The Stone Heart Is My Wife

The Stone Heart Is My Wife
Not Bad


huaaammm


Bangun gaby sambil mengusap-usap mata dan merenggangkan otot-otot pada tubuhnya


“ah sial,,mati lo gab,,,” ucap nya panik saat melihat jam tangan yang ada di depan meja kerjanya


“udah jam 7 ya amppuuuuuun, duh gimana nih? meeting jam 8 lagi, tamat lo gab, tamaaaaaatttt” kutuk gaby seraya membuka dan melanjutkan kerjaan nya yang terbengkalai


“mana lagi sih ini berkas buat meeting nya?” kesal gaby


“oh tuhaannnn,, kemana itu berkas,,,” mengacak kembali tumpukan berkas yang ada di meja


tiba-tiba terdengar suara yang tak asing di telinganya


“kamu mencari ini?” tanya orang itu


dengan cepat gaby menghadap arah datang nya suara


“steve” kaget gaby dalam hati sambil membuka matanya lebar-lebar


“sepertinya kamu memang tidak tertarik bekerja disini GABY SHAKIRA AINI” ucap steve dengan menekan kuat nama gaby


“maaf pak,,eh,, maaf ve,,saya tertidur, tapi saya janji bakal selesaikan semua berkas-berkas ini sampai jam makan siang nanti” janji gaby


steve tertawa sinis


“apa? jam makan siang?” tanya steve dengan wajah yang mematikan


“kamu pikir saya akan membatalkan meeting yang sangat penting ini?” sambil mengangkat berkas kearah gaby dengan wajah merah padam


“haiiii...ini hidup mati perusahaan, kamu pikir saya mau kehilangan segalanya hanya karena ketidak becusan kamu dalam bekerja?”


hahahahha steve kembali tertawa, namun kali ini wajahnya sangat dekat dengan wajah gaby


“jika kamu masih mau bekerja di perusahaan ini, buktikan di ruang meeting nanti, jika tidak, kamu saya berhentikan dengan cara yang tidak hormat” ucap steve sambil berlalu pergi meninggalkan gaby


gaby menelan salivanya kuat, ketakutan muncul di wajah cantik itu, dia tau bahwa meeting kali ini adalah meeting yang sangat penting dan memang betul kata steve, meeting itu merupakan hidup mati perusahaan


“tenang gab,,tenang,,lo pasti bisa” ucap gaby sambil menarik dan melepas pelan nafasnya


“sekarang jam 07.07, gua masih punya waktu 53 menit lagi,, gua pasti bisa” yakin gaby dalam hati


Gaby membuka satu persatu berkas yang ada di hadapannya dan berusaha menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah tertunda


sementara itu,


steve didalam ruangan kerjanya sibuk mengutak atik laptop yang ada di hadapannya, ya,,,steve sedang menyiapkan rencana untuk menghadapi meeting yang sebentar lagi akan di mulai


“memang tak ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri steve” ucapnya pada diri sendiri


steve salah besar telah memberi kepercayaan kepada gaby untuk menyelesaikan semua berkas-berkas penting perusahaan, selama ini steve memang tak pernah mempercayakan pekerjaan penting kepada siapapun termasuk asisten pribadinya, karna dia merupakan tipikal orang yang menyelesaikan sendiri tugas-tugas yang menurutnya sangat rawan untuk dirinya maupun perusahaan.


Gaby & steve sibuk dengan laptop dan tumpukan berkas-berkas yang ada di hadapan mereka masing-masing, tak terasa 45 menit telah berlalu, steve telah menyelesaikan pekerjaannya dan masuk kedalam ruangan pribadinya untuk membersihkan diri


sementara itu gaby masih sibuk dengan laptop nya


5 menit berlalu


steve keluar dari ruangan nya, kini yang dikatakan dengan bidadara itu memang ada, semua pasang mata yang ada menatap kagum dan tergila-gila kearah steve, bahkan laki-laki pun sekalian


“mengapa bos kita sangat tampaaannn” rengek alisya salah satu karyawan, sambil memegang pipinya


