
"Makasih"ucap Aya saat sudah sampai didepan rumahnya
Raka hanya berdeham untuk jawaban
Tes Tes
satu persatu air hujan jatuh Aya merasa bersalah kalau sampai Raka kehujanan karena harus mengantar dirinya pulang dulu
"Emm itu Lo mau mampir dulu ke rumah nggak? lagian takutnya Lo malah kehujanan terus sakit, gue jadi merasa bersalah karena Lo harus anter gue pulang dulu"
Raka diam sejenak lalu mengangguk
"Oke"
Aya tersenyum ramah lalu membuka pagar lebar lebar dan masuklah motor Raka kedalam pekarangan rumah Aya yang cukup luas
"Eh non Aya kenapa ngga mencet bel dulu biar saya yang bukain"ucap Pak Tarjo
"Nggak apa-apa pak, kalau gitu Aya masuk dulu ya"
"Oh iya non nyonya sama bi Minah sedang keluar"
"Jadi rumah kosong pak?"
"iya non"
Bress
Hujan seketika deras membuat Aya pamit kepada Pak Tarjo dan berlari menuju kepintu utama yang letaknya lumayan jauh dari pintu pagar
Pluk
Raka menyampirkan baju seragamnya keatas kepala Aya dan menyisakan kaos hitam polos
"Eh Lo kok disini? kan jadi basah"ucap Aya
Raka tidak menjawab ia menarik tangan Aya untuk terus berlari agar mereka tidak basah kuyup
Saat sampai didalam rumah Aya buru buru masuk untuk mengambil handuk
"Lo tunggu disini gue ambil handuk dulu"
Aya lalu bergegas mencari handuk untuk mengeringkan rambut serta badan Raka
"Nih keringin dulu rambut Lo terus ini baju ganti Lo langsung mandi gih ntar sakit"
Raka mendekatkan wajahnya ke wajah Aya "Lo juga basah kenapa malah khawatir sama gue?"tanya Raka
Merasa wajahnya dan Raka sangat dekat Aya memundurkan sedikit wajahnya
"Karena Lo harus kehujanan karena nganter gue pulang dulu, coba kalau Lo tadi ngga diminta Mama gue pasti Lo ngga akan kehujanan"jawab Aya dengan nada bersalah
Puk
Raka menepuk kepala Aya "Gue ngga selemah itu kena hujan dikit langsung sakit"
Setelah mengatakan itu Raka langsung berjalan menuju kamar mandi sedangkan Aya hanya mematung merasakan debaran yang luar biasa saat Raka menyentuh rambutnya
...***...
Raka sudah selesai mandi dan saat keluar kamar mandi ia langsung mencium sesuatu yang sangat harum Raka pun mengikuti arah dari bau itu dan malah membawa nya kedapur terlihat lah Aya yang sedang memasak
"Udah selesai? Duduk dulu sebentar ini sup nya juga udah mau matang"ujar Aya saat menyadari kehadiran Raka dibelakang nya
Raka menurut dan mendudukan diri kesalah satu kursi meja makan
Selagi menunggu Aya Raka memainkan hp nya dan membuka grup chat yang ramai entah ada masalah apa
...Ganteng's boy...
Wahyukyut
hellooo
Wahyukyut
tugas mtk dah pada selese??
Dionteng
Emang ada??
Wahyukyut
ada woyy masa pada lupa😶
Dionteng
yang mana??
Wahyukyut
dibuku paket 5 halaman, besok kumpul
Dionteng
serius?!!
Dionteng
@elangss nyontek dong bang jago
Elangss
gue juga belum
Dionteng
gimana dong susah lagi
Dionteng
@Raka udah bos??
^^^Blm^^^
Raka berdecak membuat Aya yang sedang menaruh sup diatas meja mendongak
"Kenapa?"tanya Aya
"Ngga"
Aya merasa ada yang tidak beres tapi mencoba untuk tidak terlalu kepo
"Nih" Aya memberikan satu mangkuk sup yang dibuatnya
"Makasih"
Raka dan Aya makan dengan tenang, sampai bunyi telfon dari hp Raka berdering
"Kenapa?"
"Raka liat mtk"
"Belum"
"Boong ya lu"
"Gak"
"Dah lah yon Raka juga paling ngga bisa"ledek Wahyu
"Sialan"
Raka kesal lalu mematikan telpon dari Wahyu, Aya yang sedari tadi memperhatikan ingin bertanya tapi takut disangka kepo
Drrt.. Drrt.. Drrt..
Kali ini hp Aya yang berdering
"Halo"
"..."
"Boleh, lo kerumah aja"
"..."
"Iya ngga papa"
"..."
"Sekarang?" Aya melirik kearah Raka
"..."
"Oke ngga papa"
Tut
Baru sambungan telepon mati bel rumah Aya berbunyi
"Cepet amat" Aya berguman
"Tunggu bentar gue mau buka pintu dulu"ujar Aya kepada Raka
Hmm Raka hanya berdeham
Aya membuka pintu ia sedikit terdorong kebelakang saat sebuah pelukan mendekapnya
"Kangen"
"Baru juga kemarin ketemu"ucap Aya mencoba melepaskan pelukan
"Ternyata Elang bisa bersikap kayak gitu juga sama cewek kaget gue"sindir Wahyu yang sedari tadi ia dan Dion seperti dilupakan
"Iri bilang bos"ucap Elang
"Lo lagi ada tamu?"tanya Elang saat melihat sebuah motor terparkir di halaman rumah
"Iya"
"Siapa? Motornya kayak kenal"ujar Elang
"Ayo masuk" Tak menggubris pertanyaan Elang Aya mempersilahkan mereka bertiga masuk
"Ngapain kalian?" Raka yang sedari tadi penasaran dengan ribut ribut di pintu masuk memutuskan untuk menyusul Aya
"Raka?!"ujar ketiga nya kaget setelah melihat Raka berjalan dari arah dapur
"Seharusnya kita yang nanya lo ngapain disini?"tanya Wahyu
"Terserah gue" Raka dengan santai duduk di sofa
"Pantesan gue ngerasa familiar sama motornya, elu ternyata"ucap Elang
Merasa suasana canggung Aya selaku tuan rumah mencoba memecahkan kecanggungan yang tercipta
"Jadi.. lo mau minta tolong apa Lang?"tanya Aya memecah keheningan
"Gini.. lo kan pinter nya nauzubillah.."
