Lost Again

Lost Again
Siapa dia?


 


Happy Reading


 


Isabel berjalan di lorong sekolah nya, keadaan nya sangat sepi, karena semua siswa sudah pulang, hanya tersisa Isabel seorang yang pulang menjelang magrib karena dihukum membersihkan toilet.


Dengan lemah ia berjalan menuju gerbang sekolah. Ya, Isabel belum sempat makan, bahkan tak mempunyai uang untuk makan karena uang nya dia berikan ke ojol tadi pagi


Sesampai di gerbang...


"Loh? dek? kok baru mau pulang?" tanya pak satpam


"I-iya pak, tadi saya disuruh bersihin toilet" jawab Isabel


"Ohh gitu ya dek, makanya kalau mau masuk kelas tu cepetan "


"Iya pak, saya tau"


Skip...


Isabel pulang kerumahnya bukan dengan ojol, tetapi jalan kaki. dia tak punya uang untuk memesan ojol. Dengan lemah, Isabel berusaha berjalan menuju rumah nya


Brukk....


"Ehhhh.....ya ampun" ucap seseorang yang melihat Isabel pingsan


"Berhenti pak" perintah orang tersebut kepada supir pribadi nya


Ckitttt....


"Hei..bangun.. ya ampun gimana ini?" ucap orang itu sembari menepuk pelan pipi Isabel


Isabel tak kunjung bangun


"Pucat banget dia, Apa gue bawa dia kerumah aja ya? tapi ntar kalau orang tua nya nyariin gimana?" ucap Orang itu bingung


"Haish, ya udah terpaksa gue bawa aja. Pak Tolong bawa dia masuk ke mobil"


"Ya,nona"


Yang menolong Isabel adalah seorang nona muda keluarga Davieson, Angela Davieson


Rumah Angel


"Bawa ke kamar saya aja pak" perintah Angel


"Ya nona, saya masuk ya non"


"Iya pak"


Skip...


Isabel terbangun dari pingsan nya(ntah pingsan/tidur). Belum sepenuhnya sadar, ia menatap langit-langit kamar itu dan langsung terduduk


'Loh? aku dimana? dan, rumah siapa ini?' batin Isabel


'Kenapa aku bisa disini? bukanya tadi masih di jalan' lanjut nya


ceklek...


"Ehh, lo udah bangun?" Tanya Angel sembari membawa air minum


"udah kak" jawab Isabel


''aku aja udah duduk kek gini, ya berarti udah bangun lah. Ya kali aku ngigo, aku ga punya kebiasaan jelek kek gitu '' batin Isabel


"Emmm, kakak ya yang bawa aku kesini? dan ini dimana kak?" tanya Isabel


"Ekhem, iya, ini rumah gue. Kenalin, gue Angel" ucap Angel sembari menjulurkan tangan nya untuk berjabat tangan


"Isabel" jawab Isabel sambil membalas berjabat tangan


"Eh iya, ini gue bawain air minum, lo minum dulu gih" perintah Angel


"M-makasih kak"


"ga usah panggil kak, panggil Angel aja"


"Oke"


"Pas gue lewat di jalan, tiba tiba Lo langsung pingsan, ya udah terpaksa gue bawa ke rumah, maaf ya" jelas Angel


"Iya, Gapapa kok, malah seharusnya aku yang minta maaf udah ngerepotin kamu "


"Ya udah deh iya" Angel mengalah


Hening....


"Ehh, Rumah lo dimana? nanti gue suruh supir antar lo pulang" tanya Angel memecah keheningan


"Di daerah Mekarmulya " jelas Isabel


"Oh, Deket kok. ntar gue suruh supir anter lo"


"ehh? gapapa?"


"Iya, gapapa kok"


Hening lagi....


"Oh iya, ini jam berapa? " tanya Isabel


"Jam 8" jelas Angel


"Hah?" Pekik Isabel sambil mendekatkan muka nya ke arah muka Angel


"Loh? kenapa?" Angel keheranan


"Eh, gapapa kok, cuma kaget"


"Ya udah, mau pulang sekarang?" tanya Angel


"Boleh"


"Ya udah ayo"


Skip..


Di depan rumah


"Iya non, non ga ikut?"


