ARRANGED MARRIED

ARRANGED MARRIED
2


SMA Dirgantara salah satu SMA swasta elit yang dipenuhi oleh orang berpengaruh di Indonesia


Hal itu membuat hampir seluruh murid yang ada disana bersikap angkuh dan sombong


Tidak seperti SMA Highlight yang terkenal akan kepintaran dalam hal akademik SMA Dirgantara terkenal dengan sekolah yang aktif dalam hal non akademik


Terbukti dengan sejumlah kemenangan yang diraih oleh hampir semua cabang ekskul yang ada disana


Salah satu yang paling menjadi sorotan dan yang paling sering menjuarai berbagai pertandingan adalah tim Basket SMA Dirgantara yang di ketuai oleh Raka Alevan Dirgantara anak pemilik yayasan yang sangat disegani dan dikagumi sebagian murid terutama para siswi


Dengan ketampanan dan kepiawaian Raka bermain basket membuat kaum hawa menjerit histeris seperti yang saat ini sedang terjadi


Tim basket Raka akan bertanding mewakili Jakarta di Bandung bulan depan dan saat ini Raka dan teman se-timnya tengah berlatih di lapangan out door membuat mereka menjadi tontonan gratis para kaum hawa yang berlalu lalang menuju kantin namun mengurung kan niatnya agar bisa melihat Raka bermain basket


Dirasa latihan sudah cukup Raka memberi arahan sebentar dan membubarkan teman se-timnya


Masih dengan menggunakan seragam basketnya Raka berjalan menuju kantin tempat teman temannya berkumpul


Sepanjang jalan para gadis yang Raka lewati hanya mampu meneguk ludah mereka sendiri melihat keringat Raka yang membuatnya semakin tampan dan seksi


"Woy bro come here"ujar Wahyu saat melihat Raka


Raka berjalan kearah meja yang hanya diduduki oleh Wahyu seorang diri entah kemana Dion dan Elang berada ia tidak terlalu perduli langsung saja ia mendudukan diri


"Capek ya ululu kacian"


Raka mendengus karena ucapan Wahyu seperti meledeknya dan memang iya bahwa Wahyu kini sedang meledeknya


"Nih Ka minum dulu" Dion yang entah dari mana tiba tiba datang dengan sebotol air mineral dingin dan memberikan air itu pada Raka


"Thanks"


"Santuy, btw lo ntar mau latihan lagi?"


Pertanyaan Dion hanya dijawab dehaman oleh Raka


"Yahh gak jadi hangout deh kita"ujar Wahyu sok sedih membuat Dion yang berada disebelah nya langsung menoyor laki laki itu


"Lo emang gak latihan juga?!"tanya Dion ia sedikit kesal dengan Wahyu, sedikit info Dion adalah ketua futsal sedangkan Wahyu adalah ketua karate dan Elang adalah ketua anggar sejujurnya mereka juga akan mengikuti pertandingan yang akan diselenggarakan di kota Bandung bulan depan


"Meles gue"


Tuk


Dion menggetok kepala Wahyu dengan botol air mineral


"Heran gue bisa bisanya elo dijadiin ketua"


"Yaelah Yon karate tu gak kaya futsal sama basket yang harus kompak, kalau lo kuat lo menang gitu doang sedangkan gue udah sangat sangat kuat jadi gue pasti menang"ucap Wahyu remeh


Dion mendengus kesal memang benar sih walaupun si Wahyu tidak latihan juga ia akan tetap menang karena memang Wahyu sangat lihai dalam bela diri


"Raka diem diem bae lo ngapain sih?" Wahyu penasaran karena sedari tadi Raka hanya memainkan ponselnya


Raka mendongak lalu fokus lagi dengan ponselnya


Melihat Raka yang mengacuhkannya Wahyu mendengus Dion yang melihat Wahyu dikacangin pun sontak tertawa


"Hahaha sukurin dikacangin"


"Diem lo marfuah"


"Lagian kalau Raka main hp itu pasti lagi chat sama beybi nya lo jomblo jangan ganggu"


"Btw si Elang mane?"tanya Wahyu


"Ada urusan sama tim katanya"


Mendengar penuturan Dion Wahyu hanya mengangguk sebagai jawaban


...***...


