
Perjalanan pulang sekolah di angkutan kota. "Please deh, masa saya jadi peramal ?. Ampuuun gak gitu juga kali, jatuhnya malah jadi syirik" gumamnya dalam hati. "Allah pasti punya rencana makanya saya kembali ke tahun 2007. Okelah, mulai sekarang kita ikutin alurnya. Hidup sesuai dengan usia sekarang tapi tetap berada di jalan Allah. Dimulai apa dulu ya ? .. Sholat udah pasti wajib .. hmmmm .. mari kita glowingkan 2007" tanpa sadar Lea tersenyum sendiri. Orang yang duduk tepat berada di hadapannya memandangnya dengan aneh.
Hari demi hari. Lea kini mulai rajin olah raga dan diet ketat. Tak lupa ia pun berjualan, membuat makanan yang sedang trend di tahun 2022, hasil keuntungannya ia pakai untuk perawatan kulit serta membeli pakaian muslimah lengkap.
Semakin hari Lea yang kusam kini nampak glowing namun berbalut pakaian Muslimah.
Semua anak-anak cowo di sekolah selalu berebut ingin mendekatinya. Namun sikap Lea sangat acuh pada mereka, bahkan untuk bersalaman pun enggan.
Selesai olah raga Lea mencari kesibukan sendiri, dan teman - temannya sudah masuk ruang ganti.
"Sorry, bukan mahram" ucapnya pada salah satu anggota PMR saat ingin mengucapkan terimakasih karena telah di bantu oleh Lea memungut sampah di halaman ruang PMR.
Lea pun berjalan menuju kelasnya. Ia teringat tahun 2007 yang lalu. Tepat pada hari ini yaitu hari sabtu, genteng kelas lantai 2 jatuh menimpa Dion hingga menyebabkan kepala Dion harus dijait sebanyak 15 jaitan, untung saja tidak sampai geger otak.
Lea langsung berlari mengejar Dion. "Dion tunggu !!" teriaknya. Dion sama sekali tidak mendengar karena memakai hedset.
"Aihh .. dia lagi pake hedset" gumamnya kesal. Lea semakin mempercepat larinya, kemudian ia sampai pada Dion dekat tangga menuju kelas mereka di mana lokasi genteng itu akan jatuh.
Dengan cepat Lea mendorong lelaki jangkung tersebut, dan Lea pun tersungkur karena tidak mudah menyeimbangkan badannya.
Dion yang hampir jatuh kaget dengan sikap Lea. "Lea, kamu kenapa ?" kata Dion sambil mengusap bahu kanannya yang kesakitan.
"gw nyelamatin lo.." terengah - engah, "dari genteng yang bakal jatoh" tambahnya.
"mana gak ada genteng jatoh kok ". timpal Dion sedikit kesal.
Lea pun berdiri, lalu dia mundur. Tak lama, BRAK !!. Sebuah genteng yang cukup besar dan berat jatuh tepat di antara mereka berdua.
Dion dibuatnya terperangah. Ia tidak bisa bicara seolah - olah kelu.
"Nah, hati2 makanya" datar Lea yang kemudian berjalan menuju kelasnya.
💗💗💗💗
Kedua mata Radit diam - diam mencuri pandang sahabatnya yang dulu kusam tapi sekarang malah langsing, bersih, dan terlihat lebih berwibawa bahkan lebih dewasa.
Kemudian seorang gadis berkulit putih, mata sipit dan rambut panjang sebawah bahu masuk ke dalam kelas. Gadis itu bernama Siska. Siska perempuan yang disukai oleh Radit.
Entah kenapa kini Radit melihat Siska nampak biasa saja. Padahal dulu ia menganggap Siska seperti bidadari.
"Kenapa, Sis ?" tanya Radit menghampiri Siska.
Siska menyibakkan rambutnya dengan sangat manis. "Nanti pulangnya bareng ya, ada yang mau aku omongin" ajak Siska.
Radit melihat kearah Lea yang masih sibuk mengobrol dengan ketiga sahabatnya, lalu beralih kembali pada Siska. "Ee .. harus banget ya ?" kedua tangannya bersedekap.
Siska mengangkat kedua halisnya sambil sedikit tertawa. "he, yaa kan emang kita ada urusan".
Radit lupa kalau sebelumnya dia pernah memberi harapan pada Siska. Namun semakin lama perasaan itu berubah semenjak Lea menjadi lebih baik.
