Stand By Your Side

Stand By Your Side
Epilog - Tiara Minamoto


Tiara Minamoto, yang lebih sering dipanggil Ara, seorang gadis berumur 22 tahun berdarah campuran yaitu Jepang dan Indonesia telah lulus dari Universitas Bristol tahun ini, sedang mematangkan rencananya untuk membuka sebuah toko roti kecil di ujung jalan Cotham Road.


Ara ingin menghasilkan pendapatan sendiri tanpa harus membawa atau menyandang nama besar keluarganya yaitu Minamoto.


Ayahnya, Ken Minamoto, merupakan pebisnis dalam bidang kontraktor yang telah melebarkan sayapnya hingga ke Benua Eropa.


Ibunya, Dr. Julie, merupakan seorang dokter bedah kecantikan yang terkenal di Jepang dan Korea Selatan.


Ara memang seorang yang perfeksionis, dia telah menentukan apa yang ingin dia capai untuk masa depannya. Toko roti yang telah diidamkan olehnya dari sejak SMP akan segera dia buat, dengan design interior toko dan dapur yang terlihat klasik tapi tidak terkesan kuno. Toko roti "AMO", ya toko rotinya akan dinamai seperti itu, mengambil nama dari potongan nama keluarganya.


Walaupun Ara ingin lepas dari bayangan nama besar keluarganya, Ara tahu betul bahwa dia tidak akan bisa lepas dari keluarga Minamoto.


Ara telah melihat bagaimana Ayahnya menjalankan bisnis kontraktor, jatuh bangunnya, ditipu oleh karyawan kepercayaan Ayahnya sendiri. Ayahnya pernah membicarakan bahwa Ara harus siap hidup dengan keterbatasan saat Ara berumur 9 tahun, Ara paham sekali saat keluarganya tidak memiliki uang bagaimana dia diperlakukan oleh tetangga dan teman sekolahnya. Hal ini menjadi alasan Ara menjadi seseorang yang tangguh.


Beruntunglah keluarga Minamoto mempunyai seorang isteri dan ibu seperti Julie, disaat keluarga mereka diambang kebangkrutan, dalam kurun waktu 1 tahun Julie membantu Ken membangung kembali perusahaan kontraktor tersebut. Mencarikan pengacara yang terhebat, memperkenalkan investor - investor baru, membantu Ken dalam administrasi perusahaan, dan disaat yang sama Julie mengembangkan klinik kecantikannya di setiap distrik Jepang dan melebarkan sayap hingga ke negara Korea Selatan.


Ibunya juga menjadi salah satu alasan bahwa Ara tidak ingin dikenal sebagai penerus Minamoto, dari kecil Julie telah menanamkan bahwa Ara mampu mencapai cita - cita nya tanpa bantuan dari keluarga Minamoto. Ayahnya pun telah melihat bagaimana dari kecil hingga Ara dewasa, tumbuh sebagai anak yang mandiri. Ara pun merasa didikan dan nasihat yang telah diberikan oleh ayah dan ibunya membuat Ara mengerti bagaimana dunia akan membuat kehidupan Ara hancur seketika jika dia tidak berhati - hati mengambil keputusan.


Lokasi bangunan di ujung jalan Cotham Road dipilih oleh Ara karena lokasi tersebut strategis, dekat dengan sekolah, klinik dan gereja. Saat berkuliah di Universitas Bristol, Ara sering melewati jalanan tersebut dan berangan - angan akan membeli sebuah bangunan 2 lantai yang tidak terurus dan tidak berpenghuni.


Tiba - tiba handphone Ara berdering dan terlihat bahwa Ibunya menelpon.


"Ya Mom" sahut Ara


"Kamu dimana Nak?" tanya Julie.


"Kenapa Mom? Aku di coffee shop dekat kampusku" balas Ara


"Jangan lupa nanti malam kita ada makan malam di rumah, hari ini Ayah pulang" kata Julie


"Baik Mom, aku siap - siap pulang sekarang" jawab Ara sambil memutuskan panggilan telepon tersebut.


Hmmm, sudah sore juga, lebih baik aku jalan sekarang, batin Ara.