HATE TO LOVE YOU

HATE TO LOVE YOU
RECONCILIATION


"Baiklah kami pamit dulu Lee, terimakasih sudah menerima kami, bulan depan aku tunggu kalian semua di Seoul ya"


Appa Yoo dengan memeluk sahabatnya yang berjalan bersama keluarga Lee menuju ke kendarannya dimana supir keluarga Yoo sudah menunggu sedari tadi dengan setia


Pak supir mengeluarkan koper Seungyeon dari bagasi mobil yang segera diserahkannya ke mpunya


"Omma aku ikut kalian ya..please" bisik Seungyeon ke ibunya


"No..Gom kami ingin Me Time dulu.." sembari menggoda anaknya yang merasa canggung


"Sejak kapan kalian suka Me Time?" dengan tatapan aneh yang membuat Omma Yoo tertawa


"Gom baik baik ya kamu disini, jangan membuat malu Appa dan Omma ya!!" perintah Appa Yoo dengan tegas membuat Seungyeon tidak berkutik


"Baik Appa"


Dengan patuh Seungyeon akan menuruti ayahnya. Appa mendekai menantunya dan membisikan sesuatu yang hanya mereka yang tau


"Aku titipkan nyawaku kepadamu, jangan sakiti dia dan tolong jaga dia" kembali suaranya bergetar dengan memegang erat tangan Jonghyun seperti mereka sedang berbuat janji "Baik Appa" dengan suara lembut Jonghyun menyanggupi


Appa Yoo menatap mata Jonghyun melihat kejujuran seorang Busan Namja yang pantang untuk diingkari


"Appa titip.. kamu harus bahagia dan perlakukan mereka dengan baik Gom, Appa yakin kamu akan bahagia nak" sembari memeluk dan mengusap kepala Seungyeon Appa Yeo menahan rasa haru bahagia yang sudah terasa jelas terlihat oleh Seungyeon


"Hmmm, Appa Omma hati hati dijalan hubungi aku kalau sudah sampai" terang Seungyeon sembari memberikan pelukan hangat untuk kedua orang tuanya


setelah mereka(kel Yoo dan Kel Lee) saling bersalaman berpelukan, akhirnya Appa dan Omma Yoo memasuki kendaraannya.


Mobil keluarga Yoo pun melaju dan mereka semua menunggu sampai tidak terlihat lagi


"Baiklah Seungyeonie.. Omma sudah siapkan kamar buat kamu tempati, Omma yakin kamu pasti lelah, biar koper kamu dibawa Jonghyun"


Dengan menggandeng tangan Sengyeon Omma Lee berjalan dengan senyuman kebahagiaan


"Aah ga papa Ommunie biar saya yang membawanya" dengan tangan terulur untuk membawa kopernya, tapi terlambat


"Sudah biar sama aku saja!!" dengan cepat Jonghyun mengambil koper Seungyeon


Mereka pun berlalu dan memsuki rumah besar dan luas serta bertingkat milik keluarga Lee. Jonghyun pun mengikuti dibelakang mereka perlahan angin berhembus meniup ringan rambut panjang Seungyeon yang tertangka wangi Jasmine oleh Jonghyun yang menikmati perjalanannya menuju rumahnya dengan tersenyum senyum sendiri


Seungyeon diantar oleh semua keluarga Lee ke kamar nya.


SEUNGYEON ROOM


"Caaa ini ruangan mu nak, Omma harap kamu suka, memang mungkin tidak senyaman di hotel tapi ini lumayan bisa buat kamu beristirahat" Omma Lee merendah


"Terimakasih Ommunie ini sudah sangat lebih dari cukup, terimakasih buat kebaikan keluarga semua"


Seungyeon memberi penghargaan atas perhatian keluarga Lee


"Caaa kami tinggal dulu ya, kalian ngobrol aja dulu ya, hmm" sembari berlalu terlihat senyuman bahagia terlukis di keluarga Lee


Bella dan kaka pertama memeluk dan mengucapkan selamat beristirahat untuk Seungyeon yang diikuti Omma dan Appa Lee.


"Mmm kopernya mau taruh dimana?" Jonghyun berusaha memecah keheningan


"Apakah dengan adanya aku membuat berat hidup kamu?"


Dengan nada ketus Seungyeon langsung to the point mengarahkan pandangannya kearah Jonghyun dan membuat Jonghyun terdiam karna ternyata Seungyeon straightforward juga sama seperti dia


"Whaaat, kenapa kamu ini selalu salah paham terus, aku bertanya apa kamu menjawab apa, kamu selalu bicara sopan kalau ada orang tua kita dan sekarang? Apakah ini sikap asli kamu ketus, kasar pemarah?"


