
Sinar matahari yang berhasil masuk melalui jendela kamar ditambah suara ribut yang terdengar samar ditelinga, cukup untuk membuat Jennica bangun dari tidurnya.
Suara keributan tadi berasal dari Appa yang sedang berteriak dan memarahi anak buahnya.
“Huhhhhh...Lanjutkan tugas kalian... Jangan buat masalah kali ini...”Perintah Appa dengan tegas pada anak buahnya.
Pria-pria berbadan kekar itu pun membungkuk tanda memberi hormat lalu setelahnya pergi.
“Taehyung,panggil Alissa suruh sarapan bersama.. “Ucap Appa
“Aishh..kenapa aku??
Appa saja..aku bahkan belum menyapanya saat dia datang..
bukankah canggung jika aku langsung memanggilnya sprti itu??”Balas Taehyung menolak.
“Cihh.. Dasar... Ya sudah, Taejoon saja..tolong panggilkan adik bungsumu itu”
“Lahh... Kok jadi aku?? Tidak mau.. Appa saja lahh..”Tolak Taejoon.
Jennica keluar kamar dengan masih menggunakan piyama terusannya dengan masih sedikit mengantuk.
“Aishh..knapa sihh?!!kok ribut banget?!” Ucap Jennica kesal.
“Jennica,Kau dirumah saja yaa..
Jaga eomma.. Appa ada urusan dengan seseorang...”Ucap Appa.
“Tidak... Aku juga punya banyak urusan..”Balas Jennica
“Kim Jennica!! Turuti perintah apa!!” Ucap Appa dengan menaikan nada bicaranya.
“Kalo aku tidak mau bgmna??Aku tidak suka dipaksa..”kata Jennica santai dan berjalan prgi.
“Mau kemana?!!”Tanya Appa sambil menahan tangan Jennica
“Aishh..aku mau mandi dan keluar rumah lahh..emang mau kmna lagi appa??”Jawab Jennica dengan santai.
Appa terlihat menutup matanya menahan emosi.bagaimana tidak??Dia masih emosi hingga memarahi semua anak buahnya dan anak buahnya juga tidak berani padanya,lalu Jennica malah dengan santainya menanggapi perintah Appanya tanpa terlihat takut sedikit pun
“Diam dirumah!!”Ucap Appa membentak Jennica dan menyita semua senjata miliknya yang ada dikamar dan tidak lupa juga yang menempel di tubuh Jennica.
“Aishh..appa?!!
Kau knapa huh??!!!”Ucap Jennica kesal.
Appa tidak menjawab dan menyuruh anak buahnya untuk meletakkan senjata tersebut di ruang senjata.
“Arghhhh!!Menyebalkan!!!Appa mau apakan senjata koleksiku?!!”Tanya Jennica Emosi.
“Simpan”Jawab Appa singkat.
“Cihh..simpan saja!!
Aku bisa dapat lain lagi nnti..”Ucap Jennica kesal dan pergi bersiap untuk keluar rumah.
Appa malah menyuruh bodyguard khusus untuk menjaga gerbang depan rumah dan semua sudut rumah agar putrinya tersebut tidak bisa keluar.
Jennica yang mendengar itu pun semakin kesal.
“Aishh..biarkan aku keluar!!”Ucap Jennica emosi
Semuanya hanya diam dan tidak mempedulikan Jennica yang sudah emosi.
Jennica pun tak hilang akal. Otak cerdiknya berusaha mencari jalan keluar lain.
Setelah mengganti pakaiannya, Ia pun lewat gerbang pintu belakang dengan cara memanjatnya dengan menghajar kedua bodyguard yang berjaga disitu diam-diam terlebih dahulu.
Taehyung yang melihat adik perempuannya yang sedang menghajar para bodyguard itu pun langsung menahannya.
“Jennica!!Cukup!!
Sekarang tidak ada yang namanya Club!!! dan keluar malam!!! MENGERTI?!!!”Ucap Taehyung tegas.
“Aishhh..Oppaa!!
Knapa kau juga menjadi menyebalkan seperti appa?!!”Ucap Jennica.
“DIAM!!!”Bentak Taehyung.
Gadis keras kepala itu pun tetap berusaha untuk keluar dari rumah dan berlari secepat mungkin...
Taehyung dan beberapa anak buah mengikutinya dan berusaha menangkapnya.
Dia sangat bingung dan sedang mencari cara untuk tidak tertangkap oleh Oppa dan anak buahnya itu.
Tiba-tiba disaat dia sedang panik,dia merasa ada yang menarik pergelangan tangannya.
Ia pun menoleh melihat orang itu yang sedang menariknya untuk masuk ke mobil tanpa bicara.
“Hey..siapa kau?!knapa kau membawaku kesini?!”Tanya Jennica heran
“Diam saja..menunduk lah..kau mau mereka melihatmu??kau mau sembunyi kan??”Jawab Pria itu.
