
“Bangun,,,dasar pemalas,,sejak kapan anak gadis bangunnya jam segini” teriak gaby membangunkan karin sahabat nya yang dianggap bak anak sendiri itu
“Oh tuhan gaby,,,” teriak karin sambil melemparkan bantal kearah gaby
“Bangunnn,,ayok banguuunnn” sambil menarik tangan karin yang mencoba untuk tidur
kembali
“Rin,,,bangun gg? gua itung sampe 3 ya,,” ancam gaby, mendengar ancaman dari sahabatnya itu karin langsung bangun dengan mata yang masih tertutup
“Iya, iya,, ini gua bangun" jawab karin lemah sambil menguap pertanda masih mengantuk
“Makanya jangan pulang larut malam, jadi susah kan bangun paginya” nasehat gaby sambil memberikan handuk berwarna pink itu kepada karin
“jam berapa sih gab?” tanya karin sambil mengusap usap kedua matanya
“jam 8” jawab gaby singkat
“Whaaaaaaat?” teriak karin sambil melihat jam dinding kosan nya, dengan langkah seribu langsung berlari menuju kamar mandi, gaby menahan tawanya, seketika dia mengubah jam dinding itu dengan angka 06.30
“hahahaha siapa suruh kelayapan kemaren malam” bisik gaby pada jam dinding di tangannya
10 menit berlalu, dengan tergesa gesa karin keluar dari kamar mandi, dia kaget melihat gaby yang masih di dalam kamar kos
“Gab,,koq lo masih disini? kenapa belum berangkat, nanti telat lo” ucap karin sambil bergegas mencari baju kerjanya
“iya,, bentar lagi” jawab gaby sambil mengunyah roti panggang dengan omlet telur dan berbagai macam sayuran
“koq bentar lagi? emangnya elo masuk jam berapa?” tanya karin lagi, gaby mencoba menahan tawanya saat melihat karin kewalahan memakai baju dan make up nya.
“hati-hatiii,,ntar cemong loh make up nya” sindir gaby masih menahan tawa
“biarin aja gab,,dari pada gua di marahin si tua bangka itu gara-gara telat lagi lagi dan lagi” ucap karin yang sekarang sudah memakai kaus kaki dan sepatu hills nya
“kenapa buru-buru sangat rin? lihat itu dulu” tunjuk gaby ke arah jam dinding sambil tertawa terbahak bahak, ya,, kali ini dia tidak dapat lagi menahan tawanya melihat karin yang sudah memegang gagang pintu untuk segera berlari menuju kantor nya.
melihat arah telunjuk gaby membuat karin tak kuasa menahan amarahnya,,
buuuurrr sebuah tas jinjing yang biasa di kenakan karin melayang kearah gaby, sontak gaby menghindar dan duaaaarrr semua isi yang ada dalam tas mewah karin itu berserakan
tawa gaby terhenti seketika saat kedua bola matanya menatap sebuah barang yang telah berserakan di lantai itu, karin yang juga melihat hal itu langsung bergegas mengambil dan menyembunyikan dari gaby
“rin,,,apa itu?” tanya gaby tak percaya
“bukan apa-apa gab” jawab karin dengan muka yang mulai pucat pasi
“sini,,berikan sama gua, biar gua liat" pinta gaby seraya berusaha mengambil benda itu dari tangan karin
karin menghindar dan masih menutupi benda itu agar tak dilihat langsung oleh gaby, gaby yang sudah tidak tahan melihat karin menyembunyikan benda itu seketika diam.
