I'M Your Wife?

I'M Your Wife?
Chapter 1


Athi menggeram kesal, ayolah! Masih pagi namun moodnya sudah berubah hancur. Biasanya setiap pagi moodnya lah yang paling cerah mengalahkan mentari.


Ini semua karena Papa!


Bagaimana tidak? perkataan papanya itu terus saja membuatnya kepikirian. Bahkan jam tidurnya sampai berantakan karena tidak bisa tidur memikirkannya.


"Papa!" rengeknya manja ketika tanpa sengaja melihat papanya duduk di meja makan sedang menyantap serapannya.


"Ucapan papa semalam cuma bercanda kan?" Tanyanya meyakinkan ucapan ayahnya semalam.


"Papa tidak ada bilang bercanda," jawab papanya serius.


"Tapi pa? Athi beneran mau di jodohin?" tanya Athi lagi.


"Kalau itu lebih baik, papa akan jodohin kamu." jawab papapanya.


"Tapikan Athi gak mau pa!" tegasnya, dia harus benar-benar menegaskan bahwa dia tidak mau di jodohkan!


"Papa juga tidak ada bilang kalau menerima penolakan dari kamu," ucap papanya.


Athi menggerutukan bibirnya.


"Tapi pa!"


"No baby, papa harus pergi kerja! kamu sarapan dan jangan lupa Apa?"


"Tersenyum!" Jawab Athi sambil menarik sudut bibirnya tersenyum dengan paksa.


"Kamu sarapan dulu, setelah itu jangan lupa pergi kuliah! papa mau nya kamu kuliah bukan malah ke mall!"


"iya-iya pa!" Jawab Athi kesal, jujur saja Athi sedikit kesal ketika papanya berkata ingin menjodohkannya kalau dia masih memboros uang.


Athi tidak mau di jodohkan?


Lagian dia masih muda, Masih kuliah lagi!


***


Dengan menggunakan dress terusan selutut berwarna kuning, kaca mata hitam yang menyangkut di hidung mancung milik athi, dan topi berwarna senada dengan kacamata yang menutupi separuh wajah cantik milik Athi.


Wajah cantiknya, serta kulit putih bersih miliknya, di padukan dengan kaki jenjang yang di balut dengan sepatu high heels berwarna hitam.


Baru saja kakinya mengijak di bandara ini, tempat di mana banyak manusia berlalu lalang, dan beraktifitas. Namun,saat ini dia malah sudah menjadi pusat perhatian karena berjalan di dalam bandara ini.


Banyak pasang mata yang meliriknya serta banyak tatapan memuja mengarah kepadanya. Athi hanya bersikap cuek, menjadi pusat perhatian sudah menjadi kebiasaanya sehari-hari.


Di ikuti dua bodyguard di belakangnya, Athi terlihat sangat menojol. Seperti seorang ratu yang di kawal prajurit.


Kedatanganya kebandara hari ini karena ingin menjemput seseorang yang sudah lama tak pulang ke indonesia dan malah betah tinggal di New york.


Ya, Dia adalah Citra. Mama dari Athi yang merupakan seorang istri konglomerat terkaya masa ini. Yaitu Dewa Adiyata. Seorang pengusaha sukses di berbagai bidang dengan seribu satu usaha yang tersebar di seluruh indonesia.


Mata Athi menangkap seseorang yang menjadi pusat perhatian sama sepertinya. Seorang wanita yang tak kalah cantik darinya, namun kali ini adalah wanita paruh baya.


"Mom!" Panggil Athi, Citra melirik ke arahnya. Athi segera melambaikan tanganya pada wanita itu.


"Mama apa kabar!" Ucapnya ketia citra sudah ada di hadapanya, dia mengecup tangan mamanya dan setelah itu memeluk erat mamanya itu.


Ketika pelukan terlepas, mata Athi memicing melihat seorang pria tampan yang sedang berdiri di belakang mereka. Pria itu tampak menggunakan stylan jas berwarna hitam serta kemeja putih di dalamnya.


Mengerti tentang tatapan Athi Citra hanya tersenyum, "Bodyguard baru mah?" tanyanya.


