
Vote dulu sebelum baca
Alvin yang sedang memandang bidadari cantik dengan cahaya senja sore yang menerpa wajah Ella dengan keibuan, mendekap hangat tubuh malaikat kecilnya.
Alvin diam menikmati keindahan yang berada di depan matanya saat ini,menunggu sosok itu selesai dalam memberikan ASInya pada putranya.
.
.
Alvin menginginkan malaikat kecilnya agar tinggal bersamanya di masion milik keluarga Alvin. namun karna keinginan Ella sendiri yang menginginkan dirinya untuk tetap berada di tempat tinggalnya.
Alvin pun mendapat kabar bahwa daddynya mengetahui dirinya mempunyai seorang putra dari perempuan yang tak pernah orangtuanya ketahui.sehingga menyuruh Alvin untuk memisahkan seorang bayi tersebut dari ibunya setelah usia bayi tersebut cukup untuk tak menyusui Ella lagi.
Rasanya Alvin berat memisahkan bayi tersebut pada ibunya dengan persyaratan yang pernah diajukan Alvin pada Ella untuk bersabar menunggu keputusannya saat bayi telah tumbuh cukup.
.
.
Setiap waktu senggang dari pekerjaannya Alvin menyempatkan diri untuk menemui putranya,dengan tatapan hangat seorang ibu yang sedang menimang bayi mereka dengan lembut dan anggun bagi Alvin untuk saat ini.
Ella yang menyadari ayah dari putranya telah ada di kamar mereka untuk memberi kepeduliannya terhadap putra mereka,Alvin tersenyum begitu hangat melihat putranya tidur dengan tenang setelah Ella meletakan Al dalam boxnya.
Alvin mengatakan pada Ella bahwa dirinya memberi kesempatan pada dirinya untuk dekat dengan Al dalam waktu yang di perlukan,setelahnya Ella harus merelakan putranya pada Alvin. jika Ella tak ingin maka Alvin mengambil secara paksa.
Alvin mengatakan dengan dingin dan datar sesungguhnya hatinya tak rela memisahkan ibu dari putra mereka,namun ini keputusan daddynya.
.
.
Alvin merasa kejam terhadap Ella,wanita itu pergi dalam keadaan hamil dan melahirkan seorang diri dengan hidup yang berkecukupan bersama ibunya,karna ayahnya memilih wanita pilihan keluarganya yang baru beserta saudara tiri Ella, dan harus merubah identitasnya dalam kehidupan yang dulu.
Dalam benak Alvin,apakah dirinya akan membuat Ella menderita lagi,yang harus memisahkan bayinya dengan ibunya,Alvin merasa dilema.
Jika daddy akan nekat bila perintahnya tidak di kabulkan maka daddy merebut bayi mereka secara paksa tanpa sepengetahuan Ella meski harus menggunakan kekerasan.
.
.
Alvin marah pada dirinya sendiri tak mampu mencegah keinginan daddy yang menginginkan cucunya itu tapi bukan bersama ibu kandung dari bayinya tersebut.
Alvin yang berada dalam mobil menuju di kediaman masion kedua orangtuanya,setelah pulang dari rumah Ella.agar Alvin memberitahukan pendapatnya pada orangtua memberikan waktu bagi bayinya dan Ella untuk melepaskan putra mereka pada Alvin dengan suka rela tanpa ancaman atau pun perjanjia.
Saat ini Alvin telah sampai di kediaman masion keluarga mereka,dan langsung masuk dalam ruangan kerja daddynya tanpa membalas sapaan para maid dan mommynya.
Sebelum masuk Alvin mempersiapkan dirinya di hadapan daddynya dengan cara masih menghormati kepala keluarga mereka.
Alvin pun mengetuk pintu ruang kerja daddynya,setelah mendengarkan jawaban dari dalam,Alvin masuk dalam ruangan tersebut.
Alvin mengatakan pendapatnya tentang bayi mereka dan ibu dari putra mereka.namun pilihan daddynya tetaplah sama tanpa bisa mengubah keputusanya itu,bila ingin menantu yang sederajat dengan keluarga yang baik, bukan keluarga yang berantakan seperti yang daddynya selidiki asal usul hidup Ella.