Stand By Your Side

Stand By Your Side
Pertemuan Kembali


Lian melihat jam tangannya, dan astaga batin Lian


Waktu sudah menunjukan pukul 18.15, haish, mama akan marah, lebih baik aku telepon mama lebih dulu, batin Lian dan langsung menghubungi Ibunya. Yang terdengar oleh Lian hanya nada sambung, mencoba sekali lagi tetap sama nada sambung. Teleponnya tidak diangkat oleh mama, lebih baik aku tinggalkan pesan, ujar Lian.


Ma, aku terkena macet, kurang lebih 1 jam lagi aku sampai.


Maaf Ma, aku tidak ada maksud apapun, kondisi jalan yang tidak memungkinkan.


Aku akan tetap ke rumah Om Ken.


Pesan terkirim.


"Semoga Mama mengerti" ucap Lian.


Lian menyalakan audio mobil, dan menyambungkan dengan bluetooth handphonenya, memutarkan playlist kesukaannya.


Lian memlih lagu Ed Sheeran - I Don't Care.


Yes, lagu mood booster dan Lian memulai nyanyi..


I'm at a party I don't wanna be at


And I don't ever wear a suit and tie


Wonderin' if I could sneak out the back


Nobody's even lookin' me in my eyes


Then you take my hand


Finish my drink, say, "Shall we dance?" Hell, yeah


You know I love you, did I ever tell you?


You make it better like that


Di rumah Ken Minamoto


"Maaf ya Julie, sepertinya Lian akan terlambat, Lian baru saja mengirimkan pesan bahwa terkena macet" kata Allie sedih.


"Tenang saja Allie, Ara juga belum sampai. Yuk kita ke dapur, biarkan suami kita berbicara. Paul, kau ingin minum apa?" kata Julie kepada Paul.


"Teh saja Jul, terima kasih"jawab Paul.


"Dan kau Ken, mau apa?"tanya Julie.


"Ayo Allie, kita buatkan minuman untuk mereka"ajak Julie sambil menggandeng tangan Allie menuju ke dapur.


"Mari Paul, kita ke ruang baca"ajak Ken ke Paul dan mereka menuju ke ruang baca yang terletak di belakang tangga rumah.


10 menit kemudian..


"Aduh, pakai acara mogok segala ini motor! Lebih baik aku menelepon Papa."ucap Ara.


Ara mengambil handphonenya, dengan segera mencari kontak ayahnya, My Man, dan menelepon.


"Ya sayang, kamu dimana? Kenapa belum sampai juga?"tanya Daddy.


"Dad, motorku mogok, tidak bisa distarter. Daddy bisa jemput aku?"tanya Ara.


"Astaga Nak, bisa.. bisa.. Kamu dimana sekarang? Kasih tau Daddy, Daddy jemput sekarang!"jawab Daddy.


"Jangan kamu matikan telepon, bicara terus ke Daddy!" lanjut Daddy bicara ke Ara.


"Paul, ayo bantu aku, motor Ara mogok!"seru Ken.


"Posisinya dimana?" kata Paul.


"Bath Road"balas Ken.


"Sebentar, Aku telepon Lian juga, siapa tahu Lian lebih dulu sampai ke tempat Ara" jawab Paul


Paul mengambil handphonenya dan menelepon Lian.


Lian terkejut saat Paul menelepon, dan langsung mengangkat.


"Ya Pa, aku masih di jalan,"jawab Lian.


"Di jalan mana? Apa kamu sudah melewati Bath Road?"tanya Paul


"Belum Pa, ini baru mau menuju Bath Road! Kenapa Pa? kok panik begitu?"balas Lian.


"Ara kena musibah, motornya mogok di Bath Road, tolong Nak bantu Ara, kami tunggu di rumah Om Ken ya" jelas Paul dan memutuskan panggilan teleponnya.


Paul menepuk punggung Ken, memberitahu bahwa Lian yang akan membantu Ara dan menenangkan Ken.


"Tenang Ken, ada Lian. Kita tunggu mereka datang ya"sahut Paul.


"Terima kasih Paul"balas Ken sambil tersenyum.