Salsabila Alexandra

Salsabila Alexandra
Bab 1 . Pernikahan Sasa


Namaku Salsabila Alexandra Sanjaya, gadis berusia 24tahun. Lulusan dari salah satu Universitas Swasta di kota X. Setelah lulus kuliah aku bekerja di salah satu Hotel terbesar di negara ini, sebagai Manager Administrasi.


Hari ini adalah hari pernikahanku dengan Andre Bramastya. Anak pemilik Restoran yang lumayan besar di kota X. Meski baru menjalin hubungan 6bulan, bulan lalu Andre melamarku, dan tibalah hari ini.


Karna aku hanya ingin pernikahan yang sederhana, hanya ada acara akad nikah dan perjamuan keluarga. Bukan karna menghemat biaya, tapi acara seperti ini sangatlah sakral dan sangat privasi menurutku.


Seorang perias mendandaniku seperti putri hari ini.. ya putri sehari. Perasaan yang campur aduk menyelimuti diriku. Entah ada perasaan ragu, namun semua aku tepis karna mereka baik dan membuatku nyaman.


"cantiknya mbak sasa, padahal cuma riasan sederhana, kenapa sih mbak ga pakai resepsi, sekali seumur hidup lho mbak" ucap sang perias


"nikah itu yang penting SAHnya mbak, bukan resepsinya, ini juga privasi jadi biar keluarga aja yang liat lebih gimana gitu." ucapku.


Author Prov


Kini tepat jam 8, rombongan keluarga Andre telah tiba. Andre yang diapit oleh Mama dan Papanya,


Bambang Bramastya dan Siska Widi. Dibelakangnya ada kedua kakak dan pasangannya beserta anak anaknya. Toni Bramastya dan Sonya Andini dengan putranya Risky Bramastya. Damar Setyaji dan Ayusita Bramastya dengan putrinya Silvia Setya Bramastya.


"Mari silahkan masuk. karna akad akan segera dimulai" ucap penerima tamu.


"Selamat datang Pak Bambang," ucap Pak Alex, ayah dari Sasa.


"Terimakasih atas sambutannya, bagaimana persiapannya? apakah semua lancar? maaf pihak kami tidak membantu sama sekali, seperti yang dibicarakan kemarin," ucap Pak Bambang.


"Tak apa, ini pernikahan sederhana. Semuanya beres tinggal yang mau akad aja udah siap?" tanya Pak Alex.


Andre tampak mendengar suara Calon Mertuanya itu terkejut ketika ayahnya memegang bahunya. " Bagaimana Ndre, sudah siap untuk Akadnya? tinggal 5 menit lho"


"Ah sudah pah," jawabnya.


Karna sudah tepat pukul 8.30 acara Akad dimulai. Ketegangan terjadi pada Andre, namun saat pembacaan akad ia sangat lancar, itu membuat Sasa sangat lega ketika mendengan kata SAH dari kamarnya. Dan setelah itu Sasa dipanggil oleh Deva sang kakak ipar untuk keluar bertemu dengan suaminya.


Sasa berjalan dengan anggun menuju suaminya berada. Terlihat Andre yang terpesona melihat Sasa memakai kebaya modern meski dengan riasan sederhana. Setelah bersandingan, Andre memakaikan cincin pernikahan mereka begitupun dengan Sasa.


Acara akad telah selesai dan kini semua menuju ke taman belakang rumah Sasa. Kebun bunga yang disulap menjadi tempat perjamuan pernikahan dengan tema garden party.


Setelah sore menjelang pesta telah selesai dan rumah Sasa kini hanya ada keluarga dari Andre dan Sasa.


"Ndre, Papa dan Mama pulang dulu ya, jaga istrimu, sekarang dia tanggungjawabmu," ucap Pak Bambang


"Iya Ndre, jangan sampai buat Sasa menangis, menyakitinya sama dengan menyakiti Mama," ucap Bu Siska


"Siap Pa, Ma. Kalian hati hati dijalan," ucap Andre.


Setelah semua keluarga Andre pulang, Sasa dan Andre memasuki kamar untuk membersihkan diri dan beristirahat karna seharian ini telah lelah.


