The Stone Heart Is My Wife

The Stone Heart Is My Wife
Tepat jam 12.00


“iya,,selamat” ucap adi wijaya (daddy Steve) melalui sambungan televon nya


steve tertawa bahagia


“bagaimana dad? apakah aku salah pilih sekretaris pribadi kali ini?” tanya steve dengan bangga


“tidak,,tidak ada yang salah steve” jawab adi wijaya berat, bukan dia meragukan kecerdikan gaby dalam menangani meeting penting itu, melainkan keinginan adi wijaya untuk segera menikahkan putra bungsunya


“benarkah dad??” tanya steve lagi, steve paham betul bagaimana raut wajah daddy nya saat ini, pasti daddy nya sangat malu karna telah meminta steve mengganti gaby, padahal gaby sangat ahli menjadi sekretaris pribadi


“iya anakku, sudah ya,,sekali lagi selamat untuk kamu, jangan sampai lengah, banyak yang akan mengambil kesempatan jika kamu lengah sedetik saja” nasihat adi wijaya


“baik dad,,steve akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak melakukan kesalahan dalam proyek yang sangat besar ini” jawab steve meyakinkan daddy nya


“baik lah nak, daddy tutup ya telvon nya, daddy juga ada meeting sebentar lagi” undur diri adi wijaya


“baik dad” jawab steve


telvon antara ayah dan anak itu berakhir, steve melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja


“kenapa kursi dia kosong?” tanya steve dalam hati, sambil melihat ke segala arah mencari asisten pribadinya itu


“kemana dia?” sambil melihat jam tangannya, jam baru menunjukkan pukul 10.50 wib


steve merogoh kantong celananya, mengambil telvon genggam nya dan menelepon seseorang


(drrrrr drrrrr drrrrrrrr)


terdengar getaran suara handphone di meja kerja gaby, steve melihat sumber suara


“sial, dia ninggalin handphone nya lagi, kemana dia? bukannya sekarang belum waktunya istirahat? kenapa dia meninggalkan ruangan pada jam kerja begini? sangat tidak patut untuk di contoh” kesal steve


“na nana nana naaaa” terdengar suara lantunan nyanyian bak di dalam kamar mandi


ya,,, gaby datang dengan penuh kegirangan memasuki ruangannya, tanpa dia sadari sepasang mata menatap tajam kearah nya


“astaga kagetttt” ucap gaby saat melihat steve berada tepat di depan matanya


“dari mana saja kamu?” tanya steve dengan tatapan mematikan andalannya, seperti menghakimi maling jemuran


“maaf pak, saya dari toilet,, iyaaa,, dari toilet” jawab gaby gelagaban


“nih orang kenapa sih? kenapa dia natap gua gitu banget? emangnya gua bikin kesalahan atau apa gitu???” tanya gaby dalam hati


“paaaaakkkk?” tanya steve keras sambil membulatkan penuh kedua matanya


“ehh,, maaff,,iyaaaa veee,, maaf saya tadi dari toilet” jawab gaby


“mana laporan kamu?” tanya steve sambil mengulurkan tangannya


gaby tak menjawab, dia hanya diam


“duhhh,, ni orang gak bisa ngasih nyawa sedikit apa? gua belum makan cukk dari kemaren,gua laper, kepala gua juga pusing, malah minta laporan” kesal gaby, lagi-lagi hanya menggerutu sendiri dalam hati


“saya tunggu sampai jam 12.00, laporan itu sudah ada di meja saya” tegas steve sambil berjalan menuju ruangan nya


“maaf ve,,” ucap gaby menghentikan langkah steve, steve tak berbalik, gaby kini berbicara dengan punggung atasannya itu


“apa boleh laporan nya besok saya kumpul? atau setidaknya nanti sore?” tanya gaby pelan, takut steve atasannya itu marah bak petir yang menggelegar di siang bolong


