
Dinda Pov
"Klo saya yang suka gimana? "
Kalimat itu senantiasa terngiang ngiang di kepalaku . Mengapa hati ini menyimpan sedikit harapan yang telah kucoba kubur. Semua tanda tanya bermunculan di kepalaku ,apa maksud dari ucapannya .
'Apa Letnan Muzaki benar menyukaiku?'
'Apa dia mulai menerimaku?'
'Terus mengapa dia malah menjodohkan ku dengan temannya?'
Sungguh semua buatku mumet .
"Dinda....Lo lagi apa ?" Suara teriakan ituu memecahkan suasana.
Oh ya,Pagi Pagi Rumahku sudah kedatangan tamu tak di undang,mana sifa sedang pulang kampung lagi .Arghh Ku Pastikan hari liburku akan benar2 dirusak olehnya.Dan Lihatlah bahkan belum setengah jam jadi tamuku dia sudah hampir menghabiskan cemilanku.Dengan Wajah Tengil dan badan segede lemari itu Dia tiduran di sofaku dengan masih menggunakan seragam lorengnya itu.Sungguh dia benar2 mengganggu.
"Heh Dodol ni rumah nggak usah treak treak bisa nggak sih?"
" Din lo urus ni rumah segede gini cuma sendiri? "Tanya Putra.
" iya"
"Gak sewa ART gitu emang lo gak cape?"
"Ya Cape lahh ,makanya lo jangan seenak jidat lo berantakin rumah gwe"
"Lo Pelit sihh,uang jadi dokter kan banyak masa sihh gak sanggup bayar art"
"Lo ini laki, Tentara lagi ,tapi mulut lo itu lho udah kaya ema ema komplek tau. Nyinyir banget luu"
"Kalm cuyy kalmm,jalan yuk sumpek gwe disini terus .Sebagai tuan rumah yang baik seharusnya lu ajakin gwe keliling jakarta ,lagian lu libur kan?"
"Males ahh ,gwe lebih seneng di rumah .Klo lo mau Jalan sono pergi sendiri"
Dia bangkit dari rebahan ya dan menyeretku masuk ke kamarku .
"Lo mau apa sableng?"
"Jangan mikir anehh Lo , cepet siap siap Gee nunggu Lo di luarr"
Bukan Putra kalo tidak pandai memaksa.Dia akan melakukan apapun yang dia mau .Dan ternyata dia mengajakku ke salah satu resort ,disana sudah ada teman2ku yang lain .Jadi nii ceritanya Kita tuh reuniann .......
"Heh Lama pisan kalian berdua ,dari mana aja atuhh" ucap Talita.
"Nihh si Dinda nya , lama bener males banget dia" sahut Putra.
"Heh sableng lu yahh ,lo gak bilang sih klo Mereka juga ikut " kataku.
" udah napa kuyy, kalian tuh dari dulu gak ada akur2nya . lagian kita juga dadakan Din,Nah gimana kabar lo bae kan ?"tanya yudha.
"Alhamdulillah Baik "
Kita semua berbincang-bincang masalah pekerjaan , bahkan percintaan yang pasti gwe yang paling ngenest di antara Mereka sampe ni hari tetep aja jomblo .Diantara kita Yudha dan April Mereka sudah menikah begitu juga dengan galang dan Talitha ,pernikahan Mereka hanya berbeda beberapa bulan .
"Ehh Din Lo udh denger soal rencana pernikahan Kania?"tanya Raya.
"Masa ?Gwe bahkan baru tau sekarang , awass tu anak bisa bisanya nggak kasih tau Gwe"
"Kalm buru kalm , mungkin mau kasi taunya spesial" sahut April
"Lo sihh sibuk teruss kerjaa, sampe jarang pulang ke Bandung . Umi sama Abah Lo kangen tauu disuruh pulang lo"ucap Talita
" Iyaa tauu tanggung jawab Lo jadi dokter itu berat,tapi Lo jangan lupa sama diri Lo Lo juga butuh refreshing Din.Lo nggak bisa selamanya sendiri"kata aprill
"Denger tuh bini gua Din , Lo paham nggak?"samber Yudha.
