I'M Your Wife?

I'M Your Wife?
Chapter 3


"Athi, malam ini kita ada acara makan malam bersama dengan keluarga Adalson." ucap mamanya, Athi hanya cuek saja sambil memakan cemilan yang di pegangnya serta menonton tv di hadapanya.


"Athi, dengar mama gak?" tanya Citra ketika anak bungsunya itu malah tidak menggubris.


"Apasih ma, ganggu aja!" Ujar Athi dan terus fokus pada Tv di depannya.


"Athi sayang," ucap Citra lembut, dia duduk di samping Athi sambil mengelus rambut anaknya itu. Athi menyandarkan kepalanya pada pundak Citra.


"Maafin Athi ya mah, semalam Athi ngungkapin sesuatu yang buat mama sakit." ujar Athi sambil menatap mamanya.


"Mama udah maafin kok," jawab citra sambil tersenyum. ia mengelus rambut Athi.


"Pa, acara makan malamnya gak bisa di tunda besok ya?" tanya Athi. Dewa langsung menggeleng,


"Ini udah di tetapin sayang, sekarang kamu boleh kesalon, belanja sepuasnya. Papa gak bakal larang!" pungkas dewa,


"Beneran ya pa?" Tanya athi penuh semangat, dewa langsung mengangguk. "Yee! Athi bisa belanja lagi!" pekiknya senang seperti anak kecil.


"Papa gak maksud buat maksa jodohin Athi kok, kalau kamu ngerasa gak cocok kamu bisa tinggalin. Yang penting kamu udah coba." jelas papanya. Athi tersenyum senang.


"makasih papaku," ujar Athi, ia memeluk papanya. "Maafin Athi ya kemaren marah dengan papa ya," Athi cemberut sambil memeluk Papanya itu. Dewa terkekeh. anaknya ini sudah besar namun sifatnya masih seperti anak-anak.


"Kalian pelukan gak ajak-ajak mama!" rengek Citra, ia mengambil duduk di samping Dewa dan juga ikut memeluk Athi.


***


Athi duduk diam di dalam kamarnya. tiba-tiba saja hari sudah sore. dan sebentar lagi makan malam akan di mulai. Athi mengenakan dress selutut berwarna hitam. ia menatap lurus dari jendela menuju ke langit. Cahaya senja yang masih terlihat membuat langit menjadi lebih inda.


"Mami, Athi rindu!" ujarnya. ia menatap sendu ke arah langit. Tanpa terasa tiba-tiba saja ia tenggelam dalam kesedihan.


"Athi gak pernah lupain mami, Athi cuma berharap suatu saat kita bisa ketemu lagi. Athi gak tahu sekarang mami di mana, dan athi juga gak tahu kenapa Mami pergi tanpa Athi." Athi tersendu, sesekali ia mengelap Air matanya yang mengalir dengan sendirinya.


"Athi janji, kalau Athi udah taman kuliah Athi pasti cari mami! mami tungguin Athi ya!" gumamnya. ia bergeser ke arah cermin. membenarkan kembali riasan wajahnya yang meleleh karena air matanya.


"Athi sayang," Suara Citra menyapa dari balik pintu. Athi segera merapikan bajunya. setelah itu membuka pintu miliknya.


"Ya ampun sayang, kamu cantik banget!" ujar Citra, Athi tersenyum.


"iya dong, Athi kan memang yang paling cantik!" mendengar ucapan Athi, Citra langsung terkekeh.


"Ayo sayang, sekarang kita berangkat. Papa dan nunggu di bawah." usul Citra. Athi megangguk. Ia berjalan ke bawah, bersama dengan Citra sesekali mereka melontarkan candaan dan tertawa.


"Ya ampun! dua wanita ku hari ini cantik banget ya!" ucap Dewa, ketika melihat Athi dan Citra turun ke bawah bersamaan.


"Kita kan memang selalu cantik!" ucap Citra, mengundang tawa. "iya gak sayang?" Citra meminta dukungan dari Athi.


"iya dong Ma, kita paling cantik!" serunya.