Karena kelelahan Sasa dan Andre terlelap, bahkan melupakan makan malam mereka.


Hari telah berganti pagi. Semua masih bersantai karna memang masih cuti. Setelah sarapan mereka bersantai dan bercanda di ruang keluarga serta menonton televisi.


Saat siang menjelang Sasa bergegas ke kamar dan menyiapkan barang barang Andre dan miliknya ke koper, karna selepas Ashar mereka akan kembali ke kota X.


Setelah adzan ashar berkumandang Sasa mengambil wudhu dan selesainya Andre berpamitan kepada mertua dan keluarganya disana.


"Pak , Bu, saya pamit, maaf tidak bisa lama karna besuk saya sudah berangkat bekerja" ucap Andre sambil mencium tangan mertuanya


"Saya yang berterimakasih karna telah memberikan putri cantik bapak untukku" ucap Andre dibalas senyuman. "Bang saya pamit dulu. Assalamualaikum,"


"iya, jagain adikku, jika kamu buat menangis maka aku akan mengambilnya kembali." ucap Reza. Reza menatap tak suka, karna memang sejak pertama Reza masih kurang yakin. terlebih lagi iya tahu dari sahabatnya tentang masalalu Andre


"Abang, kok ngomongnya gitu sih, Bapak, Ibu, Abang, kak adek, kaka Sasa pamit dulu ya. besuk kalau ada waktu senggang aku akan berkunjung." ucap Sasa.


"iya nak hati hati dijalan, ingat pesan bapak dan ibu ya Sa."


"Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam,"


Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 4jam. Dalam perjalanan mereka sibuk berbincang dengan masa depan mereka, hingga tampak Sasa menguap hingga beberapa kali.


"Tidurlah sayang, aku tau kamu lelah, maaf semalam aku membuatmu capek." ucap Andre. Ucapan Andre membuat Sasa tersipu malu.


"Gapapa sayang, itu sudah kewajibanku. dan maaf aku, aku ingin tidur dulu."


"tidurlah, nanti kalau sampai atau berhenti ku bangunkan."


"makasih sayang."


Sasa terlelap karna memang kelelahan. Setelah sampai dirumah, Andre membangunkan Sasa, sekaligus menyuruh Sasa untuk makan malam karna memang sudah lewat jam makan malamnya.


"Sayang, ayo bangun."


"Emp.. apakah sudah sampai yang?"


"sudah, ayo makan malam dulu nanti lanjut tidur lagi. aku dah beli makan tadi,"


"kok ga bangunin aku sih yang, kan kamu jadi telat makan malamnya,"


"ga tega bangunin kamu yang," ucap Andre sambil mengelus kepala Sasa.


Sasa menerima kantong plastik dari Andre, dan menyiapkan makan malam mereka. Makan malam berlangsung khidmat. Selesai makan malam Sasa membersihkan sisa makan malam dan mencuci piring. Setelah itu menyusul Andre yang sudah berada dikamar.


Andre sudah terlihat segar setelah mandi dan masih memakai handuk dipinggang. Sasa yang melihatnya langsung tersipu malu.


"kenapa malu sayang? bukankah kamu sudah melihatnya semalam?" sambil berjalan mendekat kan memeluk Sasa


"ah sayang.. sebentar aku bersih bersih dulu," Sasa langsung berlari ke kamarmandi.


Andre menatap Sasa dengan senyumnya. 5 menit kemudian Sasa keluar dengan handuk kimononya. Dia melupakan baju gantinya yang masih berada di koper. Andre menatap Sasa dengan penuh makna.


"Sayang, dimana koper bajuku"


"Oh masih dibawah, maafkan aku lupa," Andre mendekat dan memeluk Sasa, "tak perlu memakai baju sayang." Andre mengecup tekuk leher Sasa membuatnya menggeliat.


Andre memutar badan Sasa dan memulai aksi untuk menggauli istrinya setelah adegan ciuman panas.


***bersambung....


maaf jika ada kata yang salah.. maklum ya ini karya pertamaku***..