"Lo mau sampe kapan Kaya gini terus , Lo sibuk sama kerja Lo sampe Lo lupa buat nyari pasangan.Diantara kita cuma lo yang belum jelas pasangannya , Galang Talita,Yudha April ,udh berumah tangga,bentar lagi Kania,Raya udh di lamar,Sifa lagi proses , ,lah elu anyep anyep aja kita khawatir lu jomblo terus Din" kata Putra .
"Makasih buat kalian yang udh care sama gwe tapi gue butuh waktu untuk ituu "
"Sampe temen temen Lo ini udh punya anak banyak?" Tanya Galang.
"Udahlah kok jadi malah bahas gue sih ,cari topik yang lainn dong gak asik ahh"
" Hahahaha .... Bener cari topik yang lainn , Jan sampai reuni kita sia dia gara2 bahas jodoh Di Dinda "ujarr Putra
"Hallo Assalamualaikum semuanya ,ada apa inii aku ketinggalan kayanya.Maafin yaa telatt Jakarta macet " ucap Kania yang baru datang .
" Lo juga disini Ia "tanyaku
" Ahaaa ada buk Dr, pakabar lu Din ?kemana aja lu dah lama nggak ketemu kitaa"ujar Kania sambil duduk dan meminum minumanku.
"Bae gw , Lo ini iaa mau nikah nggak kabarin gue .Lo anggep gw temen nggak sih"
"Uluhh uluhh sabar Bu Dr , nah sekarang Lo tau kan. Doain aja yang terbaik buat gw ,nihh gue kumpulin kalian sekarang buat bahas semuanya"
Seharian ini kami ngobrol ngobrol sana sini planning buat pernikahan sahabat kita Kania . Bercanda gurau , cerita dan bernostalgia .Sampai nggak sadar sama waktu.
"Din Lo ikut dulu gue ke kesatuan yaa,gue di panggil komandan "ucap putra .
"Nggak ahh males gue ketemu kaum Lo yang genit genit itu nyebelin lagi"
"Pliss Din ,Lo mau temen Lo ini di tembak mati hah?"
"Ihh Lo mah berlebihan put,dasar kacang ijo sableng hobinya buat pusing anak orang aja"kataku sambil berjalan cepat menuju parkiran .
Terlihat muka Putra yang frustasi menyadari kekesalanku ,siapa suruh dia ngerepotin gue terus .
Dan sepanjang jalan pun aku tidak bersuara ,aku masih kesal terhadapnya .
" Sudah sampe Din"ucap putra dan aku hanya diam saja ."Din pliss Lo Jan diem terus dong ,iya maafin gue gue salah .ayo turun "
"Gue nunggu di mobil aja "sahutku dingin.
Putra keluar menghampiri Abang Tentara di pos . Selanjutnya terlihat salah satu dari mereka mendekat ke mobil.dan masuk di samping kemudi.
" Dr Dinda?"katanya
"Iya , ngapain kesini ?"
"Disuruh Letda Putra untuk menemani Nona"iwhhh ngeri aku ,gila di Putra sableng .
"Nggak usah saya mau nyusul Putra "dengan tergesa gesa aku turun dari mobil dengan menggerutu.
"Putra soplak bener Lo ,awas aja Lo gue suntik mati Lo "gerutuku menyusuri kawasan kesatuan Putra ,yang pasti penuh dengan kaumnya .Namun sesuatu mengenai kepalaku dan ------ semuanya berubah jadi gelap.
Tetep baca kelanjutannya yaa
Maaf kalo masih banyak yang typo terus ceritanya Gaje .Tapi jangan kapok yaa... Jangan lupa beri suara dan comentnya biar author semangat terus nulisnya...
chapter selanjutnya
Enjoy and stay on story💜💜💜