Stand By Your Side

Stand By Your Side
Arnos Vale Cemetery


Dengan tertawa Lian berkata, motornya mogok, seperti apa dia sekarang.


5 menit kemudian, Lian menemukan Ara di pinggir jalan sedang duduk dan mengamati motornya.


"Ara?"ucap Lian.


"Ya, kamu siapa?"tanya Ara. Lian terkesiap melihat wajah paras Ara, cantik sekali dia, batin Lian dan menjadi salah tingkah.


"Ini aku Lian, kamu lupa tentang aku? Papa tadi menelepon dan karena aku yang paling dekat denganmu maka aku yang menolongmu"jelas Lian kepada Ara.


"Lian?" selidik Ara.


"Iya, ini aku Ara, Lian. Kamu lupa padaku?"jawab Lian dengan muka kecewa.


"Maaf Lian, Aku tidak ingat. Kau bisa membantuku? Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan motorku, tiba - tiba saja mesinnya mati."ucap Ara sambil menggaruk kepalanya.


"Aku juga tidak paham tentang mesin motor, aku sudah menelepon sekretarisku, dia akan mengurusnya! Ayo masuk ke mobil, Papa sudah menelepon terus agar langsung ke rumahmu."jelas Lian.


Dengan berat hati Ara bangun dari duduknya dan mengikuti Lian ke arah mobil. Lian membukakan pintu mobil untuk Ara, terima kasih Lian, ucap Ara dan Lian membalas dengan senyum dan menepuk kepala Ara.


Lian melajukan mobilnya, sepanjang perjalanan Ara berusaha mengingat tentang Lian, tapi hasilnya nihil dan membuat kepala Ara pusing. Ara menengok ke luar jendela sambil memijit pelipis kepalanya. Lian sempat menengok sebentar, menggelengkan kepalanya, dan kembali fokus mengendarai mobil.


Dan tidak sampai 15 menit mereka sudah sampai di rumah Ara.


Saat mereka akan masuk kerumah, Ara menarik kemeja Lian dan Lian menengok ke belakang.


"Kenapa Ra?"tanya Lian


"Maaf Lian, Aku benar - benar tidak ingat tentangmu."ucap Ara sambil meneteskan airmata.


"Tidak apa - apa Ra, ayo masuk, orangtua kita sudah menunggu!"kata Lian sambil menggandeng Ara masuk dan membuka pintu rumah.


"Ara!"seru Ken


"Daddy"ucap Ara sambil berlari ke arah ken dan memeluknya.


"Ara, ayo ke kamar dulu, bebersih dulu"ajak Julie sambil menggandeng Ara ke kamarnya.


Di Kamar Ara


"Nak, kamu tak apa? Kamu mengingat kejadian lalu?"selidik Julie.


"Tidak Mom, aku tak apa"balas Ara lemas.


"Tidak apa - apa sayang, jangan dipendam sendiri. Ara memang anak kuat, menangis boleh lho Nak"ujar Julie sambil mencium kepala Ara.


"Thank you Mommy"balas Ara.


Setelah itu Julie meninggalkan Ara di kamar menuju ruang tengah. Julie menghampiri suaminya dan duduk di sebelahnya.


"Bagaimana Ara?"tanya Ken.


"Sudah tidak apa - apa"ucap Julie sambil menenangkan Ken.


Lian yang daritadi kebingungan melihat reaksi orangtua mereka, dan berpikir ada apa dengan Ara bukannya hanya motor mogok di jalan. Tapi Lian enggan untuk bertanya sebetulnya ada apa sampai mereka sepanik itu.


Tak lama Ara turun dari atas dan bergabung dengan mereka, Julie mempersilahkan untuk ke ruang makan.


Ara mengambil tempat duduk di sebelah Julie dan berhadapan dengan Lian.


"Nak, tolong ambilkan makanan untuk Lian"pinta Julie kepada Ara.


"Iya Mom"balas Ara.


Ara mengambilkan beberapa lauk dan menaruhkan ke piring Lian, sekilas Lian menatap Ara.


Ara tersenyum kepada Lian, dan mengambilkan air minum juga untuk mereka. Lian membatin, cantik.


Ara mencoba untuk tetap tersenyum sepanjang acara makan malam tersebut, Lian pun sering melirik ke arah Ara hanya sekedar melihat paras wajahnya.