sincerity love Srikandi

sincerity love Srikandi
Come Back 2


Wahyu POv


Tak Pernah kusangka jika dokter yang dipuji puji Mansyah dan merawatku adalah Dinda . Masih ku ingat wajah polos ini , riangnya juga apa adanya ini.Tapi sekarang dia terlihat lebih cantik dan manis Apalagi dengan jas putihnya itu.Tak kusangka jika Orang yang mengidolakanku sekarang sudah menjadi sukses  .Aku senang melihatnya ,tapi ada rasa berbeda mengapa jantungku kini berdetak tidak karuan .Apa Aku mulai mencintai Gadis kecil seumuran adikku ini.Dinda sungguh berada di dekatmu tidak baik untuk jantungku .


"Selamat Pagi Pak,Sudah siap untuk diperiksa?" kata kata itu teraampaikan dengan sangat lembut , mungkin dia bersikap seperti itu berdasarkan etika kedokteran.


"Heyy kau melamun saja , kau mau diperiksa oleh Bu Dokter " arghh Mansyah benar2 membuyarkan pikiranku.Dasar pengganggu .


"Diam Kau ,Dr.Apa tidak sebaiknya Pak Tentara ini keluar ? Saya rasa dia akan mengganggu ,saya tidak mau jika Dr salah mendiagnosa karna ada pengganggu"Dinda tekekeh mendengar kata kataku ,bukan hanya dia tapi aku juga.


" Bilang saja kau ingin berduaan dengan bu Dokter ,Jadi kau mengusir aku Muzaki? "


"Cerdass ,Silahkan keluar  " Dengan wajah ditekuk Mansyah berjalan keluar ruangan.


Dinda dan perawatnya mulai mengechek keadaanku .


"Dokter Bisa kita Bicara?"


"Iya ada apa ?silahkannn ,Sus bisa tinggalkan saya disini?"


****


"Apa yang mau dibicarakan?" tanyanya padaku sembari membereskan alat medisnya


"Ehh..tidak,Apa kabar?"


"Baik,seperti yang Bapak lihat"


"Emm kemana saja ?"


"Ada "


"Kamu sadar tidak jika kita ini berjodoh "


"Hahaha Pak Letnan ini ,ada ada saja  ."


"Kau lupa  saya pernah bilang, jika kita berjodoh maka kita akan bertemu lagi .Dan sekarang kita dipertemukan ,bukan seperti itu .Bahkan kau sendiri yang bilang jika kau ini pacar ku,Jadi Bagaimana Adek Pacar ?"Dinda meraba keningku .


" apa kepala Pak Letnan terbentur?".


"Hahaha Tidak , Dinda selama ini Saya sadar jika kamu itu spesial dimata saya .Bahkan saya selalu merindukanmu ,dan sepertinya karma itu menyerangku aku yang antipati padamu jadi ingin selalu bersamamu,Aku merindukanmu dan hanya kamu yang membuat jantungku tidak karuan"Dinda terlihat gugup,Sampai2 dia menjatuhkan alat2 medisnya membuat si koplak Mansyah masuk dan terlihat khawatir .


" bu Dokter tidak apa apa?"tanya Mansyah sigap,ahh si dodol ini pandai kali ngemodus.


"Emm tidak "


"Bagaimana keadaan Pak Letnan ini?" tanya Mansyah.


"Alhamdulillah, keadaan Pak Letnan ini sudah membaik hari ini juga bisa pulang .Tapi Jangan dulu beraktivitas yang berat berat karna takut jahitannya robek lagi"


"Yahh " ucap Mansyah yang sepertinya dia tidak senang aku sehat.


"Apa kau ,macam tak suka dengar aku bisa pulang.Kau senang hah lihat aku berbaring disini" kataku membuat Danton Sableng itu tertawa.


"Hahaha kalm kalmm aku senang kawanku bisa pulang ,Tapi nanti aku tak bisa bertemu dengan Dr.Cantik ini lahh tak ada alasan untuk kerumah sakit" Dasar Buaya Darat yaa ke gitu, Dinda pun hanya bisa melongo mendengar nya.Dan mengapa aku terasa sesak mendengar Dinda digodain Mansyah.


"Hati -hati Bu Dokter ,Jangan sampai termakan Bualan Gombalnya itu .Semuanya modus" kataku membuatnya terkekeh.


"Marii Pak Letnan semuanya Saya harus visit ke Ruangan lain" kata Dinda Berpamitan .


.....


" Alamaaaa,tengok tuhh senyumnya menyejukan hati .Istri solehah"dercak kagum Mansya ,membuatku menggeleng geleng .


" Tak sangka Pak Danton ku ini ternyata sangat lebayyyy ,Bucin kali kau"


"Apa katamu?Sikap taubat!!!!"


"Hahaha Ampun Ampunn Pak,Kalm lahhh Mansyah kau ini mau buatku di oprasi lagi?"Mansyah hanya tertawa terbahak bahak ,sampai akhirnya berhenti karna seseorang datang .


" Bang Wahyuuu"teriak Seorang Gadis memelukku,siapa lagi toa masjid yang paling berisik ini.


"Arell apa apaan kamu ini ,buatku malu saja "


"Ishh apa kau bilang ? Seharusnya aku yang tanya apa apaan Abang sakit tapi tak kasih tau aku atau Mamah dan Papah ,Apa kau sudah tidak anggap lagi kita haha?Apa kau mau dicoret dari Kartu Keluaga ?Apa kau tidak butuh lagi dengan yang namanya keluarga?Jangan2 Abang sudah lupa jika punya adikk? " Aurel adikku ini sudah pada mode berisiknya .


