
Parkiran yang begitu sangat luas yang terlihat begitu banyak berderet mobil mobil mewah yang sudah terparkir di area,, Namun ada salah satu lahan parkiran yang khusus dihuni oleh ketiga gadis gadis cantik.
Yang tak lain angel dan kedua sahabatnya Gea dan Manda.
Angel,Gea dan Manda sangat dikagumi oleh seluruh kaum lelaki di High school dan ada beberapa perempuan yang kagum karna kecantikan dan kemewahan mereka bertiga.
ada juga yang merasa tidak suka melihat mereka.
Sejak dibangun TK, mereka bertiga bersahabat dengan penuh kasih sayang. Jika ada yang sakit mereka pun juga ikutan sakit.dan jika di antara salah satu dari mereka di hukum,, mereka malah ikutan dihukum.
begitulah persahabatan mereka susah senang mereka jalanin.
Manda,, sifatnya yang bisa dikatakan telat mikir dan gayanya selalu di ikutin trend Korea style dan begitu sangat peduli dengan kedua sahabatnya.
Gea,, nah Gea berbeda dari mereka berdua.
Gea yang sifatnya emosian, paling bawel di antara mereka berdua. dan bawelnya juga sama mereka berdua doang. karna lebih lebih sangat menyayangi kedua sahabatnya itu , dan Kalo ngomong tuh selalu ceplas-ceplos.
Gea yang selalu tampil apa adanya. dengan rambut yang selalu di gulung ke atas.
Yupss.. itulah mereka.
Sampainya di area parkiran,wajah angel berubah menjadi kesal.
karna kejadian yang tadi bersama ayah dan bunda nya.
Angel sudah tiga kali di bilang oleh ayahnya soal menikah.
Didalam pikiran Angel,menikah itu lebih beban daripada pacaran.
itulah yang ada di pikiran Angel.
" Hadeuhhh...... kenapa sih,, ayah selalu ngomong menikah,menikah,menikah,dan menikah! kayak gak ada kata kata lain apa! " ucapnya dengan memukul setir mobil.
" Gue aja ngebayangin nikah udah ngeri banget. apalagi kenyataan di hidup gue,,ihh...." ucapnya lagi dengan ekspresi takut dan segera keluar dari mobilnya.
Setelah keluar dari mobil,, Angel segera menuju ke kelasnya namun ketika langkah kelima terdengar suara yang memanggil nama angel. Ya itu Manda dan Gea.
Angel pun memberhentikan langkahnya dan melihat arah suara itu berada.
" Ehh,, Lo berdua." ucap Angel dengan santai.
" Ya iyalah kita berdua,jadi menurut lo siapa? " jawab Gea begitu sewot.
" Ya biasa aja kali ngomong nya..." sahut angel tak mau kalah.
" Aduh angel,, Lo tuh kenapa lama banget sih. kita berdua udah dua puluh lima menit nunggu lo diparkiran ini." ucap manda yang agak sedikit gelisah.
" Sorry... gue telat bangun lagi terus tambah macet di lampu merah." jawabnya dengan nada bersalah dan melihat ke arah wajah kedua sahabatnya yang berubah menjadi kesal.
" Yaudah deh gini aja, sebagai tanda permintaan maaf gue,, gue traktir Lo berdua nanti selesai pelajaran. Gimana...?? " ucapnya lagi dengan senyuman lebay.
" Traktir makan gue juga bisa " sahutnya Gea dengan cuek.
" Iya,, gue juga " ucap manda tak mau kalah.
" Lah terus traktir apa dong??" ucap angel dengan penuh kebingungan. Manda dan Gea saling tatapan dengan senyuman licik mereka.
" Hmmmm... kita berdua mau Lo traktir gue dan Manda makan dan shopping. Gimana,,,, bisa gak lo..." ucapnya Gea dengan senyuman liciknya.
" Haaaaaaaa..... bangkrut dong gue..." Sahut angel dengan nada tinggi dan ekspresi kaget.
" Lebay banget lo kagetnya." Jawab Gea dengan sewot.
" Banget,, kebangetan malah " ucap manda yang senyum lebar.
" Apaan sih! gue beneran kaget kali..." jawabnya angel dengan wajah berubah kesal.
" Jadi gimana... lo mau gak traktir kita??" Ucapnya Gea menatap serius angel.
" Yaudah deh yaudah,, gue bakal traktir Lo berdua makan dan shopping.puas! " ucapnya dengan kesal.
" Gituuu dong sahabat gue yang super Waw..." jawabnya Gea yang penuh senyuman sambil berjalan menuju ke kelas.