"Tapi lebih cantikan Athi," ucap papanya, Citra langsung cemberut.


"Papa! Aku gak cantik lagi di mata kamu?" rajuknya. Dewa langsung terkekeh,


"Kamu juga cantik sayang!" ucap Dewa, Citra langsung tersenyum senag.


"Ayo kita berangkat!" Ajak Dewa. mereka segera menuju ke arah parkiran. Siap menuju ke tempat tujuan dengan mobil.


***


Athi turun dari mobil, di ikuti oleh Citra dan Dewa. Citra menggandeng lengan Athi, sedangkan Dewa sudah melangkah terlebih dahulu.


Restoran mewah, tempat berkumpulnya para pembisnis kaya dan konglemerat ini terlihat sangat indah, banyak lampu-lampu yang berlapiskan kristal tergantung di atas langit-langitnya. Dinding yang mengambil tema Amerika clasic ini terlihat sagat elegan di pandang dengan mata.


Dewa langsung menayapa ketika ia menangkap temannya yang sudah duduk menunggu. "Udah lama," tanyanya.


"Baru aja kok,"Jawab David, "Ayo duduk," tawar Mawar, Dewa dan Citra langsung duduk. Sedangkan Athi ia masih berdiri.


"Athi ayo duduk, sapa Tante sama omnya!" titah Citra sambil berbisik.


"Halo tante,om," Kaira menunduk memberi salam. David dan Mawar tersenyum melihat Athi.


"Cantik banget anak kamu wa!" puji Mawar, Athi hanya tersenyum Kikuk. setelah itu duduk di samping citra dan Mawar.


Athi menatap sekitar, siapa yang ingin di jodohkan denganya? cuma ada satu cowok di situ. Dan dilihat dari wajahnya masih sangat muda. mungkin umurnya masih 15 atau 16 tahun. Dia yang mau di jodohin sama Athi? gak salah nih? Masa ia Athi di jodohin sama berondong? jadi Tante sugar dong?


Athi kembali tersenyum, ketika tak sengaja menatap Mawar yang terus saja menatapnya sambil tersenyum.


"Tante, Athi permisi ke kamar mandi bentar ya." izinnya. Mawar segera mengangguk.


"Iya sayang," Jawab Mawar. Athi segera bagkit dan berjalan menuju ke toilet. Ia berjala cepat. Setelah itu tak Lama ia langsung sampai di toilet.


Athi segera mencuci tanganya, setelah itu mengambil tisu dan mengeringkanya. Ia sunggu tak mau menerima perjodohan ini. Tapi di lihat dari wajah Papanya sangat bahagia jika perjodohan ini berlangsung. Apa lagi Mawar dan David yang terlihat sangat menyukai Athi.


Athi keluar dari Toilet, ia menatap ke arah meja dimana orang tuanya berada. Ia bertekat harus menggagalkan rencana ini. Rencana pertama harus menunjukan pacar, mungkin dengan adanya pacar dia bisa membatalkan rencana Papa dan temanya.


Tapi gimana? dia kan jomblo!


"Aduh! apa yang harus gue lakuin?" gumamnya bingung. Ia menatap jam tangan dan sesekali menatap ke arah meja.


"Apa gue lari aja?" batinya.


"Gak-gak!" sergahnya sambil menggeleng, "Gue keluar aja deh dulu. mungkin ketemu cogan yang bisa di ajak kerja sama!" Kaira berlari mengendap-endap keluar. Berjalan menuju depan Restoran.


"Aduh gimana sih nih!" kesalnya, "ini kan cafe mewah, mana ada orang yang lewat sembarangan." Ia berjongkok di bawah pohon.


"Kalau ada cowok ganteng yang lewat langsung gue cium deh! plis semoga ada!" mohonnya.


Baru saja ia membuka mata, seorang pria dengan jas hitam lewat. Dari wajahnya terlihat sangat tak asing. "Dia! bodyguard mama!" batin Athi memekik senang.


Athi berlari mengejar langkah panjag pria itu.


