
Kulangkahkan kakiku berjalan disamping laki2 yang baru kukenal. Kubuat senyumku terlihat asli untuk menutupi kegugupanku.
Didalam rumah yang bagiku sangat besar terlihat sangat sunyi sampai akhirnya aku mendengar langkah kaki dari arah tangga rumah ini. Aku mencoba menoleh untuk melihat siapa yang membuat suara langkah itu.
Terlihat wanita yang tidak terlalu tua dengan gaya yang sangat elegan didamping laki2 dapat kupastikan itu adalah suaminya dengan tampilan yang tidak kalah elegen dari perempuan itu.
"Arya akhirnya kamu datang juga kerumah ini nak. Suara yang begitu lembut. tanpa kusadari aku tersenyum melihat keluarga yang terlihat bahagia ini.
" Ma, arya baru bisa datang kesini karna akhir2 ini terlalu banyak pekerjaan di kantor." Aku memandang laki2 yang disampingku ini masih dengan wajah yang tanpa ekspresi meskipun berbicara dengan orang tuanya.
"Ya ya ibu tau kau laki2 paling sibuk didunia ini, Dan siapa perempuan ini nak?" Akhirnya pertanyaan itu keluar juga aku berusaha sebisa mungkin agar tidak terlihat gugup.
"Dia pacar arya ma, namanya Julia" Setelah diperkenalkan aku dengan sopan meraih tangan ibu dari pak arya. Tapi yang kutakutkan terjadi tanganku ditepis dengan kasar.
"Arya bukannya ibu sudah memberitahumu kalau ibu akan menjodohkanmu dengan anak sahabat ayah kamu. Kenapa kamu membawa perempuan tidak jelas kerumah ini. Dan kamu sebut dia pacar kamu? Hah ibu bisa pastikan perempuan ini tidak sepadan dengan kita.
Yah kata2 yang keluar dari ibu pak arya seperti pisau yang secara tiba2 menancap di dadaku rasanya sangat sesak tapi aku juga tidak bisa membela diri karna memang pada kenyataannya aku memang tdk sepadan dengan mereka.
" Sudahlah mah buat apa masih membandingkan status seperti itu. Ayo nak duduk dulu dan kenalkan saya papanya Arya. Kamu tidak usah pedulikan perkataan istri saya. Arya ajak dia untuk duduk dan tunggu bibi smenyiapkan makanan kita makan dulu jarang2 kita berkumpul seperti ini.
Belum sempat aku melangkahkan kaki ku, Nyonya Arin sudah mulai berbicara yang membuatku hampir menitikan air mata.
"Aku tidak pernah menerima orang luar untuk makan bersama keluargaku.
Ucapannya begitu tajam, ingin sekali aku membela diriku sendiri tapi aku tidak mau merusak kontrak yang sudah ku tanda tangani.
" Ibu, berhenti bersikap arogan didepan pacar arya. Atau kami akan pergi dari rumah ini dan batalkan saja pertemuan keluarga kita kali ini.
" Nyonya, Saya memang tidak sepadan dengan keluarga anda tapi saya tidak serendah yang nyonya pikirkan.
Kuberanikan diriku untuk bicara. rasanya aku sudah tidak bisa menahan setiap kata2 dari nyonya Arin.
"Maaf pak Arya sepertinya tempat saya bukan disini. mungkin lebih baik kalau saya pergi saja.
Aku hendak melangkahkan kakiku rasanya ingin pergi sesegera mungkin dari rumah ini. Tapi siapa yang tau tanganku tiba2 di tahan oleh Arya. Aku menatapnya dengan pandangan seolah bertnya kenapa dia menahanku?
" Kalau Ibu tidak bisa menerima perempuan pilihan Arya , Itu terserah dari ibu tapi apa yang aku pilih tidak akan pernah aku sesali sekalipun dia bukan dari kalangan kita.
Ah Dan iya berhenti menjodohkanku. Arya tidak akan pernah terima itu dan jangan lewati batasan ibu.
"Arya kamu berani melawan ibu demi perempuan seperti dia?
Kuperhatikan suasana dalam keluarga ini semakin tidak terkendali, Tuan yang sudah duduk pun hanya bisa menggeleng kepala dengan pertengkaran Ibu dan anak ini.
" Ini bukan hanya soal perkataan, Tapi ini peringatan untuk ibu.
Aku hanya bisa diam melihat sosok pak Arya yang terkenal dengan sifatnya yang dingin. Tapi aku tidak menyangka kepada keluarganyapun dia seperti tidak tersentuh.
Sepertinya aku mengambil keputusan yang salah...
##Next episode