" Aw......! apaan sih lo nyubit nyubit pipi gue !! sakit nego !! " ucapnya begitu kesal sambil mengelus-elus pipinya yang sakit.
" Kalo bukan lo berdua sahabat gue,, kaga bakalan nih yaaa gue traktir lo." ucapnya lagi.
************
Ruangan meeting yang sangat besar dan terlihat sekitar 5 dari negara asing dan 10 dari Indonesia.
Mereka semua adalah rekan bisnis Fano dan Ferdi,,rekan bisnisnya sangat puas dengan ide yang baru saja di ajukan saat meeting oleh Fano bahkan mereka sangat takjub atas kemampuan nya memimpin beberapa perusahaan milik keluarga nya.
selesai meeting,,mereka semua berjabat tangan dan dengan senyuman takjub.
" Anda sangat luar biasa pak Fano " ucap salah satu dari rekan bisnisnya sambil bersalaman.
" Terima kasih pak " membalas ucapannya dengan senyuman.
" Fer,, anakmu sungguh luar biasa " ucap salah satu rekan bisnis nya juga sambil menepuk bahu Ferdi.
" Terima kasih Har.." ucapnya dengan senyuman.
" Kalo begitu kita permisi dulu ya dan sampai ketemu di Thailand. " ucap rekan bisnisnya.
" Oke,, terima kasih " jawab nya Ferdy dan Fano dengan senyuman.
Setelah rekan bisnisnya sudah pergi ,,, Ferdy mengajak Fano untuk kembali duduk dikursi karna ada beberapa obrolan yang harus di sampaikan.
" Fano,, Sini dulu duduk sebentar, ada yang mau papa bilang ke kamu." Ucap Ferdy dengan tatapan serius dan Fano pun langsung duduk di samping papanya itu dengan ekspresi kebingungan.
" Papa mau ngomong apa " ucapnya datar dengan serius
" Sebelum papa ngomong ,, papa ingin tanya umur kamu sudah berapa. " sahut ferdy yang masih tatapan serius.
" 28 Tahun pa " ucapnya menatap papanya itu dengan serius.
" Sebenarnya ini ada apa sih pa?kenapa papa harus tanya umur ku berapa. " ucap lagi dengan pikiran bertanya tanya.
" Oke baiklah, papa mau kamu segera menikah." ucap Ferdi dengan tatapan serius.
" Apa menikah! " jawab Fano dengan ekspresi yang begitu kaget dan melihat serius ke papanya.
" Iya menikah " jawab Ferdi dengan santai.
" Pa,papa jangan becanda deh,, mau nikah sama siapa coba. pacar aja aku gak punya.
lagian juga aku belum ada kepikiran untuk menikah! " ucapnya begitu yang sangat syok.
" Papa tidak bercanda dan papa sudah menyiapkan calon istri buat kamu! " ucap nya dengan tatapan serius ke Fano.
" Jadi papa mau menjodohkan aku?!! Pa,, ini bukan jamannya Siti Nurbaya lagi yang harus dijodohkan.! " jawabnya dengan sedikit nada tinggi dan beranjak berdiri.
" Fano,, apa kamu mau melihat papa mati sebelum kamu menikah. apa kamu tidak sayang sama papa dan mama. apa kamu tidak ingin melihat kami bahagia. " ucapnya dengan wajah berubah menjadi sedih.
" Pa,, papa gak boleh ngomong seperti itu. aku sayang sama papa dan mama bahkan melebihi diriku. aku ingin mama papa bahagia." Jawabnya yang kembali mendekati papanya dengan memegang bahu papanya itu.
" Kalau begitu,, kamu harus setuju papa menikah kan kamu dengan anak gadis sahabat papa dan mamamu." ucap nya dengan mengelus pipi anaknya.
" Baiklah,kalo itu membuat papa dan mama bahagia, aku akan setuju menikah dengan wanita pilihan papa dan mama." ucapnya dengan senyuman namun senyum terpaksa.
" Alhamdulillah.... terima kasih nak..papa bangga sama kamu nak." sahut Ferdi sambil memeluk anaknya dengan ekspresi senang.
*Nah guys,,,, bagaimana episode keduanya seru atau tidak??
kalo seru coment dan like ya.. dan jangan lupa di vote ya guys..
Dan terima kasih karna kalian sudah membaca karya ku sampai sekarang.
Terima kasih 🌹🌹🥀🥀😇🙏🙏
Ditunggu yaa episode selanjutnya* ~~~