'Cup!' Kaira mengecup pipi kiri pria itu. Langkah miliknya langsung berhenti. Syok sekaligus kaget. Siapa yang berani menciumnya? Apa mereka gak tahu dia siapa?


Devan Erllio Adalshon langsung menatap siapa pelakunya. Sedangkan yang mecium tersenyum senang. "Gue senang banget ketemu lo! Akhirnya.." Athi segera menarik Devan masuk ke dalam. Devan yang bingung hanya bisa diam, dan pasrah dengan yang di lakukan gadis ini.


"Athi lama banget ya ke kamar mandinya?" Citra mulai risau, ia takut Athi kembali membuat masalah.


"Iya lama banget," sambung Dewa, ia menatap sekeliling. Matanya menangkap Athi yang tengah menarik seorang laki-laki bersamanya.


"Sayang itu Athi, tapi dia lagi bareng siapa?" tanya Dewa bingung. Mawar dan Davin menatap ke arah sana.


"Loh itu--" Belum sempat mawar berucap Athi sudah datang dengan senyum penuhnya. tanganya tak melepaskan gandengan paksa dengan tangan milik pria itu.


"Ma, pa, kenalin ini pacar Athi!" ucapnya. Semuanya terlihat Kaget, bahkan bukan hanya mereka yang kaget, Devan pun juga menjadi kaget.


Melihat ekspresi mereka semua Athi tersenyum senang, Akhirnya ia bisa menyelesaikan masalah perjodohan ini.


"Yes, gue gak nyangka bakalan selesai secepan ini!" batinnya berteriak dengan senang.


"Devan kamu kok gak cerita kalau kamu punya pacar?" Tanya Mawar,


"Kamu juga Athi, kenapa gak cerita ke mama kalau pacaran sama Devan?"lanjut Citra.


"What Devan? namanya devan. Athi baru tahu. Tapi, Tante mawar dan yang lainya kok senang Athi kenalin pacarnya? Kenapa mereka gak marah dan batalin perjodohan ini?


"Mama kenal sama Devan?" tanya Athi bingung. "tante juga kenal?" tanya Athi lagi, ia menatap bingung mereka semua.


"Ya kenal lah sayang, Devan kan anak tante yang mau di jodohin sama kamu!" jawab Mawar anteng.


WTF, Jadi dia dari tadi bukanya ngebatalin perjodohan tapi malah buat perjodohan ini semakin di percepat? Athi menatap Devan, pria itu hanya diam. wajahnya cuek, ia berdiri tegap. Sepeti tak memperdulika sekitar. Kaira segera menarik tanganya.


"Karena Athi dan Devan udah pacaran, kenapa gak di percepat aja ke jalur pernikahan?" tanya Dewa kepada David. David mengangguk setuju.


"Ya saya setuju, Besok juga bisa melaksanakan pernikahan!" lanjutnya. Athi tersentak kaget. Matanya membulat sempurna.


"Iya bunda Setuju yah!" sahut Mawar.Athi mendelik.


Dia benar-benar ngejebak dirinya sendiri dalam masalah.


"Ma!" Panggil Athi merajuk.


"Kenapa sayang?" tanya citra lembut.


"Pernikahannya di adain 2 bulan lagi aja ya!" pujuk Athi. Dewa menggeleng.


"Sebulan?" Akhirnya pria itu membuka suara. Kaira langsung menatap ke sampingnya. Melototin pria itu yang membuat usulan.


Devan hanya diam saja, tidak memperdulikannya.


"Oke, sebulan lagi!" Setuju David dan Dewa.


Beneran? Sebulan lagi Athi harus menikah? Athi menatap kesal ke arah Devan. Sedangkan Devan hanya memasang wajah datarnya.


Athi cemberut dan langsung duduk meninggalkan Devan. Devan langsung mengambil tempat duduk di kursi yang kosong. Kaira baru sadar ternyata disana ada kursi kosong.


Orang tuanya terus saja mengobrol mengenai persiapan pernikahan. Sedangkan Athi menatap tajam ke arah Devan. Pria itu duduk tegap dan mendengarkan dengan jelas pembicaraan kedua orang tuanya.