Love And Ties

Love And Ties
Rasa Malu~


Aku menyandarkan kepala ku di atas meja,rasa tak sabar dan gelisah meng gerogoti hati dan pikiranku...


Aku menunggu dan menanti,namun tetap tak ada balasan darinya...


Sesekali aku melirik ke arah ponselku,berharap benda itu mengeluarkan suara nontifikasi,atau pun bergetar.


Namun nihil hal itu tak terjadi sama sekali,pria itu tak membalas pesanku...


Aku terus merenung dan menatap ke arah jendela dengan tatapan kosong.Yang ada di pikiranku saat ini adalah,"mengapa ia tak mau membalas pesan ku?...,atau apakah pria itu tak ingin mengakhiri perjodohan ini."


Aku tak mendengar apa yang sedang di jelaskan oleh dosen Amel...


Namun seketika ada yang mengambil tasku dan mengeluarkan seluruh isi yang ada di dalam nya...


Ikbal poff~


Aku berjalan menuju tempa duduk ku...,dan tak sengaja melihat ke arah seorang gadis cantik yang sedang melamun,menghadap ke arah jendela.


Aku menghampirinya dan mengambil tas nya,agar perhatian gadis itu teralihkan.Namun nihil ia tak melihat ke arah ku...


"Bal....sssttt...Bal...,lu ngapain si?,nanti kalo dosen Amel liat gimana??"bisik Ilham,menasihati Ikbal.


"Gak bakal berani dia ngomelin gue"ujar Ikbal, dengan senyum khasnya.


Kemudian Ikbal mengeluarkan seluruh isi dari tas Ana...


Ana yang merasa diperhatikan pun melihat ke ara Ikbal...Ia terkejut melihat seluruh isi tasnya dikeluarkan.


Air mata pun tumpah membasahi pipi secara perlahan...,mengapa...?


Karena dalam tasnya itu ada beberapa pembalut,


ya...,bulan ini Ana sedang menstruasi...


Dosen Amel yang mendengar keributan pun melihat apa yang terjadi.


"DIAM SEMUANYA...ADA APA INI?"tanya dosen Amel dengan tegas.


Karena tak kuat menanggung malu,Ana pun segera mengambil semua barang-barangnya kemudian merapikannya ke dalam tas.


"Bu...saya izin kelas hari ini,tolong di mengerti ya"ujar Ana pada dosen Amel,dengan air mata yang terus mengalir.


Bagaimana tidak,di saat ia sedang gelisah Ana justru malah dipermalukan di depan umum.


sedangkan para Mahasiswi sibuk untuk memarahi para Mahasiswa yang menertawakan Ana.Tentu saja karena mereka juga adalah wanita,jadi mereka mengerti bagaimana persaan Ana saat itu.


"Baiklah...Ana kamu boleh pulang ke rumah dulu...tetapi ingat,kamu harus menulis cataan yang di terangkan hari ini besok"ujar dosen Amel memberi izin.


"Baik bu"jawabnya kemudian pergi...


Plakk...


Alisya yang geram dengan apa yang terjadi pun menampar Ikbal dengan penuh emosi.


Sontak seluruh orang yang ada di dalam ruangan, melihat ke arah asal suara...


"Gila lo ya...gue bener-bener gak habis pikir,


ternyata lo yang selama ini gue puja-puja...,itu orang BR*S*K"bentak Alisya pada Ikbal dengan penuh amarah.


Bagaimana tidak...,sahabatnya di permalukan di depan matanya.


Ilham yang melihat semuanya pun,tak bisa berkata-kata...


Seluruh ruangan menjadi ricuh dan tak terkendali...


"DIAM SEMUANYA...!!!,KEMBALI KE TEMPAT DUDUK MASING-MASING,DAN IKBAL...BERDIRI DI DEPAN KELAS SAMPAI KELAS SIANG SELESAI!!!"seru dosen Amel tegas.


Sokntak semua pun kembali tenang dan terkandali...


Ikbal berjalan perlahan ke depan ruangan,dan berdiri dengan tegak.


Hatinya merasa kacau dan tidak tenang akan masalah yang telah ia berikan pada ana...


>>>


Kelas siang pun selesai...,seluruh Mahasiswa dan siswi kembali ke rumahnya masing-masing...


Namun tidak dengan Ikbal,ia duduk termenung di taman Campus...di benaknya selalu terbesit rasa bersalah.


Awalnya ia malakukan itu untuk mencuri perhatian Ana,namun yang terjadi justru sebaliknya.


Ia justru malah membuat Ana makin terpuruk dan sedi.