
Segala sisi kehidupan telah aku jalani, aku memilih kabur dari rumah meninggalkan saudara kembarku dengan kejamnya penyiksaan yang diberikan oleh istri kedua Ayahku.
Aku meninggalkan kakakku bersama dengan adikku dirumah terkutuk itu.
Aku percaya Kak Arkan dapat m enjaga kembaranku, namun bagaimana jika kakak tidak ada disana?
Adrina....
Aku ingin sekali membunuhmu.
Saat ini kubulatkan tekad ku untuk pulang kerumah setelah tiga tahun kepergianku dari rumah.
Aku dengar bahwa perusahaan Ayahku bangkrut, dan aku senang mendengarnya. Aku kembali berniat untuk membawa Joya dan Kak Arkan pergi dari rumah sialan itu.
Aku sudah mempersiapkan semuanya. Aku hanya ingin melihat kebahagiaan adikku satu satunya. Sudah terlalu lama dia tersiksa.
ππππ
Rumah....
Seketika bayangan ibuku terlintas dalam benakku, aku tak habis pikir kenapa ayah tega menghianati ibuku. Padahal ibuku cantik, baik, jago masak. Jika di bandingkan dengan Adrina, Ibuku jauuuhhh lebih baik.
Kuatkan hatimu Joce.
Kulangkahkan kakiku
Kubuka pintu yang sudah lama tak pernah ku ketuk lagi.
Mungkin dulu aku bisa menjaga tata krama ku sebagai seorang gadis, namun disaat semuanya telah terjadi aku bahkan tak mau bertingkah seolah aku memiliki sopan santun.
Tak.. tak.. tak..
Suara heelsku terdengar sangat jelas
Namun aku tak merasakan kehidupan dalam rumah ini.
Dimana semua orang?
Aku berjalan menuju dapur
Hik.. hiks.. hiks..
ada yang menangis?
siapa?
Joyakah?
Dan benar saja, Joya terlihat sangat dekil denga pakaian kucelnya.
Dia menamgis dipojokan dapur.
Aku mendekati dan menyentuh pundaknya
Joya sangat terkejut
"Jo!!"
ohh, ayolah Joya. Aku ini wanita bukan pria. My name is Joce not Jo.
hiks.. hiks.. hiks...
"Jo. Kau dari mana saja selama ini?"
"..."
"aku sangat merindukanmu"
"me too"
"aku senang kau ada disini"
"Jika kau senang, dapatkah kau hentikan tangisannu itu?"
"hehe, aju tak menangis"
"..."
"katakan, ada apa?"
"emm.. ti.. tidak.."
"jawab dengan jujur Joyalin!"
"ayah akan menikahkan ku dengan seorang kolega ayah. Dan aku tidak mau"
" jika tidak mau kenapa tak menolak?"
"ibu memaksa"
"dasar, ****** yang satu itu."
"jika itu yang kau takutkan, maka itu takkan terjadi"
"Jo, ayah bilang kolega ayah akan datang malam ini. Dan aku akan dibawa olehnya malam ini juga, aku sangat takut. Bagaimana jika ayah benar benar menjualku. Perusahaan ayah sedang bangkrut."
"Joya, aku dan kakak takkan membiarkan hal itu terjadi."
"jika benar benar terjadi bagaimana?"
"tenanglah. Trust me."
"tapi aku takut. Aku sudah mencintai orang lain."
"kalau begitu perjuangkan cintamu, jangan menyerah"
"tapi aya.."
"kalau itu terjadi, aku akan menggantikanmu. Tenang saja"
Joya memeluk Joce dengan sangat erat
"aku tak mau kau menggantikan ku, karna ku dengar dari Wina, kolega ayah itu orangnya kejam. Dia juga tak segan menyiksa wanita. Aku tak mau kau mengorbankan dirimu untukku"
"lalu?Apa kau sanggup menghadapinya?"
"..."
"Sudahlah Joya, jika itu terjadi aku yang akan melindungimu. Jika aku tak bisa membahagiakan adik kesayanganku satu satunya setidaknya aku bisa mengurangi penderitaanmu. Lagian kau sudah cukup menderita hidup bersama Adrina. Dan setelah ini aku akan membawamu pergi dari hidup mereka."
"Thanks, Jo"
"Not Jo, call me J-O-C-E. JOCE. Okey"
"up to you"
"apa kau diberi makan oleh mereka?
"kenapa rupanya?"
"kau sangat kurus"
"aku tidak kurus"
"terserah, ohh iya dimana kakak?"
"dia sedang disuruh ayah mengurus perusahaannya yang sedang bangkrut."
"apa dia menjagamu dengan baik?"
"iya, kenapa kau bertanya seperti itu?"
"just ask"
"baiklah aku tau kau lelah, ayo kekamarku sambil menunggu kakak pulang"
"emmm, kau benar aku sangat lelah"