
Willian Brown, merupakan seorang pria dengan kekayaan yang tidak terhitung, pria lajang berumur 30 tahun mempunyai Brown & Brown yang merupakan perusahaan yang dirintis oleh Lian, panggilan akrab yang digunakan oleh teman - teman terdekatnya, sejak 5 tahun yang lalu.
Selasa, 04 Agustus 2020, Pukul 08.00
*alarm pagi berbunyi*
Hmmm, kepalaku kenapa pusing sekali, batin Lian sambil mematikan alarm disamping tempat tidurnya.
Tok, tok, tok..
"Masuk" seru Lian.
"Selamat Pagi Tuan Lian, kopi Anda sudah saya siapkan di meja kerja Anda" kata Steven, kepala pembantu rumah tangga yang telah ikut bersama dengan Lian sejak 7 tahun yang lalu.
"Ya" balas Lian.
Sejenak Lian memandang langit - langit kamarnya dan memikirkan apa memang sudah waktunya untuk memiliki seorang istri. Lian mengambil handphone miliknya dan mencari kontak yang tertulis Ibu Suri. Lian segera menelpon Ibu Suri, yang tak lain adalah Ibunya, Allie Bissett, yang berarti kaum bangsawan dalam bahasa Skotlandia.
"Pagi Mama, bagaimana tidurmu?"kata Lian.
"Tumben sekali Nak, kamu menelpon mama pagi - pagi" sahut Alllie.
"Ma, ini yang terakhir kalinya, hanya makan malam ini aku ikut. Tidak ada perjodohan berikutnya, biarkan aku memilih sendiri."kata Lian dengan tegas.
Huuhh, keluh Allie setelah berbicara dengan Lian.
"Sudah kubilang padamu, anak itu keras kepala sekali. Jangan terlalu dipaksa, nanti juga dia akan mendapatkan calonnya sendiri." kata Paul Brown, suami dari Aliie, sambil mengelus tangan Allie.
"Aku paham sayang, tapi tahun ini dia sudah berumur 30 tahun. Aku hanya takut dia tidak normal, hanya itu saja. Dia tidak pernah membicarakan tentang wanita manapun, yang dipikirannya hanya kerja dan kerja"balas Allie.
"Sabar sayangku!" balas Paul sambil memeluk Allie dari belakang dan mencium pipi istrinya.
Semoga apa yang Mama bilang benar, ini yang terakhir kalinya, perjodohan ini membuat aku tak nyaman, batin Lian.
Dengan malas Lian mengangkat badannya dari tempat tidur dan berjalan ke ruang kerjanya untuk mengambil kopi dan koran yang telah disiapkan oleh Steven dan membawanya ke teras belakang. Setelah duduk di teras belakang, Lian memegang handphone miliknya dan menelepon Adam sekretaris pribadinya.
"Adam, hari ini tolong majukan semua jadwalku, Pukul 18.00 saya harus sudah ada di rumah Om Ken!"info Lian.
"Baik Pak, akan saya rubah jadwal Anda. Apa ada lagi Pak?"tanya Adam.
"Satu lagi, tolong siapkan 1 buket bunga mawar pink untuk Tante Julie dan 1 kotak coklat"singkat Lian dan mematikan teleponnya.
Aku masih penasaran seperti apa anak dari Om Ken, sudah lama sekali aku tidak melihatnya lagi. Sambil terkekeh Lian mengingat saat kecilnya dulu sering mengusili Ara. Semoga dia masih suka dengan coklat, batin Lian dan menyeruput kopi hitamnya.
Setelah Lian membaca koran selama 15 menit, Lian beranjak ke kamarnya kembali untuk mandi dan siap - siap pergi ke kantor. Saat masuk ke kamarnya, Steven telah selesai menyiapkan baju kerja lengkap untuk Lian, dan baju ganti untuk acara makan malam nanti.