
Saat ini seorang gadis tengah di interogasi dengan teman sekelasnya perihal masalah pribadi yang sudah membuat teman satu kelas gadis itu jengah
"Putus aja lah, percuma status doang pacar tapi dia lebih memprioritaskan orang lain"
"Setuju tu gue, gak tega liat lo terus ngalah kaya gini"
"Sekali kali lo pikirin perasaan lo "
"Gue sebagai cowok merasa malu sumpah!!"
"Kalau misalnya lo dari dulu bolehin gue buat nonjok dia gue dengan senang hati nonjok dia"
"Aya gue tau kok lo itu gak baik baik aja saat liat Galang lebih memprioritaskan Sherina dari pada elo"
Aya yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara
"Makasih ya kalian udah khawatir sama gue, jujur gue sakit ngeliat Galang sama Sherina tapi mereka hanya teman kan, jadi gapapa"ujar Aya yang membuat teman-teman nya kesal
"Ay lo tu pinter kenapa masalah kayak gini lo gak ngerti ngerti?!"
"Gue ngerti kok"
"APA YANG LO NGERTI?!"
Aya terkejut saat teman sekelasnya dengan kompak bertanya hal yang sama
"Jawab kita Aya!!"ucap salah satu temannya
Aya hanya tersenyum dan bangkit dari duduknya menuju pintu kelas terlihat disana ada seorang pria tampan tengah menunggu dirinya
Sontak seluruh teman sekelasnya merasa kesal dengan kehadiran pria itu, siapa lagi kalau bukan Galang topik pembicaraan mereka dari tadi
"Sorry ya lama yuk ada yang mau gue omongin"ucap Aya saat berhadapan dengan Galang
"Ay bisa nggak ngomong nya besok aja?"
"Kenapa?"tanya Aya bingung, padahal mereka sudah membuat janji 2 minggu yang lalu
"Gue harus anterin Sherina pulang dia lagi datang bulan"
Seperti ada yang menusuk dihati Aya sakit sangat sakit namun Aya tetap tenang seolah ia tidak apa apa
"Sebentar aja gak bisa?"bujuk Aya
"Sorry gak bisa kasihan Sherina udah nunggu lama"
Aya menatap Galang dengan tatapan datar, Galang sedikit terkejut melihat tatapan Aya yang tidak seperti biasanya
"Kasih gue waktu 5 menit gue harus ngomong sesuatu yang PENTING banget"ujar Aya sedikit jengah dengan menekankan kata 'penting'
"Gak bisa maaf" setelah berkata begitu Galang berlalu begitu saja dari hadapan Aya membuat teman sekelas Aya mengumpat kesal
Aya menatap punggung Galang yang berjalan menjauh cukup sudah kesabaran nya menghadapi lelaki itu
"GALANG BERHENTI"teriak Aya membuat sangempunya nama refleks berhenti dan berbalik
Karena teriakan Aya semua murid yang belum pulang berbondong bondong melihat apa yang terjadi
Tanpa peduli dengan tatapan serta kekepoan murid lainnya Aya berjalan mendekat kearah Galang berdiri
"Lo mau ngapain lagi? Gue harus cepet anterin Sherina pulang"
Ucapan Galang membuat semua murid yang menyaksikan mereka menatap tak percaya, bagaimana bisa Galang berkata seperti itu didepan pacarnya
Aya yang mendengar itu lagi lagi merasa sakit yang luar biasa masih mencoba untuk menetralkan rasa sakitnya ucapan Galang selanjutnya sukses membuat emosi Aya tersulut
"Lo bisa nggak gak buang waktu gue? Kasihan Sherina udah lama nunggu gue karena harus ketemu lo dulu"
BUGH
Satu tonjokan mendarat mulus diwajah tampan Galang mereka yang menyaksikan hal itu sangat terkejut apalagi Galang yang sama sekali tak mengira hal ini akan terjadi
"GUE MAU PUTUS SAMA LO BRENGSEK"ucap Aya marah setelah tadi ia telah berhasil menonjok wajah Galang
"SORRY GUE UDAH BUANG WAKTU BERHARGA LO" setelah selesai mengeluarkan amarahnya Aya pergi meninggalkan Galang yang masih terkejut dengan peristiwa yang baru saja terjadi
Bukan hanya Galang tapi semua murid yang menyaksikan semuanya dari awal hingga akhir tanpa terkecuali teman sekelas Aya yang merasa senang dengan tindakan yang diambil Aya
...***...
