
Rumah Keluarga Brown, Pukul 08.00 Pagi
"Menurutmu bagaimana sayang Ara dengan Lian?"tanya Paul.
"Aku tak tau sayang, sepertinya Ara masih trauma dengan kejadian dulu. Aku tak mau memaksakan ke mereka."balas Allie sambil menyiapkan sarapan untuk suami tercintanya.
"Trauma apa Ma?"tanya Lian.
Allie dan Paul kaget karena Lian tiba - tiba sudah ada di rumah mereka, dan mereka saling menatap mata seakan - akan tidak mau menjawab pertanyaan Lian.
Alllie menghela nafas, dan mengucapkan, nanti kamu juga tahu nak. Allie beranjak dari kursi untuk membuatkan suami dan anaknya kopi hitam.
"Lian, kamu sendiri bagaimana dengan Ara?"tanya Paul.
"Tak tahu Pa, Lian pikir bukan Ara yang akan dijodohkan untuk Lian."balas Liang dengan santai.
Baik Paul dan Allie tidak membahas kembali mengenai perjodohan itu, karena mereka paham Lian pasti akan tidak akan terima.
Tiba - tiba handphone Allie berdering..
"Julie.. Ada apa pagi - pagi menelepon?"tanya Allie.
Seketika Paul menaruh koran yang dibacanya, dan melepaskan kacamata yang dipakai. Dengan seksama Paul mendengarkan pembicaraan antara Allie dan Julie. Setelah Allie memutuskan panggilan di handphonenya, Paul bertanya, ada apa dengan Julie.
"Sepertinya diganggu lagi"ucap Allie.
"Ma, Pa, Ada apa dengan Ara?"selidik Lian
Paul tidak menjawab apapun hanya berdiri dan meninggalkan meja makan.
Allie hanya mendesah pelan dan menjawab,"Ara pernah diculik oleh rekan kerja Om Ken, dan mengalami kecelakaan hingga trauma dan hilang ingatan. Kejadiannya sudah lama sekali. Anak dari rekan kerja Om Ken ingin membalas dendam kepada keluarga Om Ken karena tidak terima Ayahnya dipenjara seumur hidup." Lian hanya terkesiap mendengar penjelasan dari mamanya.
Paul kembali ke ruang makan dan mengajak Lian untuk berangkat sekarang karena takut terlambat untuk meeting pagi ini. Meeting pagi ini yang membuat Lian datang pagi menjemput ayahnya.
Rumah Keluarga Minamoto, Pukul 08.00
Julie masuk ke kamar Ara, dan membuka tirai jendela.
"Pagi Sayang, ayo bangun"kata Julie sambil mencium kening Ara.
"Iya Mom, aku langsung mandi saja"ucap Ara sambil memeluk Ibunya.
Julie langsung turun ke ruang makan dan menemani Ken. Tiba - Tiba Pak Gin, kepala rumah tangga keluarga Minamoto, datang dan membisikan sesuatu ke telinga Ken, seketika muka Ken merah karena menahan marah. Julie yang melihatnya paham betul apa yang terjadi dan menepuk tangan Ken agar dapat meredam kemarahannya. Ingat masih ada Ara di rumah, ucap Julie mengingatkan Ken. Dan Ken menganggukan kepala.
Tak lama kemudian Ara bergabung dengan orangtuanya di meja makan, telah tersaji makanan kesukaan Ara, sandwich tuna dengan mayonaise dan keju yang berlimpah serta secangkir coklat panas. Tak menunggu lama Ara mengambil 2 porsi sandwich dan melahapnya dengan cepat. Julie menggelengkan kepalanya melihat anaknya seperti anak kecil. Anak semata wayangnya, dan tiba - tiba Julie membayangkan kejadian Ara diculik yang membuatnya bergidik.
"Dad, kira - kira toko akan selesai berapa lama lagi?"tanya Ara dengan senyum sumringahnya.
"Kamu ini benar - benar sudah tidak sabar ya"balas Ken sambil tertawa lepas.