Assallamu'Alaikum 2007

Assallamu'Alaikum 2007
Merebut tapi Tidak Merebut


BRAK !!


"Astaghfirulloh !!" kaget Lea yang langsung mengambil tas beserta isinya yang berserakan.


"Ngaku deh, lo suka kan sama Radit?" tanya salah seorang dari mereka yang bernama Lana.


Mendengar pertanyaan tersebut Lea langsung berdiri. "Apa ?, coba ulangi .. gue pengen denger lagi" sinisnya.


"Lo suka kan sama Radit ?" Lana menekan suaranya sambil mendekati Lea.


"Jangan asal bicara ya, Radit sahabat gue" balas Lea dengan menatap tajam.


Mana lagi PMS, tembus, diketawain orang, pengen marah tapi malu. Tiba - tiba dateng sekelompok cewek yang seolah - olah membuka pintu untuk melampiaskan emosinya.


"Munafik !. Radit ga jadi nembak Siska gara - gara lo kan, jujur aja atuuuh?!" Lana meninggikan suaranya sambil mendorong Lea hingga tersungkur ke samping loker.


Lea semakin emosi. Tanpa mereka sangka Lea langsung berdiri dan menampar Lana cukup keras dan mendorongnya, namun Lana masih bisa menahan keseimbangan tubuhnya hingga masih berdiri tegak namun agak mundur kebelakang.


"Dasar bocah !! berani lo sama gue ? lo gak tau apa taun 2015 gue udah pernah masuk kejuaraan karate sekecamatan ! meski kalah tapi gue berhasil bikin lawan gue ompong !!" Diakhir kata Lea menendang tepat di pipi kiri Lana hingga Lana jatuh menimpa teman - temannya yang mencoba menghindar.


Kawanan cewe seragam mini itu berteriak histeris dan kesakitan karena tertimpa tubuh Lana yang lumayan berisi. Tak lama orang - orang masuk keruang ganti.


Radit dan Dion yang kebetulan lewat sehabis olahraga langsung segera masuk keruang ganti perempuan saat mendengar suara gaduh.


Semua orang terkejut melihat Lana dan teman - temannya ambruk. Lea berdiri dihadapan mereka dengan tatapan marah serta nafas yang terengah - engah.


Semua orang ricuh dibuatnya. Lalu Radit menghampiri Lea. "Le, ada masalah apa?"


Lea menoleh kearahnya kemudian ke arah cewek berambut panjang sepinggang yang berdiri di ambang pintu, Siska.


Lea menarik nafas dalam - dalam dan menghembuskannya secara perlahan, kemudian berbisik. "Astaghfirullohaladziim, gue minta maaf".


Lea lalu pergi melewati Radit dan Siska. Radit melihat kearah Siska, gadis itu menggelengkan kepalanya karena tidak tahu apa - apa.


Siska mempunyai genk cewek yang sangat popular di sekolah. Hampir semuanya anggota Cheerleaders. Mereka semua kompak satu sama lain bahkan perhatian banget sama temannya kalau sedang patah hati.


Dan saat ini Siska sedang patah hati karena Radit yang tiba - tiba menjauh.


❤💗❤💗❤💗❤💗❤💗❤


Pada saat itu hari Sabtu pukul 18.30 WIB. Radit memiliki janji dengan Siska disebuah Cafe. Siska nampak anggun dengan setelan girly berwarna pink. Rambut panjangnya yang selalu diurai membuat dirinya begitu sempurna seperti model iklan Shampoo.


Wajahnya berseri - seri, betapa senangnya diajak ketemuan oleh Radit. Namun tiba - tiba raut wajahnya berubah. Senyum itu memudar.


Ada pesan teks dari Radit,


Maaf Sis, kita ga jadi ketemuan. Gue ada perlu mendadak yang gak bisa ditinggal. Jadi lo gak usah ke Cafe ya.


"Lo kenapa sih dit ?" batin Siska.


💗❤💗❤💗❤💗❤💗❤


Sedihnya bukan kepalang, saat ini gadis yang kini berhijab itu ingin kembali ke masa dimana ia berusia 32 tahun.


Jam 5 sore. Dara baru saja akan keluar rumah untuk mengantarkan kue basah pesanan tetangganya.


"Udah mih, tinggal kue pesenan Bu Cucu biar Dara aja yg anter, Dara per ..." Dara tidak melanjutkan bicara.


Saat membuka pintu ternyata Lea sudah berada didepan rumahnya.


"Lea, ari kamu dari kapan disini ?" tanya Dara.


"Ada siapa Dara ?" tanya Amih, neneknya Dara.


"Ada Lea mih. Masuk dulu Lea, saya anterin kue dulu kamu tunggu didalem ya" perintah Dara.


Amih menghampiri Dara dan Lea. "Udah atuh biar Amih yang anter. Jauh - jauh Lea kesini malah disuruh nunggu" ujar Amih.


"iya atuh" singkat Dara.


Mereka berduapun masuk ke kamar Dara yang amat sangay sederhana. Hanya ada kasur kecil dan lemari plastik ukuran sedang.


Lea duduk di kasur sambil menangis. Dara yang duduk dihadapannya masih kebingungan.


Apa mungkin gara - gara kejadian di Sekolah tadi pagi Lea nangis ?, bati Dara.


Akhirnya Dara memberanikan untuk bertanya, "kamu teh kenapa atuh ?"


Lea menghapus air matanya. "Demi Allah ra, saya yang sekarang bukan Azzalea yang biasa kamu kenal, saya dateng dari tahun 2022" ucapnya sambil terisak.


Dara mengerutkan dahinya. Gadis itu masih bingung. "Maksud kamu gimana ?. Tahun 2022 ?".


Lea menceritakan awal mula kenapa dia bisa kembali ke tahun 2007. Awalnya Dara sangat tidak percaya, namun akhirnya Dara mulai mengerti dan percaya saat Lea menceritakan kenapa dia bisa tahu jadwal ulangan rahasia pelajaran Matematika dan genteng yang hampir menimpa Dion.


Dan kali ini Lea berbicara pada Dara sebagai dirinya di masa 2022, Lea yang dewasa dengan tutur kata yang baik.


"Dan sekarang saya bingung banget Ra, kamu bisa jaga rahasia kan ?" sambung Lea.


Dara mengangguk cepat. "Sok ceritain aja semuanya, Insya Allah rahasia terjaga" balasnya.


"Dari dulu saya emang suka sama Radit. Tapi saat balik ke masa sekarang ini tujuan saya bukan itu, saya ingin memperbaiki diri. Tapi kenapa sekarang Radit malah suka sama saya"


Sontak saja Dara kaget mendengarnya. "Kalian saling suka ?" tanyanya terbata.


"Saya bingung Ra .. Saya takut ketika nanti kembali ke 2022 saya malah cari dia .. sementara saya udah punya calon suami" diam sejenak, "kalau saya mengikuti nafsu untuk mengambil kesempatan dengan Radit.. lalu apa arti dari perubahan yang saya buat ini .. saya betul - betul malu sama Allah" tangisnya pun pecah.


Dara hanya bisa memeluk sahabatnya itu.


Gimana kelanjutannya ? Apakah Lea akan ambil kesempatan untuk bersama Radit ??