Lost Again

Lost Again
Tak Mendapatkannya


Happy Reading


"Bel, kira kira bagus ga ya?" Tanya Angel kepada Isabel sembari menunjukan dress yang berwarna ungu dengan manik-manik berbentuk bintang. Menambah kesan imut dan elegan jika memakainya



"Ehh, bagus kok" ucap Isabel sambil tersenyum. Walaupun ia tak menyukai pakaian yang agak minim seperti itu, tetapi ia tetap menghargai Angel


"Okey, Thanks saran nya bel". Angel berlari kecil ke arah meja kasir. ia mengeluarkan kartu ATM nya untuk membayar dress yang ia beli


Selesai membayar, Angel pun berjalan menuju Isabel. Terlihat Isabel yang sedang mengamati mall yang begitu besar ini, yang sepertinya mall khusus... orang kaya?. Yap, semua barang-barang barang yang ada di mall ini sangat mahal. Baju yang Angel beli saja seharga 2 juta lebih. Woah, mungkin kalau beli di pasar cuma 2 ratus ribu saja


"Ehh Isabel, Lo ga belanja?" tanya Angel sambil menenteng paperbag nya


"Ehh, nggak " jawab Isabel


"Kamu udah selesai belanjanya?" lanjut Isabel. Ia tak tenang jika berada di tempat yang ramai seperti ini. bisa gawat kalau ada teman sekelas yang suka membully nya tiba tiba bertemu dengannya


"Udah nih, mau langsung pulang atau makan dulu?" tawar Angel


Isabel menggelengkan kepalanya "Ehh, ga usah deh. aku juga masih kenyang kok"


"Hehe, ya udah ayo"


Skip..


"Makasih ya udah mau nganterin" ucap Isabel sembari tersenyum ke Angel


"Iya sama-sama"


Belum sempat Isabel melangkahkan kaki keluar mobil, tiba-tiba Angel menarik pergelangan tangan Isabel "Ehh bel, tunggu sebentar"


"Ini dress buat kamu" Angel tersenyum sambil memberikan paperbag berisi dress yang ia beli tadi


"Eh, buat aku?" Isabel tak percaya


"Iya buat Lo, ntar Lo pake pas ultah gue ya"


"Eh,iya makasih. Tapi, ultah kamu kapan?"


"Hari Kamis, Lo datang ya gue tunggu "


"Ehh iya makasih"


"Sama-sama" Angel tersenyum kepada Isabel


"Eh,ayo masuk dulu" ajak Isabel


"Beneran? "


"Iya, beneran " Isabel tersenyum sembari menggandeng lengan Angel


Tok..tok..tok


"Assalamualaikum mah" ucap isabel


Isabel dan Angel pun masuk kedalam rumah Isabel, terlihat Pratistha yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menonton film di TV


Pratistha berlari kecil ke arah Angel dan langsung memeluk erat Angel. Isabel mematung, ia terkejut melihat ibunda nya bisa selembut itu. Pratistha tak pernah bersikap seperti itu kepadanya. Pratistha yang Isabel kenal itu dingin, cuek, kejam. Tapi kenapa? kenapa ia bersikap seperti itu kepada Angel?


Isabel berdiri di samping Angel dan memandangi Pratistha yang sepertinya sayang kepada Angel. Dan kemana perginya kelembutan itu jika bersamanya? ia berusaha menahan air mata yang hampir jatuh "kenapa mama bisa selembut itu ke Angel? sedangkan ke aku aja ga pernah" batin Isabel sembari mengepalkan tangan nya


Bagaimana perasaan seorang anak yang tak mendapatkan kasih sayang dari ibunya? bagaimana perasaan seorang anak yang melihat orang lain mendapatkan kasih sayang dari ibunya sendiri, sedangkan ia saja tak mendapatkannya?


