
Jonghyun pun meraih tangan Seungyeon membalikan badanya dan memeluk Seungyeon dengan erat sembari membisikan "i'm sorry, and you not stupid, I'm just.." sebelum menyelesaikan kalimatnya Seungyeon menghempaskan tubuh Jonghyun dengan menatap tajam ke arah Jonghyun dengan mata yang memerah penuh kebencian dan kemarahan. Mata indah Seungyeon jadi terlihat menyedihkan karna apa yang sudah Jonghyun torehkan
"i'm jail in the hell aka JEALOUS" seru Jonghyun dalam hati
"Aku minta maaaf" bisik Jonghyun bergetar berharap iba untuk tidak menjauh sembari memberikan tatapan sendu kearah Seungyeon tapi percuma sekarang yang terlihat dimata Seungywon hanya kebencian dan tangisannya semakin terisak yang otomatis membuat Jonghyun semakin merasa kacau melihatnya
Untungnya saat itu penumpang business class hanya berlima dan dua orang lagi sudah tua mereka sedang asyik menikmati film "The Note Book" terlihat mereka pasangan dengan saling memberikan tatapan dan pelukan sesekali
Mereka pun terdiam Jonghyun berusaha kembali mengambil kesempatan menghibur Seungyeon dan kali ini sama saja hanya penolakan dalam diam yang Seungyeon berikan
Jonghyun baru menyadari begitu pentingnya kehadiran Seungyeon buatnya, saat mereka bisa berbicara dan berbagi waktu walaupun sebentar tapi terasa begitu berkesan dan ingin terus menghabiskan waktunya dengan Seungyeon selama yang dia bisa
"Nona silahkan diminum", dengan begitu lembut Jinggo memberikan gelas berisi teh camomile berharap bisa meredakan kesedihan Seungyeon
"Bolehkah saya duduk di kursi dekat anda, saya ga enak melihat anda harus berjongkok" dengan berusaha tetap tenang membuat alasan sembari menatap mata Jinggo meminta tolong untuk membawanya jauh dari pria disebalahnya yang kontan saja membuat Jinggo makin terpana melihat sepasang mata yang mematikan meskipun dalam keadaan habis menangis
"With my pleasure Nona" sambut Jinggo dengan senang sebenarnya dia sudah berharap menawarkan kursi disampingnya untuk Seungyeon dari pertama kejadian wine tumpah (#kaya difilm film india eeh maksudnya DraKor) tapi karna tidak mau bersikap tidak sopan maka keinginannya Jinggo tahan yang akhirnya apa yang diharapkan bisa terwujud juga
"Tangisan membawa kebahagian" seru Jinggo dalam hati bersorak kemenangan
Jonghyun merasakan sakit yang tidak terkira seperti patah hati pertama kali dia rasakan saat dia melihat Seungyeon bergerak menjauhinya dan memilih duduk dengan laki laki yang baru dikenalnya
Sekarang dia baru paham kalau sikapnya terhadap Seungyeon sudah sangat keterlaluan dimulai VVIP Lounge, Seungyeon tetap menahan dengan membuat strategi untuk membuat Jonghyun tidak panic dan itu penghinaan untuk nya dan sekarang ini
"Kenapa aku bisa sebodoh ini memperlakukan wanita yang aku sukai dan ingin aku lindungi, dan sekarang dia menjauh bahkan membeciku" bathin Jonghyun bertarung dengan egonya
"Kenapa kamu lakukan ini Seungyeon, pliss jangan membenci aku tolong maafkan aku" lirih Jonghyun sembari terus melihat kearah Seungyeon dengan tatapan sendu
Jonghyun dengan sabar menunggu Seungyeon membalas tatapannya Jonghyun tidak perduli dengan pandangan Jinggo yang melihatnya penuh curiga
"Aku sudah tidak perduli dengan image atau pun semuanya, aku hanya ingin kamu kembali Seungyeon aku akan buktikan, aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya jadi milikku "because you are mine" " seru Jonghyun dalam hatinya
Jonghyun terus berharap wanitanya itu mau membalas tatapan pengharapan nya sudah 10min berlangsung tapi tidak ada yang berubah
Seungyeon terus menatap kearah jendela dia merasa lebih menyedihkan karna setelah menjauh dari Jonghyun malah perasaannya menjadi tidak karuan merasa tidak nyaman ada perasaan sepi disitu, hatinya tidak bergetar lagi
"Ada yang aneh, kenapa aku merasa seperti mati rasa, Tuhan jangan beri aku ujian ini, selamatkan aku" rintih Seungyeon yang tidak sadar air matanya mengalir lagi
Jinggo melihat kejadian ini,
"apakah dia baru putus cinta? Nampak tidak mungkin kalau hanya kangen keluarga" pikir Jinggo yang memperhatikan gesture
Seungyeon yang mengisyaratkan seperti orang yang patah hati dan sesekali memberi tatapan menunduk saat Jinggo mengajaknya bicara, setelah itu posisinya tidak berubah dan Jinggo pun tidak mau memaksakan untuk lebih lagi tapi setidaknya dia bersyukur akhirnya bisa berkenalan dengan properly
"Gong Seungyeon nama itu tidak akan aku lupakan" bathin Jinggo bersorak
Beberapa lama kemudian..
