What Love Is..

What Love Is..
So Surprised..


Rein begitu bimbang memikirkan kata-kata dari Gilang. Ia sebenarnya enggan untuk pergi kekantor ayahnya seperti biasa agar bisa pulang bersama. Tapi beruntungnya semua anggota tentara baru dikirimkan untuk latihan lapangan di pusat pendidikan lain. Sehingga Rein merasa lega dan tak takut kalau ia harus bertemu Gilang. Rein sebenarnya hanya merasa bingung, ia berfikir bagaimana caranya untuk menjelaskan pada Gilang bahwa apa yang ia katakan saat itu hanyalah gurauan semata, tapi ia juga tak ingin Gilang menjadi marah atau merasa kecewa padanya.


Sepulang sekolah sebelum menuju kantor ayahnya Rein jajan bersama teman-temannya didepan sekolah. Ketika sedang asyik memperhatikan makanan yang akan ia beli, tiba-tiba pundaknya ditepuk, seketika Rein menoleh dan melihat Gilang berdiri tepat dibelakangnya dengan seragam loreng yang masih lengkap dan kulitnya yang agak berminyak seperti habis berkeringat. Teman-temannya berdecak kagum memandang Gilang. Ya memang rata-rata para gadis mengidolakan para TNI, entah Karena tubuh mereka yang atletis mereka jadi terlihat gagah dimata para gadis, atau mungkin mereka merasa terlindungi seandainya memiliki pacar anggota TNI. Lagipula memang Gilang lumayan tampan, kulitnya sawo matang karena sering berlatih dibawah terik matahari, tingginya 175cm, walau badannya sedang dan tidak terlalu atletis tapi ia tetap terlihat gagah dibalik seragamnya.


" Hai dek.. Apa kabar kamu?? Udah pulang sekolahnya??" sapa Gilang.


Rein tak bisa menyembunyikan rasa canggungnya saat melihat Gilang. Apalagi memang ia sebenarnya sedang berusaha menghindari Gilang sampai benar-benar siap menjelaskan bahwa ia waktu itu hanya bercanda.


"ish.. Kok malah kaya yang kaget gitu sih?? Ga kangen ya seminggu ini ngga ketemu?? Padahal Abang langsung kesini loh setelah pulang latihan ... "lanjut Gilang.


Sontak teman-teman Rein langsung menatap Rein dan memicingkan mata mereka tak percaya bahwa Rein memiliki kekasih tapi tak memberitahu mereka.


" eh bentar yaa.. Bentar.... " Rein langsung permisi pada teman-temannya dan menarik lengan Gilang menjauh dari mereka.


" Abang ngapain disini?? " tanya Rein.


" Laah.. Ya nemuin cewek abang masa ga boleh?? " jawab Gilang.


" Abang jangan Bercanda deh... " lanjut Rein.


" Nggak bercanda kok... Lagian abang udah pindah kost-an juga.. Sekarang kost-an Abang disini dibelakang sekolah kamu. Jadi deket kan?? Jadi kalau kamu pulang hari Sabtu kan Ayah libur, Abang deh nanti yang antar kamu pulang. Sekarang yuk mau bareng nggak ke kantor Ayah?? Nanti minta ijin Ayah pulangnya biar Abang yang antar ya?? "


Jelas Rein benar-benar kaget mendengar kata-kata Gilang. Disisi lain ia merasa tak enak karena Gilang benar-benar serius dengan ucapannya.


" aku.... Aku... " Rein terbata-bata tak tau apa yang harus ia katakan.


" yaudah deh... Gih jajan dulu abang tunggu dimotor yaa?? " kata Gilang sambil menunjuk ke arah motor ninja yang terpakir didepan pagar sekolahnya.


" Jahat lu Rein, mentang-mentang punya pacar ganteng gak mau cerita sama kita-kita.. " kata Tantri.


Di SMA, Rein terpisah dari sahabat-sahabatnya saat masa putih biru dulu. Mereka masing-masing bersekolah ditempat yang berbeda. Kini Rein memiliki sahabat masa putih abu nya yang baru, Tantri, Yara, Mey, Sania dan Chika. Tantri adalah teman sebangku Rein dan dia lebih dekat dengannya dibanding sahabatnya yang lain.


" jangan-jangan takut diembat ya Rein??.. Hihi" sindir Chika.


"ihhh.. Masih ada stok ngga sih?? Mau dong yang gagah gitu.. " Rayu Sania.


" Please deh San, Pacar Lo udah empat masih mau nambah aja. Kasian yang jomblo dong" Mey langsung menimpali sambil menatap Yara.


"huss.. Sorry yaa.. Gue kagak jomblo. Pacar gue kan jauh, gue seleranya bule. Kagak doyan lokal. " jawab Yara.


" hih... Hobi Lo pacaran virtual. Ketemu kagak, Pacar Facebook doang buat modal sok-sok an!! " Sindir Tantri.


" ihh udah deh... Gue duluan yaa.. Mau langsung ke kantor bokap nih " kata Rein pamit.


" dihh.. Dijemput cowok tapi masih aja ke kantor bokap. " sindir Sania.


Rein hanya mengerlingkan matanya pada teman-temannya dan berjalan mundur sambil melambaikan tangannya pada mereka lalu berbalik menuju Gilang yang sudah menunggu diatas motornya.


" Jangan lupa cerita loh besok.. !! " jerit teman-temannya.


Rein tak menjawab mereka, hanya melambaikan tangannya ke arah belakang sambil tak menatap mereka.