“boleh” jawab steve singkat


seketika senyuman merekah indah di bibir sexy gaby


“alhamdulillah,,ternyata si tua ini baik juga” syukur gaby bahagia


“tapi besok kamu tidak usah lagi datang ke sini” tambah steve


“kenapa dia begitu kejam?” kesal nya


“maksud nya ve?” tanya gaby, mencoba menahan emosinya


“kamu saya pecat” jawab steve, dan kini bukan lagi punggung steve yang di lihatnya melainkan wajah tampan nan kejam


“tapi ve,,” sanggah gaby, namun steve memotong omongan gaby


“tidak ada tapi-tapian, jika kamu memang masih ingin bekerja disini, selesaikan laporan kamu tepat jam 12.00” tekan steve


“jika tidak,,maka ini hari terakhir kamu bekerja disini” tambah steve yang langsung pergi memasuki ruangan kerja nya dan menutup pintu dengan sangat keras, membuat gaby kaget


“apasih mau nya dia? apa yang ada di kepalanya Cuma laporan laporan dan laporan?” kesal gaby


“gua lapar,,,gua belum makan dari kemaren malam, kepala gua juga pusing, lo pikir nyelesaikan laporan meeting tadi pagi tidak membuat gua lelah? lo pikir gua robot yang bisa lu perintahkan sesuka hati lo dan harus selesai sesuai kehendak lo?” umpat gaby


tanpa gaby sadari, umpatannya itu di dengar oleh steve, karna ruangan gaby sudah di sadap oleh steve jauh-jauh hari semenjak dia mempekerjakan sekretaris pribadi


steve terdiam mendengar umpatan gaby, dia hanya menatap kearah ruangan gaby


“apa gua terlalu kejam ya?” tanya steve dalam hati


“ah terserah la, bukannya kemaren dia sendiri yang bilang akan mengumpulkan semua laporan siang ini? kenapa jadi gua yang di salahin?” tanya steve kesal pada diri nya sendiri


“auuu,,sssttt duh,,sakitt banget nih kepala” rengek gaby


“udah jam 11.00, tinggal satu jam lagi buat gua nyelesaikan semua laporan-laporan ini” ucap gaby


“lo pasti bisa gab,, bisaaa” semangat gaby pada diri sendiri


gaby membuka satu per satu berkas laporan itu dan menyelesaikan semua laporan dengan tepat waktu, meski kepala nya sudah serasa mau pecah dan perut nya nyeri kesakitan


“yes,,gua selesai” ucap gaby sambil mengambil semua laporan itu dan membawa keruangan steve


“tok tok” gaby mengetuk pintu dengan sangat pelan, karna tak ada lagi tenaga yang tersisa dalam tubuh nya, bibir nya pun kini sudah pucat pasi


“masuk” jawab steve tanpa melihat kearah gaby, dia fokus mengutak atik laptop yang ada di depan meja kerjanya


“ini laporannya ve” ucap gaby lembut sambil meletakkan berkas-berkas itu di meja kerja steve


“sudah semua kan?” tanya steve


“mmm” jawab gaby singkat yang membuat steve kesal


“tidak adakah kata-kata yang bisa dia ucapkan selain “mmm?” kesal steve dalam hati, steve kini mengalihkan pandangan nya kearah gaby


“tidak bisakah kamu menjawab selain dari “mmm?” ” tanya steve kesal


gaby tak menjawab, ruangan seolah olah menari nari di pandangannya, semua buram, tak ada yang dilihat nya selain dinding yang berlarian


“heyy” bentak steve keras membuat gaby terkejut dan burrrrrrrrr


dengan sigap steve meraih gaby dan mendekap tubuh gaby kearah nya


gaby pingsan, badan nya panas


“hai,,bangunn,,gab,,,banguuunnn” ucap steve sambil menepuk-nepuk pipi gaby


*** cieee dipeluk steve cieeee 😁😂


--- Jangan lupa like dan komen ya readers, oh ya,, author juga punya novel lain loh,, judulnya “My Mom and My Girlfriend, Novel ini bercerita tentang seorang laki-laki yang berusaha menyelamatkan Mommy dan Girlfriend nya serta memecahkan teka teki yang membuat orang-orang yang disayangnya itu menderita..jangan lupa mampir ya,,, Kasih bintang jugaa ;) hehe


Maaciaaawwww ---