ARRANGED MARRIED

ARRANGED MARRIED
3


Hari ini adalah hari pengumuman hasil OSN yang sudah dilaksanakan selama 3 hari lalu semua peserta yang mengikuti OSN jelas terlihat gelisah


Seperti ketiga gadis yang sudah duduk rapih dikursi yang sudah disediakan


"Deg degan gue"ucap Caca dari tadi ia tidak henti-hentinya berucap seperti itu


Rara dan Aya juga sama namun mereka lebih memilih untuk tenang


Tak terasa sudah waktunya untuk pengumuman hasil setelah ada beberapa kata sambutan dan saat ini jantung Aya Rara dan Caca seperti orang habis lari maraton


"Kita mulai dari pengumuman juara 3"ucap MC memulai


Semua orang yang ada di ruangan harap harap cemas


"Tim yang meraih juara 3 berasal dari SMA Antartika, selamat kepada SMA Antartika" Riuh tepuk tangan memenuhi ruangan saat ketiga perwakilan sekolah maju keatas podium


"Sekarang saya akan mengumumkan tim yang meraih juara 2 berasal dari SMA Garuda,selamat kepada SMA Garuda"sama halnya dengan juara 3 kini riuh tepuk tangan kembali menggema di seluruh ruangan


"Saat ini adalah pengumuman yang ditunggu tunggu dimana kita akan mengetahui sang Juara pertama" MC itu menjeda ucapannya lalu melanjutkan lagi "Saya yakin kalian semua pasti gugup kan" basa basi MC itu


"Baiklah tanpa membuang waktu saya akan umumkan juara pertama dalam OSN kali ini diraih oleh--"lagi lagi MC itu menjeda ucapannya membuat semua orang yang berada didalam ruangan itu penasaran setengah mati


"Selamat kepada SMA--"


"Lama amat dah tinggal ngomong juga"ujar Rara jengah karena lagi lagi sang MC menjeda ucapannya


"Selamat kepada SMA Highlight yang menjadi juara pertama dalam OSN kali ini"


Raut kekesalan Rara karena MC tadi menjeda ucapannya kini menjadi raut tidak percaya


"Silahkan ketiga perwakilan maju kedepan"


Karena masih syok dan tidak percaya mereka hanya diam dan akhirnya Aya duluan lah yang berdiri disusul oleh Rara dan Caca


Suara tepuk tangan dan ucapan kagum terlontar kepada mereka, bagaiman tidak SMA Highlight terkenal karena sering menjuarai OSN dari tahun ke tahun


Setelah menerima piala piagam serta mendali ketiganya berfoto bersama Pak Burhan selaku guru yang mengantar mereka


Saat sudah selesai berfoto ria mereka memutuskan untuk merayakan dengan makan bersama disebuah restoran


...***...


Raka dan para sahabatnya serta teman se-timnya kini tengah merayakan kemenangan mereka


"Kerja bagus, kalian boleh pesan apa aja yang kalian mau"ucap Raka kepada teman se-timnya


Setelah berkata begitu Raka berkumpul bersama sahabatnya ia memutuskan untuk semeja dengan para sahabatnya dibanding dengan teman se-timnya


Bukan apa apa pasti kita lebih nyaman dengan sahabat bukan? Begitu juga dengan Raka meski terlihat cuek dan acuh sebenarnya dia nyaman berada didekat para sahabatnya


"Gile tu cewek yang baru masuk cantik parah ges" mendengar ucapan Wahyu Dion dan Elang langsung memusatkan matanya kearah pintu masuk restoran sedangkan Raka hanya bermain ponsel tidak minat


"Parah sih cantik banget, apalagi yang tengah widih bodynya"ucap Dion kagum


"Sayang dia pake baju longgar coba kalau ketat mungkin lebih manteb"timpal Elang


Raka hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan sahabat nya yang tidak sopan itu


Raka bangkit dari duduknya ia berniat ke toilet sekedar untuk mencuci muka


"Mau kemane lo?"tanya Dion


Selesai dengan kepentingannya Raka keluar dan melihat seorang cewek yang merasa tidak nyaman karena ada dua orang pria yang tengah menghadangnya