Diwaktu yang sama namun dilain tempat kini Raqueenza Ayana Lardika atau yang biasa dipanggil Aya kini tengah berlatih mengerjakan soal untuk OSN bulan depan


Sebenarnya tanpa latihan pun Aya pasti mampu memenangkan OSN itu namun Aya hanya melakukan formalitas saja


Walau sudah berkutik dengan soal Sains dan matematika selama 2 jam namun Aya masih tetap tenang dan nampak senang mengerjakannya tidak sepeti dua teman lainya yang juga akan mengikuti OSN mereka tampak sudah lelah dan pusing


Mereka diberi 100 soal yang sudah pasti sangat sulit untuk mereka kerjakan selama 2 jam sebenernya Aya sudah selesai mengerjakan nya dari 1 jam yang lalu namun karena ia memiliki rasa setia kawan ia memilih menunggu dua temannya dengan mengerjakan soal dibuku paket yang ia bawa dari kelas


"Beress"


Aya mendongak kala mendengar suara teman se-timnya


"Gue juga gila susah parah"


Tak lama setelah mereka semua selesai pak Burhan selaku guru pembimbing datang dan memberikan latihan soal lagi untuk dikerjakan dirumah


Aya menerima dengan senang hati sedangkan kedua rekannya Rara dan Caca menerima dengan wajah yang lesu


"Bapak percaya kepada kalian bahwa kalian pasti bisa membawa kemenangan dan membanggakan sekolah" ucapan pak Burhan membuat Rara dan Caca yang tadinya lesu menjadi semangat kembali sedangkan Aya hanya tersenyum tipis


"Kalian sekarang boleh pulang istirahat jangan sampai kecapekan" setelah mengucapkan itu pak Burhan meninggalkan mereka bertiga


Perkataan pak Burhan membuat Rara dan Caca bingung karena saat ini seharusnya mereka sedang istirahat dan jam pulang masih lama


"Gak usah heran emang biasanya juga gitu, gue saranin sampe rumah lo berdua langsung tidur soalnya ntar malem gue pastiin kita dapet latihan soal lagi"


Rara dan Caca berpandangan lalu mengikuti Aya yang sudah keluar ruangan


Dan untung saja Rara dan Caca mengikuti perkataan Aya yang menyuruh mereka langsung tidur karena tepat pukul delapan malam mereka mendapat email latihan soal lagi


...***...


Setelah melewati beberapa hari dengan latihan soal yang sangat banyak dan menguras otak akhirnya hari yang ditunggu sudah tiba


Hari ini Aya Rara dan Caca akan berangkat menuju Bandung untuk mengikuti OSN


Sedari tadi Rara dan Caca sangat gelisah mereka berdua sudah berpikiran yang tidak tidak


"Gimana kalau nanti kita kalah?"tanya Rara


"Sama gue juga mikir gitu" Caca juga ikut menyahut


"Kalian tenang aja percaya diri kita pasti menang kok"ucap Aya menenangkan


Disepanjang jalan mereka bertiga hanya berdoa mengharap yang terbaik menang atau kalah biasa dalam pertandingan


Mobil yang mereka tumpangi berhenti pada rest area karena ingin mengisi bahan bakar memanfaatkan keadaan Aya meminta izin untuk pergi ke toilet sebentar


Karena terburu buru Aya tak sengaja menabrak seseorang untung saja orang yang Aya tabrak melingkarkan tangannya di pinggang Aya jika tidak mungkin Aya sudah terjatuh


"Maaf saya gak sengaja"ucap Aya seraya menunduk orang yang ditabrak hanya berdeham lalu pergi meninggalkan Aya yang langsung berlari menuju toilet


...Bersambung...