“ini bukan apa-apa, dan gg seperti yang elo bayangkan” ucap karin sambil berlalu meninggalkan gaby, gaby menahan kepergian karin
“siapa? siapa yang udah lakuin itu?” tanya gaby dengan tatapan kosong, suara dan muka datar, karin tak menjawab, dia hanya diam sambil menatap lantai kosannya
“siapaaaaaa?” tanya gaby lagi dengan suara yang sangat keras membuat karin gemetar ketakutan
“siapa rin? gua tanya siapaaaa?” bentak gaby sambil memegang kedua pundak karin, tiba-tiba air mata mengalir di pipi karin
“kenapa lo nangis? jawab tanya gua, siapa laki-laki itu??? siapaaaaa?” lagi lagi gaby mengeraskan suaranya dan mencekam kuat pundak karin, karin menangis semakin keras, pasalnya gaby tidak pernah melakukan hal seperti ini jika karin tak berbuat atau bertingkah diluar kewajaran, tubuh karin gemetaran, dia memegang tangan gaby dan memberanikan diri menatap mata gaby
“ma,,maa,,afin gu guaaa gab” ucapnya terbata-bata, gaby melepaskan cengkraman nya dari pundak karin, perlahan gaby berjalan menjauhi karin
“gab,,gab,,gua minta maaf gab,,gua mohon maafin gua” ucap karin sambil mengikuti langkah gaby dan memegang baju nya dari arah belakang. gaby duduk kembali di kursi tempat dia makan tadi
“bilang sama gua siapa laki-laki itu rin” tanya gaby dengan nada yang lembut tanpa melihat karin
“Alex gab” jawab karin dengan masih sesegukan dan menangis, mendengar nama itu membuat larva panas pada tubuh gaby memberontak ingin keluar, dia diam dan menahan amarah yang seperti mengalahkan bom yang terjadi di hirosima dan nagasaki itu.
"Dia lagi???? " tanya gaby sambil mengatur nafasnya yang seketika tak lagi beraturan seperti habis berlari sekeliling kosan
“gua pergi, makan lah dahulu sebelum lo berangkat” ucap gaby sambil berlalu pergi, karin hanya diam dan menatap kepergian gaby
“maafin gua gab,,” ucap karin diikuti dengan deraian air matanya
------
“Gaby Shakira Aini, seperti ini kah kamu memulai pekerjaan pertama mu?” sambil melemparkan map kearah gaby, gaby hanya diam dan menunduk
“Bahkan tugas semudah itu kamu tidak bisa melakukannya, apakah benar saya telah salah memilih mu sebagai sekretaris pribadi saya?” ucap steve lagi
“Maaf pak,,ini yang terakhir, saya tidak akan melakukan kesalahan lagi untuk kedapannya” jawab gaby pelan sambil menunduk dan memegang kedua tangannya
“tak mungkin menjilat ludah sendiri” pikirnya dalam hati, pasalnya dia sendiri yang telah memilih gaby sebagai sekretaris pribadinya, bahkan kandidat lain pun jauh lebih unggul dari gaby, tapi dia tetep kekeh memilih gaby dengan alasan hanya gaby yang berpenampilan sopan dan tidak genit seperti kandidat lainnya, ya,,alasan itu hanya steve yang tau, tidak mungkin dia memberi tahu alasan itu kepada daddy nya, bisa-bisa dia dinikahkan paksa karna ketahuan menjauhi yang namanya perempuan.
“ya sudah, kali ini kamu saya maafkan, jangan sampai melakukan kesalahan lagi, saya tidak suka dengan itu” ucap steve sambil menunjuk pintu
“baik pak” jawab gaby dan berlalu keluar ruangan steve
steve menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi putar kesayangannya, dia memegang kepalanya kuat,,
“aaaghhrrrrr,, wanita memang menyusahkan, tidak bisakah dia meng handle pekerjaan semudah itu? bagaimana jika dia tidak bisa bekerja dengan baik disini?” tiba-tiba bayangan terlintas di mata steve, seorang perempuan seksi dengan baju dan rok yang kekurangan bahan memasuki ruangan nya, berlenggak lenggok bak model dengan dandanan yang menor berjalan kearah nya dan duduk di pangkuan nya, mengalungkan tangannya di pundak steve dan mengedipkan sebelah matanya
“aaaaaaaaa tidak tidak tidak” seketika steve tersadar fikiran anehnya dan berlari dari kursi putar itu dengan nafas terengah-engah, tiba-tiba pintu ruangan steve terbuka, dia menelan salivanya kuat, jangan sampai apa yang barusan di fikirkannya terjadi dengan nyata, dengan mata yang terbuka lebar dan dengan penasaran dia melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya itu
“pak...pak..”
