah


“Oh maaf ibu,,maaf saya tidak tau sebelumnya” Gaby menundukkan kepalanya, dia benar-benar tidak tau silsilah keluarga Wijaya itu


“tidak apa-apa, boleh saya masuk?”


“oh iya silahkan bu” Gaby mempersilahkan perempuan itu masuk tak lupa dia membukakan pintu untuknya


“cihh,,ibunya baik banget,,sedangkan anaknya??? egghhh” Gaby bergidik ngerii


“boleh juga,,,” ucap Mommy Steve tersenyum senang saat sudah masuk ke ruangan anak kesayangannya itu


Wah wahhh,, penasaran gak readers gimana kelanjutannya?? Stay tune yaaa


Jangan lupa like dan komen ya


Makasiihhh