Karna Seungyeon terlihat tertidur Jinggo pun membantu mengikatkan Seatbelt nya ke pinggang Seungyeon dengan perlahan
Perbuatan Jinggo ini diketahui Jonghyun karena sedari tadi memperhatikan kearah tempat duduk Seungyeon
Jonghyun tidak bisa duduk tenang melihat pemandangan dipinggirnya saat Jinggo memberi perhatian dengan lembut, karna Jonghyun pun tau Seungyeon tertidur tapi tetap saja dia tidak rela Jinggo yang memberi perhatian
Seharusnya Jonghyun sebagai calon suami Seungyeon yang memberikan perhatian itu tapi entahlah semesta seperti tidak mendukung mereka karna entah kenapa mereka selalu berakhir dengan konflik dan parahnya seperti sekarang
Perlahan para penumpang menuruni pesawat, tapi Jinggo dan Jonghyun dengan setia menunggu Seungyeon bangun
"Maaf tuan pesawat harus segera dikosongkan karna akan diberlakukan Aircraft Interior Cleaning" salah satu stewardship menghampiri Jinggo dan Jonghyun
"Sudah biar aku yang membangunkannya" seru Jonghyun menghampiri dengan nada meyakinkan
"Mmmm maaf tapi anda siapa? Saya tidak bisa mengizinkan anda begitu saja" timpal Jinggo berusaha melindungi Seungyeon yang masih terlelap sehabis menangis
(memang enaknya langsung tertidur klo abis nangis Bombay #pengalaman pribadi Author)
"Perkenalkan saya Lee Jonghyun gitaris CNBLUE dan dia Seungyeon adalah calon istri saya" dengan menyebutkan nama Seungyeon sebagai tanda kepastian atas ucapannya dengan menyodorkan tangan kanannya penuh percaya diri menghasilkan reaksi terkejut dari Jinggo
"Oooh Sunbae Anyeong Hasheo" Jinggo gugup menangapi dan bersalaman
"Maaf saya tidak tahu kalau anda...hmmm pantas saya seperti mengenal anda, ternyata benar anda member CNBLUE dan saya fans anda" seru Jinggo dengan senang melihat idolanya ada didepan mata
"Okay, thats fine, maaf boleh saya.." sembari menunjuk kearah Seungyeon memberi tanda kalau Jonghyun hendak membangunkan Seungyeon
"Oooh baik baik Sunbae, maaaf maaaf saya.." timpal Jinggo dengan gugup, pikirnya dia lebih baik menghindar dan cepat cepat menjauh kalau tidak mau ada masalah
Jonghyun sangat dikenal jago beladiri dan hight temper dikalangan para idol dan aktor dan itu dipahami sekarang oleh Jinggo dia melihat kengerian dari suara tegas Jonghyun dan tidak ada nada main main disitu
"Kalau begitu saya duluan Sunbae, mohon maaf sekali lagi..mmm" tegas Jinggo sembari tidak bisa menyembunyikan kegugupan ketakutan dan rasa bersalahnya sembari berlalu dan tidak ingin berlama lama disana
Sebenarnya Jinggo ingin sekali bisa berlama lama dengan Seungyeon ditambah ada idolnya, tapi dia tau diri itu sepertinya tidak mungkin karna Seungyeon sudah ada yang memiliki bahkan mereka akan menikah
"Waaah debaak ini berita keren dan kayanya hanya aku yang tau beritanya, waaah hebat kalau idol pasti dapetin pasangan yang cantik, gilaaa kalau Seungyeon belum ada yang punya akupun mau..#ups" bisiknya dalam hati sembari berlalu dan bersalaman dengan Jonghyun
"Seungyeon gom baby sayang bangun, kita sudah mendarat" dengan nada lembut Jonghyun bisikan ke telinga Seungyeon dan hampir saja mengecup pipinya yang cubby
"Ngggggg, aaaah" erangan manja Seungyeon dengan kesadaran yang belum penuh dan sepertinya masih ada di alam mimpi, stewardship pun menghampiri kembali dan memberi tanda
"Baik baik maaf sebentar" seru Jonghyun sembari merapihkan bawaan Seungyeon dan beberapa bawaannya yang dibawa ke kabin pesawat
"Sengyeon gom baby" kali ini sembari mengguncang guncangkan pipinya yang lembut
"Hmmm..Whaat" keterkejutan Seungyeon saat matanya terbuka dengan melihat Jonghyun berada didepan mukanya yang berakhir dengan saling bertatapan