
Sebulan berlalu semenjak kemenangan Aya Rara dan Caca kini mereka bertiga menjadi teman dekat
Bahkan sekarang Aya lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan Rara dan Caca dibandingkan teman sekelasnya
"Gue seneng lo udah mau membuka hati temenan sama anak dari kelas lain Ya"ucap Sasha
"Mereka berdua baik sih,kayak kalian" mendengar perkataan Aya teman sekelas langsung melting
"Kita ini always jadi keluarga ya!!"
"Nanti kalau udah lulus jangan pada sombong, awas kalian semua pada sombong gue kutuk lo semua jadi semut"ucapan Delon membuat teman sekelasnya tertawa
"Serius gue ini!!" Delon ngambek karena perkataan nya dianggap sebagai candaan
"Iya iya bang Delon kita nggak akan sombong kok"akhirnya Robin mengalah karena kasian pada Delon yang selalu menjadi objek hiburan
Cakap cakap mereka harus berakhir karena ada guru yang datang ke kelas mereka
***
kring kring kring
Bel jam pulang sekolah telah berbunyi Aya yang sedang berkemas kemas mendadak menghentikan kegiatannya karena melihat seorang lelaki yang sangat sangat dikenalnya sedang berdiri didepan pintu kelasnya
Mencoba untuk mengabaikan kehadirannya Aya dengan cepat melakukan kegiatan yang tadi sempat tertunda dan langsung pergi dari kelas yang hanya ada dirinya seorang
Saat Aya melewatinya begitu saja Galang langsung memegang tangan Aya untuk menghentikan langkahnya
"Mau apa?"tanya Aya to the point
"Gue-"belum sempat Galang berbicara suara telpon dari hp Aya membuat mereka diam sejenak dan Aya langsung mengangkat telpon itu
"Halo, kenapa Ma?"
"Aya kamu kapan pulang sayang?"
"Ini Aya baru mau pulang Ma, mama kenapa nelpon?"
"Engga apa-apa sayang cuman mau ngasih tau kamu jangan kemana langsung pulang"
"Iya Aya pulang sekarang Ma"
Setelah telpon terputus Aya langsung pergi meninggalkan Galang begitu saja, Galang yang ditinggal begitu saja menatap punggung Aya yang menjauh dengan tatapan sulit diartikan
"Galang kamu ngapain disini? aku tunggu kamu diparkiran tau"
Galang tersenyum saat melihat Sherina yang tengah mencebikkan bibirnya
"Nggak usah sok imut gitu"ujar Galang dan mengusap rambut Sherina
"Ish berantakan tau"
Galang pun tertawa melihat tingkah menggemaskan Sherina
...***...
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, Aya kamu akhirnya pulang juga"
"Maaf Ma tadi ada urusan sebentar, lagian kenapa si Ma tumben banget nanya nanya pulang kapan?"
"Nanti malem kita ada acara jadi kamu harus dandan yang cantik, itu dikamar kamu ada gaun cobain dulu ya"
"Huft oke deh"
"JANGAN LUPA NTAR MALEM DANDAN YANG CANTIK"teriak Mama Aya karena sang anak telah naik ke lantai atas
Malam pun tiba Aya sudah siap dengan gaun berwarna peach ia terlihat sangat cocok mengenakan nya tak lupa dengan make up yang natural membuat Aya terlihat 3× lebih cantik
Saat turun kebawah Mama dan Papanya terpesona dengan kecantikan Aya
"Kamu cantik banget sayang"puji sang Mama
"Kamu mirip Mama kamu pas jaman muda dulu" mendengar pujian papanya bukan Aya yang salting tapi malah mama nya
"Papa apaan sih"
"Papa nggak bohong kok, mama kan dari dulu tetep cantik"
Aya berdeham "kita jadi pergi nggak nih?"
"Jadi lah sayang ayo kita berangkat"
Diperjalanan Aya merasakan jantungnya berdebar entah mengapa
"Pa Ma kita sebenarnya mau kemana?"
"Kita mau dinner sayang"
Aya hanya mengangguk sebagai jawaban
Tibalah Aya dan orangtuanya disebuah restoran yang sangat mewah
"Pa Ma harus banget ya kita dinner disini?" walaupun lahir dari keluarga yang sangat kaya tapi Aya lebih suka makan makanan pinggir jalan atau tidak sekedar restoran biasa
"Iya sayang kan kita mau dinner bareng teman lama Papa kamu"
Aya hanya pasrah dan mengikuti orang tuanya yang sudah berjalan duluan
Saat sudah didalam mereka dipersilahkan masuk disalah satu ruangan VIP
Didalam sudah sepasang suami istri yang umurnya tak jauh berbeda dari orangtua Aya
"Apa kabar kamu Arka makin ganteng aja"sapa papa Aya
"Hahaha kamu bisa Van"
"Maaf kita telat Gin"
"Kita juga baru sampai kok"
Aya hanya diam saja melihat orang tuanya yang sedang beramah tamah dengan teman lamanya
Sadar akan kehadiran Aya Gina langsung berdiri dan menghampiri Aya
"Kamu Aya kan? cantik banget kaya Tata pas muda dulu" Aya hanya tersenyum mendengar pujian itu
"Ayo sayang duduk sini"
Aya duduk di sebelah kiri mama nya dan di sebelah kanan Aya kursi kosong entah ada pemiliknya atau memang kursinya kelebihan
Nevan,Tata,Arka dan Gina sedang bercerita tentang masa lalu mereka Aya yang tidak mengerti apa apa hanya diam sedari tadi ia akan berbicara jika ditanya sesuatu
Bosan Aya memilih untuk keluar
"Mau kemana sayang?"