tiba-tiba suara seorang perempuan mengagetkan nya, suara itu begitu dekat, steve kembali menyadarkan dirinya dan yaa,,
“aaaaa” steve terkejut, dia berteriak seperti melihat setan dan berlari ketakutan namun naas kaki nya tersandung kursi dan duuuaaarr tubuh sixspack stevemendarat di kursi
“siii siiiapa kamu?” tanya steve gemetaran
“saya gabi pak” jawab gaby bingung,
“perasaan baru 5 menit yang lalu deh gue keluar dari ruangan dia, kenapa dia bisa lupa? apa dia udah pikun?” tanya gaby dalam hati
steve mendapat kan kesadarannya kembali, lagi lagi dia memegang kepalanya
“sialll,,kenapa lo tanya dia siapa” bentaknya dalam hati
“pak,,apakah bapak baik-baik saja?” tanya gaby memberanikan diri
“ya,,saya baik-baik saja” jawab steve singkat sambil menggingit bibir bawahnya kesal
“apakah dia berfikir aku gila?” tanya steve dalam hati
“baiklah pak,,kalau begitu saya permisi” pamit gaby sambil melangkah keluar, baru beberapa langkah kedepan, tiba-tiba langkah gaby terhenti
“tunggu” ucap steve “apa kamu berfikir saya tidak waras atau menderita penyakit aneh?” tanya steve,,yaaa steve memberanikan diri bertanya, soalnya dia merasa telah seperti orang gila berteriak dan bersikap aneh di depan sekretaris barunya itu
“tidak pak” jawab gaby singkat
“bagus lah” ucap steve singkat juga
gaby kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti keluar ruangan steve
“tunggu” lagi lagi steve menghentikan langkahnya, gaby melepas keras nafasnya dan mengepalkan jari jari mungilnya
“apalagi sihhhhhh, kalau begini terus gua jadi curiga sama dia,,atau jangan jangan benar dia rada gilaa” gerutunya dalam hati
gaby membalikkan badannya dan berkata
“iya pak, ada apa lagi pak?” tanyanya sambil tersenyum mengepalkan gigi
“saya bukan bapak kamu, jangan panggil saya bapak, kamu pikir saya sudah sangat tua sampai kamu memanggil saya bapak” kesal steve sambil membuka map yang ada di meja kerjanya
“sabar gab,,,sabaarrrr, masih hari pertamaaaa” ucapnya sambil mengelus dada
“jadi saya harus memanggil dengan apa pak?” tanya gaby pelan menahan emosinya
“bapak lagi bapak lagi, saya sudah larang kamu memanggil saya dengan sebutan itu” marah steve sambil menatap tajam arah gaby
“maaf” jawab gaby sambil menunduk
“vee,, panggil saya dengan sebutan itu”
“veee?? veee apaan?” gerutu gaby dalam hati
“kenapa kamu diam?” tanya steve
“ah maaf,,baik,,saya akan memanggil dengan sebutan itu” jawab gaby
“kamu boleh pergi” pinta steve
“baik” jawab gaby sambil berjalan cepat kepintu keluar
“jangan sampai dia memanggil gua lagi” gerutu nya dalam hati
--- Jangan lupa like dan komen ya readers, oh ya,, author juga punya novel lain loh,, judulnya “My Mom and My Girlfriend, Novel ini bercerita tentang seorang laki-laki yang berusaha menyelamatkan Mommy dan Girlfriend nya serta memecahkan teka teki yang membuat orang-orang yang disayangnya itu menderita..jangan lupa mampir ya,,, Kasih bintang juyaa ;) hehe
Maaciaaawwww ---