"Eh eh lo semua tau nggak?"
"Nggak"jawab semua orang yang ada di warung itu dengan kompak kecuali seorang pria yang sedari tadi hanya diam
"Gue belom selesai"Wahyu merenggut kesal lalu melanjutkan ucapannya "Gue punya gebetan anak Highlight"ujarnya dengan bangga
"Pake pelet apaan lo?"tanya Elang tidak percaya bahwa si kunyuk ini punya gebetan anak Highlight
Secara SMA Highlight terkenal dengan kepintaran dan prestasinya walaupun terkenal dengan segudang prestasi anak Highlight bukan modelan nerd yang culun tapi 90% semua murid disana tampan² and cantik²
"Gak percaya lo sama gue?"
"Gak"
Wahyu mencebikan bibirnya
"Sok imut lo idih"ujar Dion jijik
Malas mendengar celotehan teman temannya lagi pria yang sedari tadi diam memilih untuk pergi
"Mau kemana lo Ka?"tanya Dion saat melihat Raka bangkit dari duduknya
"Cabut"
Sepeninggalan Raka teman temanya pun bangkit dan pergi dari warung yang sudah menjadi basecamp mereka
...***...
Sudah seminggu sejak Aya putus dengan Galang gadis itu tidak pernah bertemu dan bertatap muka dengan mantan pacarnya itu
Jujur ada sedikit rasa rindu di hati Aya namun sebisa mungkin ia abaikan, sejak putus Aya menjadi seseorang yang judes dan galak terutama terhadap laki laki terkecuali dengan teman sekelasnya
"Ay Ay kantin yuk si Robin yang traktir katanya"ajak Sasha
"Gak deh gue harus keruang guru"
"Gak seru lo Ay kemon lah mumpung gratis"bujuk Delon
"Lo mah kalau ada yang gratis langsung ijo tu mata"dengus Robin
"Sape sih yang bakal nolak barang gratisan?"
Celetukan Delon membuat satu kelas tertawa
"Lo yakin gak mau Ay?"tanya Sasha memastikan
"Hooh lain kali aja ya, bye guys"
Saat ini Aya sedang berada diruang guru tepatnya dimeja Pak Burhan guru pembimbing OSN
"Ada apa bapak memanggil saya?"ujar Aya basa basi pastilah ia dipanggil untuk menyuruhnya mengikuti OSN
"Kamu lagi lagi ditunjuk sebagai perwakilan sekolah untuk OSN di Bandung bulan depan"ucap Pak Burhan dengan senyum yang terpatri di bibirnya
Sudah Aya duga pasti kali ini ia juga yang akan pergi menjadi perwakilan
Bukannya tidak senang atau apa tapi masih banyak murid lain yang menginginkan menjadi perwakilan sekolah dalam OSN tapi lagi lagi Aya lah yang terpilih
Yahh bukan karena apa apa sekolah memilih Aya sebagai perwakilan karena kepintaran Aya yang diatas rata rata serta dari Aya SMP ia sudah sering menjadi perwakilan sekolah
"Kamu mau kan Aya?"tanya Pak Burhan
"Iya saya mau"jawab Aya
Pak Burhan tersenyum senang
"OSN kali ini bukan hanya kamu yang menjadi perwakilan sekolah melainkan ada beberapa siswa juga yang mengikutinya, saya harap kamu bisa membantu mereka"
"Iya pak kalau begitu saya permisi"
Apakah Aya bisa fokus dalam OSN kali ini? Bahkan pikirannya masih terpenuhi dengan bayang bayang Galang
Dulu saat Aya masih bersama Galang lelaki itu yang selalu memberikan semangat dan membantu Aya belajar tapi sekarang? Hal itu tidak akan mungkin terjadi
Aku pasti bisa, semangat Aya!!! batin Aya menyemangati dirinya sendiri
...Bersambung...