“Huh??Tapi kan-“
Jennica tidak meneruskan bicaranya dan langsung menunduk saat melihat rombongan Oppanya lewat.
Taehyung terlihat sangat marah dan menyuruh bodyguard untuk berpencar.
“Argghhh!!persetan!!!”Ucap Taehyung kesal.
“Tetaplah menunduk..”Ucap pria itu dan mulai menjalankan mobilnya pergi dari situ.
Setelah pergi dari situ,barulah Jennica bisa bernapas lega.
Jennica pun menoleh ke arah pria asing di sampingnya yang sedang fokus menyetir.
“Kau siapa??”tanya Jennica sambil menatap pria itu.
“Hanya seseorang yang ingin membantu”Jawab pria itu.
“Hmm...sepertinya aku pernah melihatmu..”Ucap Jennica sambil mengerutkan dahinya menatap pria itu sambil mencoba mengingat.
“Hmm..aku juga sprti pernah melihatmu..”
Ucap pria itu sambil melirik ke arah Jennica dan terlihat seperti sedang berpikir.
Setelah beberapa saat mereka terdiam karna mencoba mengingat, akhirnya keduanya pun berhasil mengingat satu sama lain.
“Ohhhh!!! Kau.... “Ucap mereka bersamaan sambil menunjuk satu sama lain.
“Kau si pria tisu itu kan?!”Tanya Jennica
“Dan kau si gadis cengeng itu kan??”Tanya pria itu juga.
“Aishh..Apa??!!”Ucap Jennica sedikit kesal.
“Iya kan??gadis cengeng di balkon club..” Ucap pria itu sambil sedikit tersenyum.
“Ishh!!Kau bilang aku cengeng?!!”Teriak Jennica kesal.
Jennica pun menarik napas panjang dan menghembuskannya kembali dengan kesal.
“Aigoo...Untung Appa menyita teman-temanku.. “Ucap Jennica kesal.
Pria itu hanya terkekeh.
“Siapa namamu??”tanya pria itu.
“Kenapa tanya-tanya??!”Ucap Jennica
“Kenapa??Owhhh..Ok..Aku akan membawamu pulang kembali..”Ucap pria itu.
“Apa?!Aishh..jangan lahh..!!
Oke..namaku Jennica..”Jawab Jennica terpaksa.
“Hmm... Jennica..
Oke..Salam kenal..”Jawab pria itu.
“Hmm..Terserah”Ucap Jennica.
“Namaku Jungkook..”kata pria itu.
“Ya Ya Ya... “Ucap Jennica sambil mengangguk dan melihat ke luar jendela.
“Hehe..Aigoo..Anak cengeng mah begini..
Jadi.. Kau mau kemana??”Tanya Jungkook sambil sedikit tersenyum.
“Yyyyaa!!Berhenti memanggilku itu!!”Ucap Jennica kesal.
“Tapi panggilan itu cocok untukmu..”Jawab Jungkook dengan sedikit terkekeh.
“Aku tidak cengeng”Ucap Jennica
“Hehehe...benarkah??”Jawab Jungkook dengan sedikit tertawa.
“Ishh..rasanya aku ingin menendangmu ke Laut kutub utara..”Ucap Jennica kesal.
“Ohh yah??”Jawab Jungkook
“Turunkan aku”Ucap Jennica
“Oke...kau mau pulang kan?? Baiklah.. Aku akan mengantarmu pulang.. “ucap Jungkook
“Tidak.. Turunkan aku dsini..aku gak mau pulang..aku akan ke suatu tempat”ucap Jennica ketus.
Jungkook tidak mendengarkan Jennica dan malah memutar balik mobilnya menuju rumah Jennica
“Aishh!! Aku bilang aku tidak mau pulang!!”ucap Jennica kesal.
“Hmm..begitu yaa..Kalau begitu,ikut aku saja..Anggap saja sebagai balas budi..Kau harus membalas kebaikanku karna menyelamatkanmu tadi..”ucap Jungkook
“Ishh..kalo gk ikhlas dan mengharapkan imbalan, lebih baik gak usah bantu!”Jawab Jennica kesal.
“Ya sudah,aku antarkan pulang..”ucap jungkook sambil tersenyum seringai.
“Aishh..Ya sudah..”ucap Jennica pasrah.
“Jadi bagaimana? Mau temani aku??”Tanya Jungkook.
“Memangnya mau kemana??”tanya Jennica
“Mau atau tidak nih?? Tanya Jungkook lagi.
“Arghhh...ya sudah..dasar gak ikhlas.. “Jawab Jennica pasrah.
“Kau tau kan..
Di dunia ini tidak ada yang gratis. Setiap hutang harus dibayar walaupun nyawa menjadi taruhannya..
Kejahatan dibalas kejahatan..
Nyawa...dibayar nyawa..”Ucap Jungkook sambil tersenyum seringai.
***