"Terus?"
"Gue minta tolong ajarin pr mtk"
Hening
"Oh oke mana yang mau dikerjain?"
Mendengar perkataan Aya Wahyu dengan semangat mengeluarkan buku dan alat tulis begitu juga dengan Dion dan Wahyu
"Lo ngga mau ngerjain bareng Ka?"tanya Dion
"Gue ngga bawa buku paketnya"jawab Raka
Aya yang melihat buku paket sekolah Raka langsung beranjak
"Lang dia siapa lo?"tanya Wahyu kepo
"Mau tau?"
"Iyalah!"
"Eh tapi kok gue kaya pernah liat gitu yaa"ujar Dion
"Emang pernah"jawab Elang
"Serius?! Dimana? Kapan?"
Elang mengangkat satu alisnya "inget waktu kita lomba di Bandung? Cewek yang lo pada bilang seksi itu salah satu nya ada Aya"jelas Elang
Wahyu dan Dion yang mencoba mengingat akhirnya mengangguk
"Pantesan kayak pernah liat, tapi kenapa lo ngga nyamperin kalau kenal?"tanya Dion
"Gue bukan cowok kayak Wahyu yang asal nyamperin cewek gitu aja, entar dikira soken. Lagian gue ngga mungkin nyamperin dia disaat ada guru sama temennya"jawab Elang enteng
Wahyu mendengus
"Lo siapanya dia?"sedari tadi diam akhirnya Raka membuka suara
"Bisa dibilang gue pacar nya Aya"ucap Elang sambil membusungkan dada bangga
Plak
"Aduh sakit!!"ringis Elang saat sebuah buku mendarat di kepala nya
"Jangan asal ngomong"ucap Aya
"Yaelah ngga ada ruginya kali Lo jadi pacar gue"
Aya melirik sinis kearah Elang
"Gue ogah dilabrak sama fans fanatik lo lagi"
Melihat perdebatan keduanya Raka Wahyu dan Dion makin tambah penasaran. Namun Raka tidak seperti Dion dan Wahyu yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya
"Tunggu sebenernya kalian ini ada hubungan apa sih?!"tanya Wahyu ngegas
Aya menghembuskan nafas nya "Dia sepupu gue"jelas Aya
"Yaelah Lang gue tau lo jomblo tapi masa sampe ngakuin sepupu sebagai pacar sih"ledek Wahyu
Merasa tak terima Elang menjawab "Dia dulu yang manfaatin gue jadi pacar untuk manas manasin pacarnya"
Plak lagi lagi kepala Elang menjadi tempat mendarat buku yang dilemparkan Aya
"Jangan buka kartu!"
"Jadi ngerjain tugas nya ngga sih?"kesal Aya
"Jadi dong cantik"ujar Dion
Dan akhirnya mereka berempat mengerjakan tugas matematika dengan Aya yang membantu mereka
...***...
Pukul 8 malam tugas mereka baru selesai
"Gilaaa sepupu lo pinter banget Lang, tapi lo nya kok engga"
Dion tertawa dengan ledekan Wahyu
"Ya iyalah juara olimpiade masa kaya gini doang ngga bisa"
"Eh lo juara olimpiade?"tanya Dion
"Iya"jawab Aya
"Sekolah lo dimana?"kali ini giliran Wahyu yang bertanya
"Sma Highlight"
Mendengar ucapan Aya Wahyu dan Dion menganga
"Pantesan pinter"guman Dion
"Bukan itu aja dia ini jadi juara umum di Highlight loh"ujar Elang dengan bangga
"Gilaa sih Lang gue pengen punya sepupu pinter kayak Aya biar tugas gue minta ajarin aja"ucap Dion
"Heh kalau kayak gitu gue ngga akan nunggak tugas kali"
"Lah? Lo tinggal minta tolong ajarin Aya aja kan?"tanya Dion
"Sibuk anaknya biasa orang pinter beda"
Aya hanya diam memang benar sih dia sibuk sangat sibuk
Raka beranjak
"Mau kemana lo?"tanya Elang
"Balik"
"Eh tunggu"suara Aya membuat langkah Raka berhenti
Aya berjalan kearah dapur dan mengambil sesuatu setelah mengambil beberapa barang Aya kembali keruang tamu
"Ini baju seragam lo udah gue cuci, terus ini ada kue untuk tante Gina sama om Arka, satu lagi titip salam dari gue"
"Oke, gue balik"
"Iya hati-hati"
Melihat interaksi antara Raka dan Aya Elang Wahyu dan Dion merasa penasaran
"Lo sama dia ada hubungan apaan?"tanya Elang
"Gak usah kepo"jawab Aya setelah menutup pintu saat Raka sudah pergi
"Kita juga pulang" Elang beranjak dari duduknya dan menarik tangan kedua sahabatnya
"Oke hati-hati"
Setelah semua tamu nya pulang Aya membereskan gelas gelas dan piring kotor lalu mencuci nya
Selesai Aya langsung kekamar untuk tidur karena besok ia harus sekolah
...Bersambung...