
Vote dulu sebelum baca
Masion yang begitu besar tak mengurangi rasa kesepian dan kesunyian di malam yang gelap dengan hujan deras menguyur kota yang padat penduduk di belahan barat
Merenung seorang diri bersama beberapa pelayan yang hanya membersihkan masion tersebut,kehangatan sebuah keluarga yang dulu kini hanya ada sebuah penyesalan bagi Daddy Alvin.
Menatap nanar foto keluarga Leonard bersama cucunya itu,karna sebuah ke egoisan dirinya dan kekuasaan atas segala yang dirinya miliki saat itu.tak mampu membuat Daddy Alvin bahagia,keputusan yang salah untuk mempertahankan perusahaan demi keluarganya sendiri hingga pergi meninggalkan dirinya seorang diri
Masion terasa sepi dan sunyi tak akan ada tawa bahagia cucunya Alex,Alvin dan senyum hangat istrinya di saat pulang kerja semua maninggal dirinya.di sebuah kamar yang remang dengan sebuah penyesalan atas segalanya
Tak akan ada yang mampu membangkit kan seorang diri tanpa ada keluarga yang mendukungnya meski suka mau pun duka harus di lewati bersama yang sekarang di lewati Daddy Alvin.
Keberadaan istri,anak dan cucunya tak pernah dirinya ketahui sekarang,apakah mereka bahagia tanpanya ?.senyum kesedihan selalu membelenggu nya saat ini.
Sekarang hidupnya penuh dengan dokumen-dokumen permasalahan perusahaan pergi pagi pulang pagi untuk berangkat bekerja dan melupakan semua tentang dirinya tentang kesehatan dalam tubuhnya.
.
.
Keluarga kecil mereka sekarang bahagia meski satu anggota keluarga mereka yang tak ada di samping mereka.di rumah sederhana dengan suka cita mereka lewati bersama di sebuah desa di pinggiran kota kecil.hilang dari polusi dan hiruk pikuk orang-orang pejalan kaki.
Setelah beberapa bulan mereka berada di desa tersebut,Ella yang membantu suami tercinta untuk mengelolanya dan membawa bekal makan siang untuk Alvin beserta pekerja lainya tak membedakan siapa Alvin itu.
Alvin merasa bersyukur dengan keluarga kecil mereka dengan sederhana,Ella menjadi ibu rumah tangga yang pengertian dan selalu mendukung Alvin terkadang membantu pekerjaan Alvin. Alex menjadi anak semakin cerdas,dia selalu tertawa bahagia berada di dekat kedua orang tuanya dan neneknya.
Mereka kini menikmati makan malam bersama bercerita tentang hari ini dan apa saja yang dilakukan putranya saat ini,senyum Ella tak pernah luntur dari bibirnya saat mendengar setiap cerita putranya itu. kebahagian Alvin terpancar dari sinar matanya tapi tidak dengan neneknya yang beberapa hari sering melamun merindukan seseorang yang dia tinggal.
Ella yang merasakan hal itu memegang tangan ibu mertuanya untuk menceritakan perasaanya saat ini tanpa menyembunyikan sesuatu pada keluarga kita.
Aku merindukannya,di fikiran ku selalu bertanya.sedang apa sekarang,dia selalu melupakan jam makannya mungkin dirinya butuh pelukkan ku agar membuat dirinya tenang dalam semua masalah sekarang.
Aku berharap dia berada di sini bersama kita,bahagia bersama dengan senyum hangat keluarga meski pun dengan kesederhanaan,desa ini membuat seorang nenek yang sudah tua butuh ketenangan seperti ini tanpa ramainya jalanan kota mengejar ambisi mereka
Alvin,Ella dan Alex memeluk seorang nenek yang luar biasa dalam diri mereka.
ig pudtery
fb pudtery