
Kemarin semanis madu , sekarang sepahit mengkudu . kemarin sehangat unggun sekarang sedingin es batu ........
Dasar Human
Dinda POV
"Bu Dr .. , Bu Dr .... Dinda.." Aku mendengar seseorang memanggil namaku namun rasanya mataku sangat berat untuk di buka.
Saat aku membuka mata......
" Masyaallah" ucapku terkaget.
"Din,kamu nggak papa kan?"ucapannya padaku.
"Ya Allah jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini"kataku membuat seseorang di depanku ini terheran.Dan meraba keningku.
"Dinda,sadar kamu . Kamu ini kenapa"
"Ini nyata?ini bener letnan Wahyu Muzaki ?"Dia mengangguk dengan wajah yang masih heran.
"Berarti aku nggak mimpi dong"
"Mimpi ? Kamu ini aneh Din, sekarang kamu nggak mimpi.kepala kamu tadi kena bola voly terus kamu pingsan saya bawa kesini deh,kamu buat khawatir aja pingsannya lama banget "
"Pak Letnan khawatir sama saya?"
"Ya iya atuh ,nanti kalo kamu sampe kenapa napa saya bisa dihukum "
"Ihh kirain khawatir karena takut aku kenapa napa karena peduli tau taunya takut kena hukum ,aku hukum juga kamu"gerutuku.
"Kamu mau kemana Din?"
"Pulang "
"Ouh yaudah , udh sadar ini kan .ok tugas saya selesai "
"Ihh dasar es batu" kataku sambil meninggalkannya.namun saat Sengah perjalanan aku baru sadar kalo tasku nggak ada ,aku kembali berbalik dan sudah ada Bang Wahyu disana dengan tas ku yang ditentengnya
Ahhh lucu sekali dia , badan gagah wajah garang menenteng tas peach ku yang peminum ituu .tak hanya aku yang ingin tertawa , tapi Abang tentara yang lainnya juga bersikeras menahan tawa .Aku pastikan jika mereka tertawa akan membuat singa ini mengamuk.
Dan aku tidak sehebat mereka ,tawaku meledak terbahak bahak.
"Siapa yang suruh kamu ketawa?"ucapannya sinis.
"Mau ketawa , mau nangis suka suka akulahh .Bapak nggak bisa hukum aku aku bukan anggotamu.lagian bapak letnan ini lucu sekali dengan tas ituuu"
"Ini gara gara kamu , sengaja ninggalin tas .untung saya masih berprikemanusiaan klo nggak udh saya buang benda ini"
"Ihh kejam sekali Bapak Letnan ini , asal bapak tau meski harganya nggak semahal tas tas sosialita tapi tas itu berharga pak "
Dia melemparkan tasnya padaku 'dasar tidak sopan,untung cinta '
"Tadi temen kamu bilang , dia tidak bisa mengantarmu pulang .kamu disuruh pulang duluan"
"Ihhh putra nyebelin banget dia , bener bener sableng tu orang "
"Ok makasih bapak Letnan "
"Mau kemana?"
"Pulang lahh"
"Naik apa?"
"Mobil"
"Mobilnya dimana?"
"Dimana yaa, kan tdi aku tinggallin.oh ya di Deket pos"
"Yaudah ikut saya , nanti nyasar lagi repot lagi"
"Oh Saya merepotkan bapak hah?ok gak perlu saya pergi sendiri"
"Udah Jan banyak omong ,mari ikut saya"
Aku mengikutinya dari belakang , dia yang jalan cepat dengan langkahnya yang lebar membuatku terengah engah kelelahan .
"Iya iya "
Aku yang masih kelelahan dan pusing ini masuk ke dalam mobilku dan mengemudikannya.Dan nasib buruk menimpaku belum merapa menit aku sudah menabrak motor yang sedang berjejer rapi hingga semuanya berubah jadi tertidur.
"Dinda..........." Terdengar suara baritonnya membuatku bergidik ngeri.
Aku sontak melepaskan tanganku dari kemudi .
"Turun kamu "katanya mengetuk kaca mobilku.
Aku dengan pasrah keluar dari mobil,dan tidak berani menatapnya sama sekali.
"Klo lagi ngobrol sama orang tatap matanya"
"Maaf"lirihku.
"Lihat perbuatanmu , saya nggak mau tau beresin semuanya ,harus rapi seperti semula "iwhhh Bapak Letnan ini murka padaku.
Dengan langkah gontai aku membereskannya satu persatu.Bner raja tega ,ada yang mau membantu ku saja tidak boleh . Aku terus menggerutu tidak terima dengan perlakuannya .
" Mana kunci mobilmu "
"Di dalam mobilku lahh"
"Yaudah masuk , biar saya antar kamu "
"Gak perlu saya bisa sendiri"
"Nggak percaya saya , sekarang saja kamu sudah membuat deretan motor ini rebahan gimana di jalan nanti . Cepat naik , ini udh malem saya tidak punya waktu banyak "
Aku membuka pintu mobilku , dan lagi lagi aku kena omel nya.
"Kamu pikir saya supir kamu , seenaknya ajaa kamu"
Dia terus mengomel bak emak emak yang memergoki anaknya ujan ujanan.
"Udah ngomelnya hah?"kataku ketus.
"Dari tadi teruss aja ngomel ,bapak pikir saya tidak pusing ,tidak cape ,tidak kesel , sama pak tapi saya sabar saya diem aja dari tadi mencerna omongan bapak .Tapi bapak terus aja ngomel , semata mata saya buat kesalahan besar .Mending sekarang Bapak turun dari mobil saya urusin kerjaan bapak sendiri " kemarahan ku memuncak , saking emosinya aku lupa jika dia adalah Wahyu Muzaki .Aku menurunkannya di pinggir jalan dan melakukan mobil ku dengan kecepatan tinggi hingga sesampai di rumah .
Brugh..... Aku lempar pintu kamarku dan menghempaskan tubuhku ke kasur .
"Dinda.........."
"Masyaallah ,suara apa ituuu 😱"
"Turun kamuuu"
Sontak aku keluar dari kamar dan menuruni tangga dengan cepat.
"Apa apaan kamuu, banting pintu kaya gitu . Nyetir kaya yang kesurupan , sampe nggak nyadar Ibu sama Ayahnya datang " ucapannya padaku .Dan ternyata pemilik suara itu adalah Bidadari tak bersayap ku , Ibu Negara Terhormat Novatyana Pertiwi mantan pacarnya Ayahku Tuan Rayhan Wijayana ibu dariku dan Kakak Ku satu satunya Reyno Wijayana perwira.
"Ya Ampun Ibuku tercinta , kok ibu ada disini. Kenapa ibu nggak bilang bilang mau kesini ,Mana Ayah Bu?"kataku sambil memeluk ibuku tercinta inii.
" Kamu ini lupa klo punya keluarga hah?"
"Ihh nggak ,kan Dinda sayang.bukannya ibu di malang kok udh disini aja kenapa nggak bilang kalo mau kesini kan Dinda bisa jemput "
Saat aku sedang berbincang bincang dengan ibu tiba2 ayahku datang dengan seseorang.
'Kenapa ada dia sih'
"Kamu ini ya dek Sri cahayu , kenapa calon mantu Ayah diturunin dipinggir jalan Ndak sopan kamu"...
Hallo Readers Tercinta ku , gimana makin absudr yaa
Maaf yaa author masih belajar ,jangan hakimi author
Jangan lupa beri suara dan komentar nya yaa biar author nya makin semangat dan punya nyawa buat nulis
Terus Baca yaa....
"