"Permisi saya mau lewat" cewek itu sedikit bergetar bukan bukan karena takut tapi karena menahan emosi agar ia tidak meledak dan membuat kekacauan


Bukanya menyingkir kedua cowok itu malah memegang kedua tangan cewek itu dan menariknya secara paksa untuk mengikuti mereka berdua


"Lepasin!! Lepas Lepasin gue!!!"teriak cewek itu


Raka yang melihatnya tidak tinggal diam ia segera menendang salah satu dari kedua cowok itu hingga terjatuh


Melihat temannya terjatuh salah satu cowok yang masih memegang tangan cewek itu membalas tendangan Raka namun dengan cepat Raka menghindar tanpa membuang waktu Raka menonjok cowok yang tadi ingin menendangnya


Tak ingin membuang tenaga kedua cowok itu memilih untuk pergi


"Makasih ya" cewek itu kembali bersuara saat melihat kedua cowok tadi sudah pergi


Raka melihat kearah cewek itu baju seragam yang dikenakan nya sedikit basah hingga membuat seragamnya tembus pandang


Tanpa aba aba Raka menyampirkan jaket yang dikenakannya kepada tubuh cewek itu setelah melakukan nya Raka pergi tanpa mengatakan sepatah kata apapun


...***...


"Ayaa lo ketoilet lama amat"ucap Caca melihat Aya yang baru kembali setelah setengah jam ijin untuk ketoilet


"Sory tadi ada sedikit kendala tapi gak papa kok" mendengar ucapan Aya Caca hanya mengangguk


"Btw itu jaket siapa Ay?"tanya Rara heran sebab tadi waktu Aya pergi ia tidak memakai jaket karena tadi ia memakai hoodie namun dilepas karena merasa panas


Aya yang ditanya begitu bingung menjawab apa, tidak mungkin kan dia bilang ada cowok yang memberikan jaketnya begitu saja


"Gu-gue tadi gak sengaja liat ada bapak bapak yang jualan jaket terus liat jaket ini jadi gue beli deh, makanya tadi gue lama karena keluar dulu" Rara hanya mengangguk percaya


"Ngomong ngomong Pak Burhan mana?"tanya Aya mengalihkan topik


"Tadi keluar dulu mau nerima telfon"jelas Caca dan Aya hanya mengangguk


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun tiba, saat semua makanan sudah tertata rapi diatas meja Pak Burhan datang dan mereka langsung menyantap makanan dengan lahap


...***...


Pukul 9 malam Aya Rara Caca serta Pak Burhan baru sampai di Jakarta


Dan sekarang Aya sedang berada didalam mobil perjalanan menuju rumahnya tadi mereka diturunkan di sekolah karena harus melakukan beberapa hal


Saat sampai rumah jam sudah menunjukkan pukul 11 malam karena jalanan yang padat membuat perjalanan dari sekolah yang seharusnya memakan waktu 45 menit kini harus memakan waktu 2 jam untung saja besok adalah hari minggu jadi Aya bisa tidur sampai siang


Dirumahnya sekarang hanya ada Aya Bi Minah juga Pak Tarjo dan Kang Galih karena sudah malam mungkin Bi Minah sudah tidur tersisa dirinya Pak Tarjo selaku satpam dan Kang Galih selaku sopir yang tadi menjemputnya


Memutuskan untuk mandi dahulu sebelum tidur niat Aya tertunda kala menyadari jaket yang diberikan oleh lelaki yang sama sekali tidak dikenalnya


Aroma maskulin yang sedari tadi Aya cium membuat pikiran nya berkelana pada siang tadi saat dirinya diganggu oleh kedua cowok yang tidak dikenalnya


Bisa saja Aya menendang serta menonjok mereka tapi tadi adalah hari yang menyenangkan bagi Rara Caca dan pak Burhan jadi ia tidak ingin membuat masalah


Memutuskan untuk segera mandi tanpa memikirkan kejadian hari ini yang membuatnya cukup lelah, mungkin dengan mandi seluruh lelah nya hari ini bisa ikut hilang terbawa air yang mengalir


...Bersambung...