Serang Jonghyun balik melihat tajam langsung kemata amber Seungyeon yang membuat Jonghyun menyerah dan ingin selalu melihat matanya sampai puas


"Tergantung siapa yang jadi lawan bicara aku dan terserah kamu menilai aku bagaimana aku ga perduli"


Sembari menyambar koper dari tangan Jonghyun yang sayangnya tidak berhasil karna tenaga Jonghyun terlalu kuat yang akhirnya berakhir dengan tangan Seungyeon memegang tangan Jonghyun


Seperti ada aliran listrik yang mengetarkan jantung mereka dengan berdegup kencang, seketika Seungyeon menghindarkan tangannya tapi sekali lagi usahanya tidak berhasil karna Jonghyun langsung memegang tangan Seungyeon dengan kuat dan membuat Seungyeon kaget tak karuan


"Apa apaan ini, lepaskan tangan aku" ungkap Seungyeon dengan kesal


"Tidak aku tidak akan melepaskan kamu"


Seketika tangannya Seungyeon ditarik dan tubuh mereka menempel. Seungyeon kaget mematung dengan tatapan tajam penuh dengan emosi yang membara, sedangkan Jonghyun menikmati setiap kejutan yang disebabkan kelakuan spontannya. Jonghyun bisa merasakan debaran jantung Seungyeon dan hembusan nafas Seungyeon yang tidak beraturan serta wangi tubuh Seungyeon yang jelas memasuki indera penciumanya


"Lepaskaaaaan" teriak Seungyeon yang tidak menyukai keadaan ini membuat jantung nya semakin berdebar. Tangan kecilnya dengan Kuat mendorong tubuh Jonghyun ke belakang


"Waaah wanita ini dia kuat sekali apa roh Beruang membantunya?" Batin Jonghyun sembari menahan dorongannya dengan menarik tangan Seungyeon yang tanpa sengaja mereka terjatuh kebawah dan membuat bibir mereka beradu


Dengan mata yang membelalak shock keduanya lama tak sadarkan dari kejadian yang mendebarkan membuat serangan jantung buat keduanya


"Plaaaakkkk, apa yang kamu lakukan? beginikah kamu memperlakukan wanita? kamu brengsek Lee Jonghyun aku tidak mengira kamu serendah ini!! kamu membuat kesalahan besar aku tidak akan tinggal diam"


Sembari mengambil koper Seungyeon berlalu keluar kamarnya dan bermaksud ingin keluar dari rumah itu. Seketika menyadarkan kegilaannya Jonghyun mengangkat tubuhnya dan berlari mengangkat dan menggendong Seungyeon dengan satu tangan membopongnya terbalik dengan posisi kepala dibelakang punggung Jonghyun


"Gilaaa kamu.. lepaskaan aku!!"


Tubuh kecil Seungyeon meronta tapi kalah tenaga Jonghyun menahan tubuh mungil Seungyeon dengan berjalan memasuki kamarnya kembali segera menutup pintu kamar dan menurunkan tubuh Seungyeon di atas tempat tidur. Jonghyun kini menahan Seungyeon dengan kaki dan kedua tangannya bertujuan supaya Seungyeon tidak lari dengan badannya yang bidang membentang membuat perangkap kecil untuk perempuan yang sudah membuat Jonghyun tergila gila dan lupa diri


Sekali lagi brown ayes Jonghyun menatap tajam kearah amber ayes Seungyeon yang sedari tadi meronta ingin dibebaskan sembari memukul mukul dada Jonghyun dengan kuat berharap Jonghyun menyerah tapi tindakan itu malah membuatnya kalah karna Jonghyun malah lebih kuat dan memperlihatkan keseriusannya untuk memerangkap Seungyeon dengan menyunggingkan senyum yang menakutkan


"Apa kamu sudah tenang Seungyeon-shi" tanya Jonghyun setelah tidak ada lagi perlawanan dari nya yang seketika tertunduk lemas dan terdengar isakan tangisan yang pelan


Seungyeon mengangkat kepalanya perlahan dan tepat menuju sepasang mata coklat yang jaraknya dekat sekali sampai dia bisa merasakan nafas kacau Jonghyun yang kewalahan menahan amarah Seungyeon.


Seungyeon memohon untuk dilepaskan, dadanya mulai terasa sesak dan tangisannya semakin menyakitkan


"Aku mohoon lepaskan aku, aku tidak bisa bernapas" dengan pandangan lurus kearah Jonghyun yang merasa iba dan semakin merasa bersalah dan bingung bagaimana untuk menjelaskannya


"Maafkan aku, tapi aku tidak bisa melepaskan mu, aku sudah berjanji dengan Appa Yoo aku akan menjagamu dan aku tidak berniat untuk melukai mu"


Dengan tertunduk bersalah terdengar suara baritone Jonghyun yang bergetar merasa bersalah sudah menyakiti hati Seungyeon