“ada satu lagi yang sempurna di ruangan ini” ucap ranggo sambil mengalihkan pandangannya ke arah gaby, semua karyawan yang ada di dekatnya mengikuti arah mata ranggo


“issshhh apasih” ucap alisya cuek sambil kembali duduk dan menatap layar komputer di depannya


“tau tuh,,,sempurna juga gue” kesel megi sambil mengarahkan semua karyawan untuk duduk dan memulai pekerjaan mereka masing-masing karena jam kini sudah menunjukkan pukul 08.00


“akhirnya,,,” syukur gaby


“mari kita tunjukkan sama si tua itu, siapa kita sebenarnya” ucap gaby sambil tersenyum dan mendekap laptop kearah dadanya


gaby segera mengambil langkah seribu menuju ruangan meeting, dengan nafas terengah engah gaby duduk di kursi yang berdampingan dengan steve, steve menatap gaby tajam dengan sudut matanya, gaby tak menghiraukan, dia sibuk menata baju dan rambut nya, sesekali gaby mencium bau nafas pada mulut nya


“hmm masih wangi” ucapnya dalam hati


*** kau sungguh jorok gab,,habis bangun tidur tidak menggosok gigi xixixixi (kan elu yang bikin gua jadi begini maemunaahhh) auto di timpuk nih author sama si gaby hehehe


“tidak bisakah kamu membersihkan diri sebelum memulai meeting?” bisik steve geram ke telinga gaby


gaby menggertakkan giginya dan menatap tajam kearah samping


“jika bukan karna lo, gua gg bakal kayak gini” kesel gaby dalam hati


“selamat pagiii,,,maaf saya terlambat 5 menit” ucap Bayu sambil membungkuk


semua anggota meeting termasuk steve dan gaby bangun dari duduknya dan membalas bungkukan bayu, bayu adalah klien yang sudah sangat lama diincar oleh steve dan kali ini dia mempunyai kesempatan untuk bekerja sama dengan Bayu Putra Triatmaja itu.


2 jam berlalu


“Terimakasih tuan, saya akan berusaha semaksimal mungkin” ucap gaby sambil membalas salaman dari Bayu


“saya percaya dengan anda nona gaby” senyum indah terukir di bibir bayu lengkap dengan anggukan yakin sebagai bentuk apresiasi atas rencana dan kerjasama nya dengan perusahaan Wijaya itu


“semoga semua berjalan lancar steve” ucap bayu sambil mengarahkan tangannya untuk berjabat dengan steve, steve membalas jabat tangan bayu dan tersenyum bahagia


“iya tuan,,pasti semua berjalan dengan lancar” jawab steve yakin


“kalau begitu saya permisi dulu” undur diri bayu


“oh iya mariii,,silahkan tuan” ucap gaby sambil mempersilahkan dan menuntun bayu berjalan kearah pintu keluar di ikuti oleh steve dan asisten pribadi bayu


“hati-hati tuaannn” teriak gaby dengan lambaian tangan bahagia mengiringi kepergian bayu


“jangan senang dulu, semua akan telihat behasil jika sudah finishing bukan starting” steve memperingati


“ck” umpat gaby kesal


“gua juga tau, setidaknya gua udah berhasil dalam meeting yang penting itu, dalam waktu yang singkat lagi, bukannya muji, malah gini” gerutu gaby dalam hati


“yaudah kalau gitu saya permisi mau ke ruangan dulu” pinta gaby sambil berlalu cepat meninggalkan steve


steve tak menjawab, dia hanya melihat kepergian gaby dan tersenyum senang


“yes,,,not bad,,gua gak salah pilih” kali ini steve tersenyum sangat lebar


--- Jangan lupa like dan komen ya readers,


oh ya,, author juga punya novel lain loh,, judulnya “My Mom and My Girlfriend, Novel ini bercerita tentang seorang laki-laki yang berusaha menyelamatkan Mommy dan Girlfriend nya serta memecahkan teka teki yang membuat orang-orang yang disayangnya itu menderita..jangan lupa mampir ya,,, Kasih bintang jugaa ;) hehe


Maaciaaawwww ---