
~~
Sore hari yang tenang,hembusan angin sepoi-sepoi dan langit berwarna orange menandakan matahari mulai terbenam karna malam akan segera datang.
Alissa, si Putri bungsu hanya duduk menyendiri di kursi taman. Entah apa yang dia pikirkan.
Pikirannya hanya penuh pertanyaan.
Seharusnya dia senang karna setelah sekian lama, dia bisa kembali berkumpul bersama keluarganya. Namun ternyata, itu tidak seperti yang dia pikirkan. Keadaan keluarganya saat ini, sangat jauh dari apa yang dia bayangkan..
Alissa pun berdiri dan hendak berjalan pulang ke rumah, hingga dia merasakan ada seseorang yang menarik tangannya dan sontak dia langsung memberontak karna tidak mau ikut dengan orang itu.
“Hyak!!! Lepaskan aku!!Lepaskan aku!! Tolong!!”teriak Alissa
BBUUKKHH!!!
Entah darimana, ada seseorang yang datang memukul pria yang sedang menarik tangan Alissa hingga pria itu menyerah dan melarikan diri.
“Kau baik-baik saja?? “Tanya orang itu.
“I-i-iya... Terima kasih.. “jawab Alissa dengan masih sedikit takut.
“Tenanglah...Kau aman sekarang..
lain kali, jangan jalan sendirian.. dimana rumahmu? Biar aku antar”ucap orang itu sambil tersenyum tipis.
“R-rumahku dekat..”jawab Alissa.
“Ya sudah.. Ayo.. Aku akan menemanimu pulang”Ucap orang itu.
Mereka pun berjalan bersama..
“Ohyah...Namaku Jimin..Park Jimin" ucap pria itu sambil trsenyum.
“Namaku Alissa.. Kim Alissa..”ucap Alissa.
“Hmm.. Nama yang Bagus..Senang berkenalan denganmu. “ucap Jimin.
“Senang berkenalan denganmu juga..”ucap Alissa
Di perjalanan, mereka terus mengobrol dan bahkan bercanda tentang banyak hal.
Jimin bisa melihat kepolosan gadis ini dan tanpa sadar tersenyum melihat senyuman yang terukir di bibir manis Alissa.
“Hmm...Apa aku harus melakukan ini? Apa aku bisa melakukan ini??Gadis ini bahkan tidak salah apapun..
Dia sama sepertiku..
Kami tidak bersalah. Tapi takdir kami yang salah, karna kami dilahirkan dalam permusuhan yang tidak masuk akal ini yang hanya membuat kami menderita.”
Ucap Jimin di dalam hatinya sambil melihat Alissa.
“Hmm.. Itu rumahku..aku akan masuk sekarang. Sekali lagi, Terima kasih banyak karna sudah menolongku Jimin.”ucap Alissa.
“Iya sama-sama.. “Ucap Jimin.
“Alissa!! Aduh.. Sayang.. Kamu kemana saja?? Kami sudah mencarimu dari tadi.”Ucap Appa yang tiba-tiba muncul di depan gerbang rumah.
“Iya appa.. Maaf..”ucap Alissa.
Appa pun melihat ke arah Jimin.
Tiba-tiba wajah Appa berubah muram. Dia terlihat seperti mengenal Jimin.
“Ohyah.. Appa.. Kenalkan ini Jimin. Dia temanku
Tadi dia menyelamatkanku saat ada orang yang mau menculikku..”Jelas Alissa.
“Apa??! Kata siapa dia mau menyelamatkanmu?? Jangan percaya pada ular ini”Ucap appa sambil menatap sinis Jimin.
“Huh? Maksud appa?? Dia teman Alissa.. Dia orang baik”ucap Alissa.
“Masuk sekarang..Apa yang Appa katakan padamu tentang orang asing huh??!”Ucap Appa.
“Tapi dia temanku, dia baik.. “Ucap Alissa sambil menunduk.
“Kau tidak kenal dia siapa??! Kau tidak tau orang ini siapa??! “Ucap Appa.
“Dia orang baik. Dia temanku..
Hiks..Aku hanya ingin berteman saja. Kenapa Appa selalu melarangku dan membatasi pergaulanku seperti ini sedangkan saudara-saudaraku yang lain tidak??