"Bisa jadi," Jawab mamahnya sambil tersenyum, "Ayo balik!" lanjutnya, mengajak Athi yang masih kebingungan melihat wajah pria itu.


Athi menatap pria itu detail, dari atas ke bawaah. Perfect! dan sempurna! Batinya.


Dilihat bagaimana pun dia terlalu rapi dan tampan untuk di katakan bodyguard. Athi juga merasa bingung ketika melihat wajah pria itu yang datar serta stylisnya yang lebih di katakan seperti seorang Ceo suatu perusahaan di banding bodyguard.


Tapi, Ganteng juga! pikir athi, lumayan jika bisa di jadikan gebetan.


"Ayo Athi sayang, ikut mama. Jangan lihatin dia aja. dia cuma ngantar mamah sampai sini!" Ucap Citra sambil menarik anaknya itu.


"Eh," Athi sedikit tersentak kaget. Dia terlalu fokus memandang pria itu sehingga tak sadar bundanya sudah menariknya.


"Tunggu mama!" tahanya, Citra menghentikan langkahnya. Menatap heran putri tunggalnya itu.


Athi jalan menghampiri Pria itu, matanya menyipit seolah menilai pria itu dari atas sampai bawah. Dia mendongak, Karena pria itu terlalu tinggi darinya. Badanya semakin mendekat, melihat wajah tampan milik pria itu.


Wajahnya sangat mulus dan terawat, kulitnya bersih serta badanya yang Atlethis membuat penampilanya semakin perfect!Athi bisa menyimpulkan ada Roti sobek di balik kemeja putih milik pria itu.


"Athi kamu ngapain!" panggil mamahnya yang sejak tadi memperhatikan sedang apa anaknya itu.


"Sebentar mama," sergahnya, tatapanya semakin tajam ketika wajah pria itu hanya diam dan cuek saja sedang di perhatikanya. Biasanya pria di luar sana akan merasa gugup serta tersenyum senang atau bahkan langsung menggodanya jika dia sedekat ini. Tapi pria ini, dia diam saja. Boleh juga!


"Oke!" Pekiknya, "Ganteng udah, penampilan oke juga. Bolehlah," ucapnya seakan memberikan nilai pada penampilan pria itu,


Pria itu menaikan alisnya bingung, apa yang sedang di lakukan gadis ini?


Merasa pria itu menatapnya bingung, kaira hanya menyengir, "bercanda" ucapnya sambil terkekeh.


"Sebentar," ucapnya, seketika mimik wajahnya yang tadi sedang tertawa berubah menjadi serius.


Tangannya merambat menuju dada bidang pria itu, setelah itu memasukan sesuatu di balik sakut jas pria itu.


Merasa risih pria itu mundur selangkah, "ihh padahal wangi," gerutu Athi. Namun setelah itu dia kembali tersenyum, Pria itu lagi-lagi menaikan alisnya.


Gadis ini cepat sekali megubah ekspresinya?


"Aku pergi dulu ya, jangan lupa yang tadi!" ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.


Pria itu bingung, yang tadi apa? Perasaan tidak ada apa-apa yang mereka janjikan?


Athi berjalan menjauh menuju mamanya yang sejak tadi hanya melihat sikap aneh anaknya itu.


"Ayo Mama, Athi udah suruh Chef di rumah nyiapin makanan kesukaan mama!" Ucap Athi.


"Kamu suka sama bodyguard tadi?" Tanya Citra menatap anaknya itu.


"Suka-suka jambu lah bun!" jawabnya sambil tersenyum kecil,


"Suka-suka jambu? maksudnya?" tanya mamanya penasaran karena tidak mengerti tentang ucapan anaknya.


"Gak jelas," Jawabnya. setelah itu mereka langsung menuju ke luar bandara.


Tanpa Athi ketahui, Pria itu bukanlah bodyguard. Ucapan Athi benar,dia terlalu sempurna untuk menjadi bodyguard. Namun kalau menjadi Bodyguard hatinya, Tidak masalah.


***