
"Astaga, kenapa cepat sekali buncitnya!" seru Maudy ketika melihat perut Fiona. Dia ingat jelas kalau kemarin perut putrinya masih rata.
Fiona bingung harus menjelaskan bagaimana mengingat orang tuanya tidak mengetahui jika suaminya adalah seorang penyihir.
"Bayinya berkembang sangat cepat," jawab Fiona.
"Apa itu masuk akal?" tanya Maudy. Tetap saja sangat janggal.
"Sepertinya aku harus kembali ke Esperland, Mom," ucap Fiona. Karena tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya, Esperland adalah tempat paling aman.
"Baiklah!" Maudy langsung setuju karena melihat keanehan yang dialami putrinya. "Jangan lupa memberi kabar!"
"Pasti, Mom. Di mana Ditrian?" tanya Fiona.
"Memangnya Ditrian kemari?" Maudy justru kebingungan.
"Suamiku membawa sarapan dan obat tadi," ucap Fiona. Dia yakin tidak bermimpi.
Bukankah Ditrian sedang menghemat Mananya? Bukankah sihir teleportasi membutuhkan Mana yang besar?
Ingin pertanyaannya cepat terjawab, Fiona kembali ke wilayah Esperland dengan perutnya yang sudah membuncit.
Kedatangan Fiona disambut oleh keluarga suaminya dengan suka cita.
"Aku ingin melihat suamiku," pinta Fiona.
Namun, tidak ada yang memberitahu di mana keberadaan Ditrian.
Fiona dijaga ketat dan tidak bisa kemana-mana, dia setiap hari harus meminum obat yang bercampur Mana dari Ditrian tapi tidak pernah melihat lelaki itu.
Kandungan Fiona semakin membesar dan membuat gerakan perempuan itu terbatas.
"Lily, aku mau melihat suamiku. Di mana, Ditrian?" tanya Fiona sambil menangis. Dia merindukan suaminya.
"Jangan pikirkan kak Ditrian, dia baik-baik saja," sahu Lily yang saat itu bertugas menjaga Fiona.
Karena tidak ada yang memperbolehkannya bertemu Ditrian, hari itu Fiona memecahkan botol obatnya.
"Fiona, apa yang kau lakukan?" seru Lila yang bertugas memberikan obat untuk kakak iparnya.
"Aku tidak butuh Mananya, aku ingin suamiku selalu bersamaku," ucap Fiona.
Ternyata selama ini Ditrian ada di menara sihirnya, Fiona dibantu oleh keluarganya suaminya untuk pergi ke sana.
"Ditrian..." panggil Fiona saat masuk.
Keadaan sepi, hanya terlihat tubuh ringkih yang berbaring di sebuah ranjang.
"Fiona?"
Ditrian memanggil dengan suara lirih, Mana yang dia keluarkan dari tubuhnya terlalu banyak dan menguras energinya. Tubuh Ditrian menjadi kurus dan nyaris terlihat tulangnya saja.
"Kenapa kau kemari? Cepat kembali ke kamar dan istirahat!"
Tidak ada respon karena Fiona menangis sejadi-jadinya di sana. Dia tidak tahu kalau keadaan Ditrian akan seperti itu.
"Sekarang kau sudah tahu, 'kan? Ditrian melakukan segalanya agar kau dan bayi kalian selamat jadi ayo kita pergi!" ajak Anne.
Fiona menggeleng. "Bagaimana aku bisa meninggalkan suamiku seperti itu. Aku akan selalu bersamanya!"
Rupanya kisah Fiona dan Ditrian itu menyebar di seluruh wilayah Esperland, para penyihir menjadi tersentuh hatinya. Mereka akhirnya bersama-sama mengumpulkan Mana mereka untuk diberikan pada pasangan suami istri itu.
Bahkan dari bangsa peri juga ikut menyumbang Mana.
Kelahiran pangeran yang dinanti menjadi penuh suka cita karena berasal dari Mana ketulusan dan kasih sayang.
Fiona melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat.
"Dari dulu sampai sekarang, kau adalah penyelamatku, Ditrian. Aku sangat beruntung dicintai olehmu," ucap Fiona penuh haru.
Ditrian yang berangsur membaik memeluk Fiona dan bayi mereka. "Aku mencintai kalian!"
Bayi Fiona menjadi harapan baru di Esperland.
"Siapa namanya?"
"Namanya Zackary Esperland!"
...***...
...TAMAT...