Terkadang Isabel iri melihat anak seumurannya manja kepada ibu mereka. walaupun sudah dewasa tapi Isabel ingin mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu,tak peduli berapa umurnya sekarang tapi ia sangat amat ingin mendapatkan kasih sayang dari ibunya. Walaupun ayah nya sayang kepadanya, tapi sama saja terasa hampa jika tak ada kasih sayang dari ibu


"Angel, tumben kamu kesini. biasanya aja lupa sama Tante, hayoo lagi sibuk ngurusin pernikahan kamu yaa trus lupa sama Tante ?" Ledek Pratistha. Memang benar Angel akan segera menikah, tapi masih mungkin masih lama. Tapi apa salahnya jika dipersiapkan dari jauh hari?


"Hehe ga kok Tan, tadi niatnya cuma mau nganter Isabel pulang, eh ternyata mama nya Isabel Tante Pratistha " jawab Angel sembari tersenyum kaku


"hehe,Iya sayang, Tante paham kok. duduk dulu yuk" Pratistha tersenyum sambil menggandeng tangan Angel


Mereka sepertinya melupakan sosok Isabel yang sedang mematung. Isabel tak berani mengganggu momen kerinduan antara Angel dan Pratistha


"Eh ya ampun, Isabel" Angel menepuk jidat nya menandakan bahwa ia lupa


"Eh,i-iya?" jawab Isabel gugup


Angel berjalan ke arah Isabel "Sini, jangan jauh-jauh" lanjut Angel sambil menggandeng tangan Isabel


"Ee, iya" Isabel berusaha untuk tersenyum walaupun hatinya sakit sekali, sakit karna melihat ibunda nya lembut kepada orang lain. bukan berarti Isabel tak suka akan kelembutan Pratistha, tapi kenapa hanya ditunjukkan kepada Angel saja?


Pratistha menatap sinis Isabel, ia memelototkan matanya dengan maksud agar Isabel pergi. Isabel yang memahami maksud Pratistha pun pergi


"Em, Aku ke kamar dulu ya mah, Angel" pamit Isabel. Ia langsung melangkahkan kaki meninggalkan Angel dan Pratistha yang sepertinya sedang melepas kerinduan


Skip..


Isabel melemparkan tas nya ke sofa mini yang tak jauh dari kasurnya. Ia pun langsung menjatuhkan dirinya yang masih menggunakan seragam sekolah itu ke kasur


Isabel mencoba untuk tak menangis, tapi tak bisa. Air mata sudah membanjiri wajah milik Isabel. Isabel mengeluarkan semua air mata yang ia tahan, ia tak kuat melihat semua itu. Ia meremas selimut yang berada di sampingnya, menjambak rambut nya, memukuli badan nya sendiri


Isabel tak peduli apa yang dia lakukan, ia menganggap itu tak seberapa sakitnya dibandingkan dengan sakit hatinya. Entah seberapa sakitnya jika melihat ibunya sayang kepada orang lain, sedangkan anaknya saja tak mendapatkan kasih sayang itu


Isabel Terisak-isak. Tak ada yang peduli lagi kepadanya. Tapi ia yakin, setelah semua ini berlalu, pasti akan ada kebahagian. Skenario tuhan itu indah, dan indah itu akan kita rasakan jika kita bisa menerimanya dengan ikhlas dan tulus


Setelah puas menangis, Isabel pun beranjak dari kasurnya itu. ia berjalan menuju lemari dan langsung mengambil handuk yang menggantung didalam nya


Isabel pergi mandi, ia tak tahan akan badannya yang berkeringat itu karena melakukan hal yang mungkin tak sakit baginya


Zrasshh..


Bunyi air yang membasahi tubuh Isabel. Isabel melamun memikirkan kenapa ibunda nya bisa sayang kepada Angel. Yeah, Isabel tak mengetahui hal itu


Isabel keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah segar kembali. Jika ini adalah takdirnya, maka ia mencoba berdamai dengan takdir. Ia berjalan kearah meja rias miliknya. Tak banyak make up yang ia punya, hanya ada Fondation, Concealar, bedak, dan lipbalm saja dan sisanya berupa skincare anak remaja


Isabel menatap cermin, terlihat dirinya dari pantulan cermin tersebut. Ia berfikir sejenak "Kira-kira mama sama Angel ada hubungan apa? bisa-bisanya mama sayang banget sama Angel " batin Isabel


Like, vote, komen nya kaka ^^


Arigatou^^


~To be Continue