"Tapi sekarang kamu tau kan?lagian keadaan Abang sudah membaik bahkan sudah diperbolehkan pulang"


"Tetap saja aku khawatir , untung Dinda memberi tauku jika tidak mungkin aku tidak akan pernah tau jika Abang ku ini sakit .Dan Satu lagi kau hutang penjelasan Padaku kenapa kau bisa ada disini, ingat  itu Muzaki" Bar Bar memang adikku ini, Lihat saja Mansyah Sudah mendelik ngeri melihatnya.Dia memang sudah tau sikap Bisingnya Adikku ini.


"Heh Bochil ,kamu kenal Dr. Dinda?" tanya Mansyah pada Aurell ,mereka memang sama sama komplaknya.


"Heyyy pak Danton soplak ini ada apa nanya Dinda , Naksir yaa? Maaf tak akan ku kasih "


"Ishh kok Arel kek gitu, Bantulahh Abang mu ini untuk pdkt dengan Dr.Bidadari itu"


"Apa Dr.Bidadari?hahahaha luchuu ,Lebay sangat kawanmu ini Muzaki"


"Itu bukan kawanku " Sahutku angakat tangan.


"Mana ponsel Bang Mansyah?" pinta Arel pada Mansyah.Mansyah memberikannya.


"Ada pulsanya nggak?"


"Ada ,lahh  ngece kali kau"


Aurel mulai mengotak atik hp Mansyah Dan ternyata dia menelpon seseorang.


"Hallo Cantikk ,Dr.Bidadari ....Kau dimana ? Apa kau tidak rindu dengan ku ?cepat ke ruangan Abang ku ,Kita meet up"


'Hahaha lebay banget lu. Iya nanti selesai visit saya kesana'


'Cepat aku Rindu '


'Dasar Bucin ,Jangan Rindu, Berat biar dylan saja yang tau wkwkwk'


'Hahaha Bisa aja lu Maemunah '


'Udah dulu yaa mau ke ruangan Pasiesn nih'


"Udah nih makasihh ,Abang Danton "


Ahh dasar  mengapa aku harus berada diantara dua orang koplak ini .


......


Dinda POV


Selesai dengan pekerjaan ku ,aku menepati janji ku untuk menemui Aurel di Ruangan Bang Wahyu.Jujur rasanya aku belum siap jika harus bertemu bersama Bang Wahyu setelah mendengar pengakuannya tadi ,apa itu benar Pak Letnan itu mulai menyimpan rasa padaku.Arggghh ....Dia kan seperti itu buatku melayang layang di udara terus dijatuhkan kembali ,Ahhh Dinda Dinda jangan Baper biar ga sakit hati.


Aku masuk ke ruangan Bang Wahyu dan kulihat mereka sudah berkemas untuk pulang, kini Bang wahyu sudah berganti pakaian dengan kaos polos hitam fressbody membuatnya sangat sexy,ahaaha bisa aja aku ini.Dan ada pemandangan lain ,teman Bang wahyu ini sudah tersenyum lebar menyambutku .


" sudah mau pulang ya?"tanya ku.


"Iya Din ,kan kata kamu sendiri Si Tengil ini sudah boleh pulang"sahut Aurel.


"Bu Dokter sepertinya sudah mau pulang ya?" tanya Bang Mansyah.


"Emm iya , kerjaan saya sudah beres"


"Gimana kalo Bu Dokter pulang bareng kita aja ,gak bawa mobil kan?"tawar Bang Mansyah


"Gak usah nanti bisa naik taxi"


"Gak papa kali Din,kan ada gwe juga. jadi lo aman dari dua kacang ini" ucap Aurel ,yang di balas tatapan musuh oleh Kedua Letnan ini.


****


Wahyu POV


Mansyah memang pangeran modus se dunia ,bisa saja dia sosoan ngajak pulang bareng Dinda . saya yang hanya terdiam ,sudah menyimpan rencana untuk menggagalkan modus Mansyah enak sekali dia mau berdekatan dengan Dinda.


Maka dengan itu aku menyuruh aurel yang duduk di samping Kemudi bersama dengan Mansyah yang otomatis Dinda Duduk bersamaku.


Me


Hayy Bu Dokter


Dinda membuka handphonenya dan menatapku heran


Me


Biasa aja Bu Dokter, saya hanya sedang malas bicara


Dia terkekeh saat membaca pesan


Dinda


Haii juga,Ada apa?


Me


Bagaimana perasaannya bisa satu mobil denganku?


Dinda


Biasa aja


Me


Masa sih ,jantung saya malah mau copot berdegub tidak karuan .


Dinda


Bisa aja pak Letnan


Me


Kamu cantik klo senyum


Dinda


Gombal


Me


Saya bukan Mansyah yang suka gombalin cewe


Dinda


Ko bawa bawa Bang Mansyah?


Me


Saya cemburu kamu dekat2 dengan dantonku itu..


Dinda


Heyy siapa Anda...


Me


Jodoh mu


.


...


Ciee Baperrr


...


B


oleh aku bersandar di bahumu?rasanya aku mulai mengantuk.


Dinda terkekeh melihatnya lalu melirikku dan mengangguk.aku langsung saja bersender di bahunya ,terlihat wajah Mansyah mulai menerah.


"Ehemmb "suara deheman dari depan ,yang pasti pelakunya adalah Mansyah .Hahah bodo ahh,aku menutup mataku dan terlelap dalam mimpi indah..