"Aya mau kekamar mandi sebentar Ma"
Tata hanya mengangguk
"Akhirnya kamu datang juga Raka"ujar Arka
"Maaf saya telat"jawab Raka namun pandangan matanya bukan kearah papanya melainkan kearah Aya
"Maaf saya mau lewat"ucap Aya karena Raka masih berdiri didepan pintu
Mendengar perkataan Aya Raka langsung bergeser memberikan Aya jalan
Sepeninggalan Aya kini Raka sedang di interogasi seperti Aya tadi
Tak lama Aya pun datang dan acara yang sesungguhnya dimulai
"Jadi kita dinner hari ini ingin memberitahu bahwa kalian berdua akan kami jodoh kan"ucap Arka
"Di jo-jodohin?"Aya kaget setengah mati
Raka sama kagetnya dengan Aya tapi tidak seperti Aya yang tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya Raka bisa menyembunyikan rasa itu
"Iya sayang kita sudah memutuskan untuk menjodohkan kalian berdua. Mama harap kamu tidak menolaknya karena memang kalian tidak bisa menolak"
"Tapi Ma Aya masih belum genap 17 tahun gimana Aya bisa menikah?"
"Kita akan melaksanakan pernikahan kalian 1 bulan setelah Aya ulang tahun"
Aya berfikir "itu berarti 3 bulan lagi"batin Aya
"Raka kamu diam saja apakah kamu setuju?"tanya Gina
"Seperti yang Tante Tata bilang kita berdua bahkan tidak bisa menolak bukan?"
Arka tersenyum "ya benar kalian tidak bisa menolak"
tok tok
"Permisi ini makanannya"
Setelah makanan tersusun diatas meja mereka berenam makan sembari Nevan Tata Gina dan Arka membahas masa lalu lagi sedangkan Aya dan Raka hanya terdiam tenggelam dengan pikiran masing-masing
...***...
Keesokan harinya Aya bersekolah seperti biasa
"Terimakasih ya mang Galih"
"Sama sama non Aya"
Aya memasuki gerbang sekolah saat melewati parkiran moodnya langsung buruk karena melihat sang mantan pacar bermesraan dengan cewek yang notabenenya sahabat dari sang mantan
Mengabaikan mereka berdua Aya terus berjalan kearah kelas
"Pagi Aya"sapa Robin
"Pagi"
"Dih ngape lo? pagi pagi udah suram aja auranya"
"Kepo"
"Oh gue tau pasti gara gara yang diparkiran kan? move on dong beb"
Aya mendelik "sok tau"
Karena jengah Aya meninggalkan Robin sendiri dikoridor sekolah
"Yaya tungguin gue dong"
...***...
Seharian ini Aya sama sekali tidak ada fokus untuk belajar pikiran nya penuh hingga ingin meledak rasanya
Pertama tiba tiba ia dijodohkan sama laki laki yang tidak dikenalnya sama sekali
Kedua moodnya pagi tadi rusak karena melihat Galang dan Sherina bermesraan
Ketiga ia baru dapat kabar karena mang Galih tidak bisa menjemput nya karena harus mengantar sang papa ke bandara
"Apes banget gue hari ini"batin Aya
Dan bel pulang yang sedari tadi ditunggu oleh Aya akhirnya berbunyi
Aya dengan cepat memasukkan semua buku dan alat tulis kedalam tasnya. saat ingin keluar kelas Bu Tuti selaku guru yang mengajar dikelas Aya meminta tolong padanya untuk membantu membawa kan buku
"Terimakasih ya Aya"
"Sama sama Bu, kalau gitu Aya pulang dulu. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Saat Aya melintasi lapangan sekolah untuk kearah pintu gerbang disana banyak sekali murid terutama para siswi entah mereka sedang apa hanya berdiri didepan pintu gerbang bukannya pulang
Merasa penasaran Aya bertanya kepada salah satu siswi "ada apaan sih kok rame banget?"
"Eh Aya itu diluar ada cogan dari sma Dirgantara"
Aya mengernyitkan dahinya "kayaknya ada sesuatu yang tidak beres nih"batin Aya
Ponsel nya berdering menandakan telpon masuk yang ternyata dari mamanya
"Aya kamu belum pulang kan?"
"Belum Ma ini Aya masih disekolah"
"Oh syukur deh soalnya Raka Mama mintain tolong buat jemput kamu"
Aya langsung membelakkan matanya "jangan jangan cogan dari Sma Dirgantara itu Raka?!"batin Aya
"Ma Raka itu sekolah di SMA Dirgantara ya?"
"Iya, kamu cepet kepintu gerbang kayaknya Raka udah nunggu"
"Iya Ma Aya tutup ya"
Telpon terputus Aya berjalan melewati kerumunan para siswi yang memenuhi jalan
Setelah berhasil keluar gerbang ternyata benar bahwa cogan itu adalah Raka Alevan Dirgantara tunangan dari Raqueenza Ayana Lardika
Aya berjalan mendekati Raka
"Sorry lo udah nunggu lama ya?"
Raka yang diajak berbicara langsung menatap Aya
"Lumayan, ayo naik"
Kerumunan yang melihat Aya naik keatas motor Raka langsung mendesah kecewa
Dan didalam hati Aya yakin bahwa besok gosip tentangnya dan Raka akan jadi trending topik di majalah sekolah besok
...Bersambung...