JOCELYN

JOCELYN
Lian Abrino


Selalu seperti ini, aku selalu disibukkan dengan berkas berkas perusahaan. Aku bahkan tak bisa menghabiskan weekend dengan liburan. Inilah salahnya menjadi satu satunya pewaris dari Abrino Entertainment.


Aku bahkan tak ada waktu untuk kekasihku Ana. Aku selalu berkutat didepan laptop dan kertas yang disebut dengan berkas penting.


Ahhkkk


Kurasa salah satu kekuranganku pada Ana adalah aku tak dapat membagi waktuku dengannya.


Aku dan Ana sudah menjalin hubungan selama Lima tahun. Namun Ana dengan teganya pergi tanpa alasan dari hidupku dua tahun yang lalu.


Aku sudah mencarinya, namun aku sudah lelah. Jika Ana memang jodohku, maka dia akan datang dengan sendirinya padaku.


πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€


Dimas Adipratma, pria paruh baya yang sangat serakah. Dia salah satu kolegaku.


Aku sungguh membenci sikapnya, perusahaannya sedang mengalami kesulitan dan dia membutuhkan sokongan dana.


Sebenarnya aku rela membantunya, namun aku mengingat sikapnya yang sangat serakah. Aku meminta imbalan darinya


dan BINGGO....


Bahkan dia sendiri yang menerahkan putri kandungnya padaku.


Dia benar benar breng*sekkan?


Jujur, aku kasihan melihat nasib putrinya. Dengan mudahnya ayah kandungnya sendiri menukarnya dengan perusahaannya.


Baiklah, aku ingin lihat bagaimana rupa putrinya dan bagaimana reaksinya.


"tunggu kedatanganku di rumah kalian dua hari mulai dari sekarang"


"baik tuan"


πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€


Aku sudah siap dengan pakaian casualku, namun itu takka mengurangi ketampananku walau satu persen pun.


Aku memanggil Jodi untuk menyiapkan keperluanku untuk meeting besok dengan kolegaku.


Aku berangkat menuju kediaman Dimas bersama dengan Jodi. Jodi merupakan asisten pribadiku, yang harus menyiapkan segala keperluanku.


"apa menurutmu yang harus aku lakukan pada Dimas dan keluarganya?


"lakukan semau tuan"


"apa menurutmu aku kejam?"


"tidak tuan, tuan Dimas memang serakah. Jika tuan bermain dengan putri kandungnya mungkin dia akan jera tuan"


"tapi, bagaimana jika putrinya itu gadis baik baik? Aku tak mau mempermainkan gadis baik baik. Aku memainkan mainan yang seharusnya"


"tapi menurut saya tuan, anda berhak melakukan apa yang anda ingin lakukan"


"ahhh, aku takkan pernah mendapatkan saran yang bagus darimu"


πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€


Arkan terlihat masuk kedalam kamar Joyalin, sungguh Arkan sangat terkejut dengan kehadiran Jocelyn.


"JO!!"


"ihhh, kakak tak bisakah kau mengecilkan suaramu. Gendang telingaku hampir pecah."


"kau dari mana saja selama ini, hah?"


"sudahlah. I can't tell to you. Skarang waktunya kakak memelukku"


"Ah, aku sangat merindukanmu gadis kecilku"


"ck. I'm not little girl."


"terserah mu saja. Walaupun kau dan Joya sudah menikah nanti, kau akan tetap menjadi gadis kecil ku"


dia memang tak bisa dilawan, selalu saja menang melawanku.


"ohhh ya, apa kakak tau jika ayah ingin menukarkan Joya dengan salah satu koleganya?"


"iya, aku tahu. Dan aku memang berencana untuk membawanya kabur malam ini sebelum koleganya itu datang kerumah."


"kabur?"


"iya. Aku sungguh tak tahan dengan perlakuan istrinya itu pada Joya, dan Joya selama ini di ancam oleh Adrina. Jika dia mengadu pada Ayah maka dia tidak akan segan segan mengirim Joya kerumah pelacuran."


"hah?"


"dan kau tau apa yang paling membuatnya takut mengadu pada ayah?"


"apa?"


"Adrina mengancam Joya dengan alibi menikahkannya dengan pria hidung belang yang sudah mempunyai istri dan anak."


"sialan, Adrina memang harus diberi pelajaran untuk hal ini. Dan aku akan membuatnya menyesal akan semua perbuatannya pada Joya"


"sudahlah, jangan pikirkan itu lagi. Sekarang kita fokus menyelamatkan Joya"


"Emmm, menurut kita tak perlu kabur, karna sejauh apapun kita pergi Ayah akan tetap menemukan kita, bukan?"


"kau benar, lalu kita harus apa?"


"ikuti saja maunya dia"


"hah? Jangan gila, Jo. Joya takkan sanggup untuk hal itu."


"aku tau, makanya aku akan mengacaukan acara malam ini, dan memberikan kejutan bagi Adrina dan putrinya itu."


"...."


"percayakan padaku kak. Aku takkan mengorbankan Joya, walaupun aku gantinya. Aku bersedia"