
Tap...Tap...
Aku berjalan dengan cepat menuju kelas ku...berharap orang yg tak ingin ku lihat tak melihat ku.
"Ana...lu tu kenapa si,kan gue belum selesai liat pangeran gue.Lu tu ya...gara-gara lu gue diliatin satu lapangan,tau gak"ujar nya panjang lebar.
Aku tak mendengar apa yang dijelaskan oleh Alisya,karena di pikiran ku hanya bagaimana jika nanti orang yang ku tabrak melihatku...dan kemudian beranggapan bahwa aku sedang menggodanya...,walupun aku tau itu tak mungkin.
"Na...ko lu malah bengong?"tanya Alisya,
biingung.
"Eh...gak ko,gak bengong..."jawabku.
"yaudah...yok ke kelas!"menarik tangan ku.
"Tunggu Sya...kaya nya gue dah gak mau ke kelas lagi deh,gimana kalau kita ke kantin aja...?"
tawarku.
"Oh...yaudah yuk!"berjalan menuju kantin.
>>>
Saat tiba di kantin...mataku berputar ke segala arah mencari meja yg ingin ku tempati.
"Kita duduk situ aja yuk..."ajak ku,dibalas anggukan oleh Alisya.
Kami pun berjalan menuju meja,dan memesan beberapa menu makanan yang ada di kantin.
Tak lama kami berbincang...,makanan yang kami pesan pun datang.
"Gue boleh ikut duduk sini gak...?"tanya seorang pria tampan yang sedang membawa makanan nya.
"Boleh duduk aja...ham"jawabku sembari mengunyah makanan.
Pria itu adalah Ilham adward,sahabat karib Ikbal Adelard.Sekaligus teman sekelas kami.
"Sini Bal...!"serunya pada ikbal,yang sedang memesan makanan.
"Hmm..."jawab ikbal dengan santai,sembari berjalan menuju meja.
"UHK..."tersedak.
"Lu gapapa kan Na...?,ni minum dulu"tanya Alisya khawatir,sembari memberikan minuman.
Aku terkejut,kerena orang yang aku hindari justru ingin makan satu meja dengan ku.
Aku benar-benar melupakan bahwa Ikbal merupakan sahabat karib Ilham.
"Sya...gue duluan ya,soalnya gue mau bikin catatan dulu buat materi besok."meninggalkan meja,dan berjalan menuju ke taman Campus.
"Temen lu kenapa sya...tadi dia bilang mau bikin cataan kan...?, tapi ko dia jalan ke arah taman.
Bukanya biasanya dia minjem catatan lu ya?"
tanya Ilham penasaran,serta bingung.
"Gatau tu,dia dari tadi pagi aneh banget"jawab Alisyah,sembari menyantap mekanan nya.
tak lama,Ikbal pun datang dan duduk di samping Ilham...
Deg...Deg...
"Duh jantung gue kok mau lepas si...,aaaaahh...
pangeran gue duduk depan gue,gue harus apa ya...?"umpat Alisya dalam hati.
"Sya lu sakit ya...ko muka lu merah si,lu panas?"
tanya Ilham khawatir.
"Eh...gak ko,gue gak papa.Gue duluan ya...mau nyusul si Ana"pergi menuju kelas.
"ha...tapi bukannya Ana pergi ke taman ya?,ko dia ke kelas si...?"ujar Ilham,yg merasa bingung dengan tingkalaku Anastasya dan Alisya.
"Ana...?,gue gak tau di kelas ada yang nama nya Ana..."tanya Ikbal penasaran.
"Ana itu nama asli nya Anastasya Lesham,terus nama Ana itu nama panggilan...,siapa suruh lu gak pernah ikut kelas..."ujar Ilham menjelaskan, sekaligus mengkhritik Ikbal.
Sebenarnya Ikbal satu kelas dengan Ana...,tetapi ia jarang mengikuti kelas,dan cenderung menghabiskan waktunya di lapangan basket.
"APA..."teriak Ikbal terkejut dengan nama asli Ana.
"Buset kuping gue...,lu kenapa si Bal?,kayanya hari ini semua orang aneh banget deh..."ujar ikbal tak habis pikir dengan tingkah laku temannya.
"Ham...gue duluan ya,tagihan makanan nya lu aja yang bayar!,dah...."meninggalkan Ilham.
"Kayanya ini hari yang aneh deh buat gue..."ujar nya,kemudian melahap makanan nya dengan rakus.