"Ga usah pak, saya di rumah aja"


"Iya non, ya udah saya permisi dulu non" pamit nya


"Iya, hati-hati pak"


Di dalam mobil


"Oh iya, rumah nya dimana neng?" tanya supir kepada Isabel


"Di daerah Mekarmulya pak"


"Oh oke"


Hening...


"Ekhem, pak saya boleh nanya ga?" tanya Isabel


"Boleh neng"


"Menurut bapak, Angel orang nya kek gmna?"


"Kenapa nanya kek gitu neng?"


"Emm, maaf saya kepo pak, kalau gamau jawab juga gapapa"


"Ekhem, non Angel teh orang nya baik, ramah kalau sama orang asing, Tapi kalau sama orang yang pernah nyakitin dia ga bakal di maafin neng" jelas pak supir


"Oh, gitu ya pak. oh iya, nama bapak siapa?"


"Panggil pak Broto aja neng, kalau nama neng teh siapa?" tanya pak Broto


"Saya Isabel pak"


"Neng Isabel ga di cari orang tua neng?" tanya pak Broto heran karena sudah larut malam tapi kedua orang tua Isabel tak mencari keberadaan nya


'Ya ampun, aku lupa. duh, gimana ini, bisa-bisa ntar kena marah mama gegara pulang malem' batin isabel


"Neng?" heran pak Broto melihat Isabel melamun


"Ehh I-iya pak?"


"Pertanyaan saya kok ga di jawab?" tanya pak Broto


"Eh, ee anu...eee" Isabel gugup


"Coba cek handphone nya neng, barangkali ortu neng nelfon" perintah pak Broto


"Eh, I-iya pak" jawab Isabel sembari mencari keberadaan handphone di tas nya


"Ketemu" ucap Isabel


Ia pun langsung menghidupkan handphone nya yang sengaja ia matikan. "Ya ampun, banyak banget" Isabel terkejut melihat 73 panggilan tak terjawab dari ayah nya


"Kenapa neng?"


"I-ini ada banyak panggilan dari ayah"


"Ya ampun neng, coba neng telfon balik"


"Iya pak, sebentar"


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi..


Tut..Tut..Tut..


"Bisa neng?"


"Ga aktif ayah saya pak"


"Haishhhh, ya udah nanti biar bapak bantu bilang ke ayah kamu"


"Beneran pak?"


"Iya neng, ga mungkin saya bohong" jelas pak Broto meyakinkan Isabel


"T-terima kasih pak"


skip...


Depan rumah Isabel


Sesampai nya di rumah Isabel. Isabel terkejut karena seseorang menatapnya tajam


"Dari mana kamu?" Tanya Pratistha sambil melotot ke arah Isabel dan tak menyadari ada orang lain yang menatap nya


Isabel terdiam sembari menunduk, Tak berani menjawab sang ibundanya. Pak Broto yang paham akan perasaan Isabel pun langsung menjawab "Maaf saya lancang" Ucap pak Broto dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Pratistha


"Siapa kamu?" Tanya Pratistha


"Saya Broto" jawab pak Broto


"Kenapa kamu bisa sama anak saya?"


"Tadi neng Isabel pingsan, jadi dibawa sama majikan saya kerumah nya" jelas pak Broto


"Oh" jawab Pratistha sembari mengangguk. Detik berikutnya ia beralih menatap Isabel yang masih menunduk


"Kamu masuk!" ucap Pratistha kepada Isabel sembari menunjuk ke arah pintu


"Dan kamu, Terima kasih sudah mau mengantar anak saya, sekarang kamu boleh pulang!" lanjut nya sembari melirik ke arah pak Broto dengan tatapan yang sinis


"Iya Bu, saya permisi dulu, Assalamualaikum" pamit pak Broto


Pratistha tak menjawab salam pak Broto. Dan langsung menutup pintu dengan keras


Brakkkk....


"Haishhh, sabar Broto sabar!. Untung aja saya ga punya istri kek gitu" Gumam pak Broto sembari mengelus-elus dadanya


Pak Broto langsung melaju ke rumah majikan nya


**Maaf kalau ada typo


Jan lupa like, komen, vote ya


*Thanks for reading***^^