Pergaulanku bahkan tidak sebebas Jennica eonni..”ucap Alissa sambil menunduk dan memainkan jarinya.
“Tapi cara Appa membuatku strees... Aku merasa seperti orang gila Appa.. Aku ingin bebas..
Aku hanya ingin berteman dengannya..”ucap Alissa sambil menangis.
“Dia hanya penipu Alissa!!”tegas Appa.
“Appa keterlaluan!!
Jimin oppa.. Pulanglah..
maaf atas sikap Appaku..”Ucap Alissa tanpa memandang Jimin sambil sedikit menangis.
“Appa hanya mengatakan ini karna ingin melindungi putri Appa..trserah padamu..
“Kau...Park Jimin...Suruh ayahmu untuk susun rencana yg lain..
Namun aku pastikan,tidak ada yang akan berhasil.
Karna aku akan menjaga keluargaku..”Ucap Appa sambil menatap tajam Jimin.
“Aduh Tuan Kim, hanya karna permusuhan ini, bukan berarti kau membuat anak bungsumu seperti ini..”Ucap Jimin sambil hendak mengusap air mata di pipi Alissa.
Tiba-tiba Taehyung muncul entah dari mana dan langsung memelintir tangan Jimin yang hendak memegang pipi Alissa.
“Kau pikir apa yang mau kau sentuh? “ucap Taehyung dengan tatapan sinis.
Jimin hanya menatap Taehyung dengan tersenyum seringai dan melepaskan tangannya dari Taehyung.
Taehyung pun mendorong Jimin dan menarik kerah baju Jimin.
“Oppa!! Apa yang kau lakukan??Lepaskan temanku!!”Ucap Alissa.
“Jangan macam-macam dengan Adikku Park Jimin..”Ucap Taehyung sambil menatap tajam Jimin.
“Mmangnya kenapa Taehyung?!! Ada masalah!?”Tanya Jimin
“Tentu saja!!Dia adikku!!Jangan coba-coba melukainya..”Tegas Taehyung.
“Hehe..Semoga saja..jika kau tidak telat..itu tergantung seberapa cepatnya dirimu menyelamatkannya” Ucap Jimin pelan sambil tersenyum seringai.
“Pergi!!”Ucap Taehyung emosi sambil melepaskan kerah baju Jimin.
“Tidak!! Dia tidak akan pergi..”ucap Alissa.
“Hey...kau kenapa??!Semua org ingin melindungimu..tapi kau knpa malah sprti ini?!” ucap Taehyung emosi
“Tapi kan-“
“Tidak ada bantahan!! Masuk ke rumah sekarang!!Dengarkan Oppamu Alissa!!”ucap Taehyung.
Alissa pun tersentak dan dia berlari masuk ke rumah sambil menangis.
Taehyung pun menyuruh pengawal untuk mengusir Jimin.
Di dalam rumah..
“Ingat Alissa..Appa tidak mau melihatmu bersama orang itu lagi.Mengerti?”Ucap Appa.
“Tapi dia baik Appa.. Dia yang menyelamatkan ku dari orang yang mau menculikku”Jelas Alissa.
“Kau bodoh..Dia tidak menyelamatkanmu..tapi justru dia yang mau menculikmu..”Ucap Taehyung
“Jika dia mau menculikku,lalu kenapa dia bersikap baik padaku??”tanya Alissa.
“Mana ada penculik yang mengaku kalo dia penculik Alissa...tentu saja itu karna dia ingin menipumu..”Ucap Taejoon.
“Tapi ini beda...Jimin itu orang baik...Dia temanku.. Dia orang baik.."Jelas Alissa.
“Cukup!! Tidak ada bantahan!!Sudah Appa bilang Tidak, artinya Tidak!!” Tegas Appa.
“Hikss...Appa jahat!! “ucap Alissa sambil berlari pergi.
Alissa kembali pergi ke taman tadi untuk duduk menyendiri dan menangis.
Tentu saja para pengawal mengejarnya, namun dia berhasil berlari pergi dan datang kesini.
Tiba-tiba saat itu juga. Alissa merasa ada seseorang yang memperhatikannya,
dan tak lama kemudian,ada yang membungkamnya dari belakang menggunakan sapu tangan hingga dia tak sadarkan diri..
**