Love And Ties

Love And Ties
Marah~


Pagi Hari...


Cuit...cuit...


Terdengar nyanyian burung di pagi hari...,angin berhembus lembut...,daun hijau jatuh perlahan dan terbawa masuk ke sebuah rumah yang sederhana...


Aku terbangun karena cahaya yang masuk ke dalam ruangan,cahaya itu menerpa wajahku perlahan.


Kaki putih ramping perlahan menjulur ke lantai,aku berjalan perlahan ke toilet.


Membersihkan diri dan sarapan...aku berpikir untuk mengambil cuti hari ini,untuk menenang kan diri terlebih dahulu...


Kejadian kemarin masih berputar di kepalaku,aku tak dapat memaafkan apa yang dilakukan Ikbal di depan umum padaku.


Drttt...


Ponselku berdering,akupun segera melihat layar ponselku.Dan ternyata yang menelfon ku adalah sahabtaku,yaitu Alisya.


Alisya303:


Na...lu gapapa kan?


^^^Ana026:^^^


^^^Gapapa ko...^^^


Alisya303:


Lu hari ini masuk kan.


^^^Ana026:^^^


^^^Tadinya si mau masuk,tapi setelah di pikir-pikir lagi...^^^


Alisya303:


Setelah di pkir-pikir lagi...,apa?


^^^Ana026:^^^


^^^Sya gue minta tolong izinin dulu ya,^^^


^^^gue rada gak enak badan.^^^


Alisya303:


Ok...(^_^)


^^^Ana026:^^^


^^^(^_^)...^^^


Akupun berjalan menuju ke arah jendela...,


menikmati hembusan angin pagi yang segar.


"Cuaca begitu indah hari ini,namun tidak dengan hatiku...,yang kurasakan hanya sepi.tidak ada kehangatan."gumamku.


Ikbal Poff~


Aku berjalan dengan tergesa-gesa ke ruang kelas,Berharap orang yang ku cari ada di sana...


Sesampainya aku di sana...,mataku berputar ke segala arah,mencari seorang gadis cantik yang ingin ku temui.


Namun nihil,gadis itu tak ada di sana...,mejanya bersih tak ada buku berserakan atau pun tas nya...


"Ham...lu liat Ana gak?"tanyaku,yang merasa khawatir pada Ana.


"Dia izin sakit,tadi kayanya yang ngizinin si Alisya deh"ujar Ilham,memberi tau.


"Ham gue minjem hendfone lu"ujarnya pesimis.


"di tas..."jawab ilham,menunjuk tas milik nya.


Ana Poff~


Aku berjalan ke arah sofa dan duduk sembari memakan snack...


Drrtt...


Suara nontifikasi ponsel ku,akupun melihat nama sang penelpon di layar ponselku.


"Ilham...?,kenapa dia nelfon gue?"gumamku merasa bingung.


Akupun mengangkat nya...


Ikbal:


Na...lu masih marah ya gara² yg kemaren?


^^^Ana026:^^^


^^^...^^^


Ikbal:


Na...


^^^Ana026:^^^


^^^*ngapain lu nelfon gue pake ponsel Ilham?^^^


Ikbal:


ya biar di angkat* ^-^


Tut...


Akupun langsung mengakhiri percakapan itu,dan mematikan daya ponsel ku...


Aku duduk termenung di dekat jendela...,sembari melihat foto teman masa kecilku...


Aku pun berjalan perlahan ke arah sebuah meja, dan mengambil sebuah kotak musik indah...


kubuka kotak itu perlahan...,dan mendengarkan setiap nada dengan seksama...


Perlahan air mata ku pun tumpah membasahi pipi...,terbesit ingatan-ingatan indah masa kecil ku...


Ikbal poff~


"Ham...tu hendfone lu gue taro tas lagi"ujar Ikbal,kemudian pergi ke roftop.


Aku pun duduk termenung menatap langit serah,seketika terbesit di benak ku rasa bersalah pada Ana...


"ngapain juga gue mikirin tu orang,gue gak salah ini...,lagian gue juga gak tau kan apa isinya tas Ana.Kalau tau juga gak bakal gue bongkar tu isi tasnya,niat gue kan cuma mau bikin dia gak terlalu merasa tertekan sama hubungan ini"Gumamnya,membela diri.


Aku berlari menuju ke arah mobil ku...,kemudian aku nergegas pergi untuk meminta maaf pada Ana.


Entah mengapa pikiran dan tindakan ku selalu berlawana saat membahas tentang gadis itu.(Ana)