"Eeemm .. sorry Sis. Pulang sekolah gue ada urusan lain. Mungkin besok atau lusa lah ya"
Sementara itu Lea, Dara, Vera dan Ica sedang membicarakan tentang ekstrakurikuler. Lea berencana ingin masuk Rohis. Namun di cegah oleh Vera.
"Aduh Lea .. kalo lo mau ikut Rohis, harus bisa dulu ngaji. Ngaji aja lo masih Iqro 4" ujar Vera.
Ica lalu merangkul Lea. "Kan lo udah masuk Ekskul musik, udah cocok disitu kenapa harus pindah ?" tambahnya.
Tahun 2007 yang sebelumnya itu Lea memang tidak bisa mengaji. Tapi di tahun 2014 Lea belajar mengaji ditempat dimana ia bertemu dengan Ustadz Ali (Calon Suaminya di tahun 2022). Hingga pada tahun 2017 ia memutuskan untuk berhijrah dan memperdalam Ilmu Agama dengan baik.
"Mereka gak tau kalau gue yang sekarang itu bisa ngaji, malahan gue kan guru ngaji" ungkapnya dalam hati.
"Ehm, Insya Allah gue bisa ngaji" katanya dengan percaya diri.
Dara lalu mengeluarkan Al-Qur'an kecil miliknya. "Coba buktiin. Masuk Rohis itu syarat wajibnya ya harus lancar ngaji, jadi ga bisa maen - maen" katanya yang selalu lemah lembut.
"okeh, bentar gue wudhu dulu" Lea berlari menuju tempat wudhu di Mushola sekolah, kemudian kembali ke kelas dan mulai mengaji.
Saat mau membuka Al-Qur'an, Radit tiba - tiba menyuruhnya berhenti.
"Tunggu" perintahnya, "Kalo ngajinya Surat Al-Fatihah semuanya juga bisa dan hafal. Gimana kalau Al-Waqi'ah"
"Iyaaa diiit. Dateng - dateng maen nimbrung aja" timpal Lea.
Masyaallah, semuanya dibuat kagum olehnya. Tak menyangka ternyata Lea bisa mengaji dengan baik dan benar.
Dara yang begitu sensitif hatinya langsung memeluk sahabatnya itu sambil menangis haru.
Lea pun ikut menangis haru, Ica dan Vera ikut memeluknya juga. Tapi Radit tidak diam begitu saja.
"Eehh tunggu - tunggu. Lele, gimana ceritanya ?, sebulan yang lalu waktu tes Al-Qur'an itu lo masih Iqro 4 lho" ungkap Radit.
"eee .. yaaa lo ga faham Dit. Hidayah itu kita yang jemput" jawab Lea gugup.
"lo masih Lele kan ?, Azzalea Shafiyya kan lo ?" Radit mendekati Lea, cukup dekat.
Dara, Ica dan Vera mau menghalang Radit, tapi tatapan Radit cukup menakutkan saat itu, sangat tajam dan penuh curiga.
Dara langsung mencairkan suasana. "Okelah, Lea keterima jadi anggota Rohis".
"Yeaaayy" Vera dan Icha bersorak bertepuk tangan. Tapi Radit dan Lea masih berhadapan.
Lea langsung mendorong Radit. "Jangan pernah tatap gue kayak gitu. Lo ga tau tanggung jawabnya di akhirat nanti bakal gimana !" Lea menekan suaranya sambil menunjuk Radit. Lea marah tidak seperti biasanya lalu berjalan kearah tempat duduknya di bangku kedua dekat tembok.
Posisi Radit masih sama, hanya raut wajahnya yang berubah, iya tersenyum tipis. Kini dirinya merasa kagum pada gadis yang akrab ia panggil Lele itu. Jatuh Cinta ❤.
Sementara Lea perasaannya campur aduk. Ia tidak menyangka akan seperti ini. Dulu memang ia jatuh cinta pada Radit dan berdekatan dengannya sudah menjadi hal yang biasa. Tapi kali ini beda. Batinnya bergejolak, ada rasa takut dosa dan tak ingin mengkhianati. Mungkinkah ia memikirkan bagaimana nanti jika Bang Ali tahu ?. Tapi ini tahun 2007, bahkan ia tidak tahu dimana keberadaan Bang Ali di tahun 2007.
Wokeeehh kasih hadiah dulu atuuuh .. jangan lupa Like yeesss .. lanjut Eps 4 .. Gasskeun !!