Lost Again

Lost Again
Mall


Selamat membaca


Isabel terbangun dari tidurnya, ia sangat lelah.Bahkan tak sempat untuk makan malam, hampir saja gendang telinga nya pecah tadi malam gara-gara mama nya yang tak henti-hentinya mengomel. Ia menatap langit langit kamar yang bernuansa coklat muda dan coklat tua itu, Isabel tak suka warna-warna yang cerah, bagi dia itu terlalu mencolok.


Ia pun beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.


Ia beralih menatap cermin di depan nya "Hahhhh?" Isabel terkejut melihat mata nya yang bengkak.


"Ya ampun, kok bisa jadi kek gini?" Tanyanya dalam hati sambil menyentuh matanya yang bengkak


"Haish, pasti karena tadi malam aku nangis gegara Omelan mama, Terpaksa aku berangkat sekolah seperti ini " lanjut nya


Isabel keluar dari kamar nya itu,ia melirik ke kanan dan kirinya yang sepertinya masih...sepi?oh iya ini masih jam 4. Ia berjalan menuju dapur untuk mengambil es batu guna untuk mengoles matanya yang bengkak


Ia kembali ke kamar nya lagi untuk mengoles matanya. Isabel berjalan dengan sangat hati hati , ia takut sang ibunda nya yang kejam itu marah kepadanya


Isabel mengoles mata nya dengan es batu yang ia bawa "Semoga bisa, amin" ucap Isabel


Ceklek....


Isabel terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu, ia melihat sosok wanita yang sangat ia sayangi, Pratistha . Walaupun Pratistha sering membully Isabel tetapi itu tak membuat Isabel benci kepada Pratistha, justru ia sayang kepada Pratistha


Pratistha bingung apa yang dilakukan oleh Isabel "Ngapain kamu?" Ucap nya sambil memelototkan matanya


"I-ini Isabel mau ngoles es batu ke mata Isabel ma" jawab Isabel langsung menghentikan kegiatannya dan menundukkan kepalanya


Tak menjawab, Pratistha langsung mengarahkan pandangan Isabel untuk menatap nya


"Udah lah bel, ga usah repot-repot ngurusin itu,Cuma buang-buang waktu, mending kamu cuci baju sana " Perintah Pratistha sembari memelototkan matanya


"Ta-tapi ma!"


"Tapi apa?" bentak Pratistha


"E-enggak ma"


Pratistha menunjuk ke arah pintu "Ya udah cepetan sana"


"I-iya ma"


Isabel berjalan menuruni tangga rumah nya, terlihat ART yang sedang menyiapkan sarapan, ada yang mencuci piring, dan menyapu. Sepertinya Pratistha melarang mereka untuk mencuci baju, dan menyuruh Isabel untuk mencuci baju


"Pagi non" Ucap Desi-- salah satu ART


"Ehh, pagi mbak" jawab Isabel sembari tersenyum


"Mau kemana non?" Desi heran melihat Isabel berjalan ke arah tempat cuci baju


Mendengar pertanyaan Desi, Isabel gugup "Eee, mau kesitu mbak" sambil menunjuk ke arah mesin cuci


"Mau ngapain non?" tanya Desi


Isabel terdiam, tak menjawab pertanyaan dari Desi. Isabel menoleh ke arah lantai 2, Terlihat Pratistha yang menatapnya tajam dengan maksud jangan memberi tahu Desi


"Eee, s-saya duluan mbak" Ucap Isabel sambil berlari. Desi heran melihat anak majikan nya itu tampak gugup ketika melihat Pratistha, Desi tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di keluarga majikan nya


Tanpa berfikir panjang, Isabel langsung memasukkan pakaian itu ke mesin cuci


Skip...


"Yah,Ma, Isabel berangkat dulu" ucap Isabel yang akan berangkat sekolah. Karena tak ada respon dari Pratistha, Isabel paham. Ia beranjak menuju tempat dimana Abraham duduk


"Yah, Isabel berangkat dulu ya" ucap Isabel sambil mengecup punggung tangan ayahnya


"Iya nak" ucap Abraham tersenyum. Isabel langsung menuju tempat duduk Pratistha


"Ma, Isabel berangkat dulu" Karena tak ada tanda-tanda Pratistha akan menjawab, Isabel langsung beranjak keluar dari rumah


Di sekolah, Isabel tak mempunyai teman. entah mengapa tak ada yang mau berteman dengan nya


Pulang sekolah


Brakk....


"Ehh, maaf saya ga sengaja" ucap isabel tanpa memperhatikan orang yang dia tabrak, ternyata orang yang ia tabrak adalah Angela


"Eh iya gapapa kok" jawab Angel


"Kak..." ucap Isabel terhenti saat melihat Angel


"Eh, Isabel" Angel terkejut dan dijawab senyuman oleh Isabel


"Lo mau kemana bel?" lanjut Angel keheranan melihat Isabel yang sepertinya....buru-buru?


"Ehh, mau pulang" jawab Isabel


"Ya udah, sekalian aja sama gue. Gue sekalian mau ke mall bentar, kebetulan mall nya searah sama rumah lo " tawar Angel


Isabel menggelengkan kepalanya "Ehh, ga usah. A-aku bisa cari Taksi kok"


"Ehh udah gapapa, ayo!" Angel menarik lengan isabel menuju mobil nya. Isabel hanya bisa pasrah


Mall


"Lo mau ikut ga?" Tanya Angel kepada isabel


Isabel menggeleng "Eh ga usah, aku disini aja"


"Oh iya, gue kan mau beliin baju buat temen gue. Kebetulan badan nya kira-kira sama kek lo, lo ikut gue gih, biar bisa di coba ke lo" Ucap Angel sambil menunjukkan Puppy eyes


"Pliss ikut gue yaa" lanjut Angel.


"Ehhh, iya iya" jawab Isabel, ia tak tega melihat seseorang memohon kepadanya, apalagi orang yang sudah menolong nya


Dari kejauhan, seseorang menatap Isabel dengan tatapan sedih, terlihat sebuah penyesalan di matanya. Siapa orang itu?


Like, komen, and vote yaa


Thanks for reading