STRONG GIRL'S

STRONG GIRL'S
Episode 2


Seorang laki2 tampan dengan setelan jasnya yang berbalut rapi dengan tubuh tinggi dan proposional berjalan dengan angkuh memasuki rumah yang megah.


Yah, Arka davindra seorang pewaris tunggal dari perusahaan ternama se Asia Davin Tech Company. Laki2 yang tidak tersentuh oleh siapapun karna sikap dingin dan ketidakpeduliannya dengan orang2 di sekitarnya kecuali dengan orang tuanya baru dia akan peduli.


Ratih : Sayang, kau sudah pulang? ( Ratih adalah ibu dari Arka, perempuan paruh bayah yang penuh dengan kasih sayang kepada keluarganya )


Arka : Ya ibu ( Meskipun Arka sangat menyayangi ibunya tetapi sikap dinginnya itu seperti sudah tidak bisa dicairkan oleh siapapun termasuk ibunya sendiri )


Ratih : Hm sayang ayo makan dulu, ibu sudah sudah memasak makanan kesukaanmu.


Tanpa menjawab ajakan ibunya Arka berjalan menuju meja makan, ibunya yang melihat itu hanya bisa geleng2 kepala dengan sikap anaknya. Entah dari mana sikap dinginnya itu karna Ayahnya sendiri adalah org yang sangat ramah.


Arka : Ayah dimana bu?


Ratih : Ah ayahmu ada di kamar, tunggu disini ibu akan panggilkan. ( Ratih menaiki tangga untuk memanggil suaminya, tidak berapa lama Dia kembali dengan seorang laki2 yang sudah tidak muda tapi tetap terlihat berwibawa, Yah dia adalah Indra ayah dari seorang Arka Davindra )


Indra : Anak kurang ajar, apakah pekerjaanmu lebih penting dari pada keluargamu ini ( Indra sangat marah karna arka hanya akan pulang kerumah mereka sekali dalam sebulan )


Arka : Aku sibuk.


Ratih : Sayang, sebaiknya kamu mencari istri secepatnya, umurmu itu sudah pas untuk kamu mempunyai istri. Ibu juga mau melihat cucuku.


Indra : Iya secepatnya bawalah pasanganmu kerumah kami ingin mengenalnya.


Arka : Hah, aku tidak punya waktu untuk urusan itu.


Ratih : Ibu tidak mau tau, bawa kermh calon istrimu atau ibu jodohkan kamu dengan anak sahabat ayahmu.


( Aku hanya diam tanpa menanggapi perkataan orang tuaku yang entah sudah berapa kali mereka memaksaku seperti itu, setelah selesai makan malam Aku langsung kekamarku untuk mandi. Selesai mandi aku berfikir untuk menghubngi asitenku )


Arka : Halo doni carikan aku wanita yang bisa diajak kerjasama dan carikan yang sesuai seleraku.


DITEMPAT LAIN___


Keesokan harinya Juli sudah kembali ke kota dia bermaksud untuk tidak masuk kerja hari ini karna masih sangat pusing dengan masalah keluarganya. Seharian hanya dia habiskan dikamarnya, Tanpa terasa sudah jam 10 malam.


Aku menatap diriku di depan cermin, meskipun aku terlahir di keluarga yang sederhana tapi wajah dan tubuhku sangatlah menawan, itu fakta karna orang2lah yang sering memujiku dan kebanyakan dari laki2 hidung belang.


Juli : Huh, semoga saja aku tidak salah pilih dalam hal ini, meskipun aku harus hancur tapi aku pastikan akan kubalaskan dendamku dan hanya kebahagiaan yang akan ibuku dpatkan.


( Aku lalu berangkat ke tempat kerja clara menemuinya sesuai dengan perjanjian kami, Aku menatap tempat itu dari luar besar dan megah orang yang keluar masuk ditempat itu kupastikan adalah orang2 kaya raya. Kulangkahkan kakiku tanpa ragu didalam aku mengedarkan pandanganku ke mana2 untk mencari clara, ditempat tidak terlalu terang disudut ruangan itu aku menemukan wanita yang sedang bermesraan dengan laki2 yah dia clara. Kuputuskan langsung menemuinya )


Clara : Hai jul, lo baru dateng?


Juli : Iya, jd kerjaan apa yg bisa kudptkan disini?


Clara : Lo yakin mau kerja disini? Lo udah mkirin semuanya?


Juli : Iya aku udh ga bisa mundur krn aku jga lagi butuh.


Clara : Yaudah gue antr lo ketemu sm bos, sini ikut gue.


( Sebelum prg clara berpamitan dgn laki2 yang dia temani, bahkan hanya berpamitanpun harus semesra itu )


Aku yang dr tadi mengikuti clara kini sudah duduk didepan wanita yang berdandan menor dan pakaian yang terbuka. Aku merasa tidak nyaman ditatap terus2an olehnya. Tidak berbicara apapun denganku hanya memberi kode kepada clara yang diangguki. Clara langsung menarik tanganku prg dr ruangan itu menuju sebuah kamar yang mewah tidak ada siapapun didalam kamar itu. Clara hanya menyuruhku diam dan menunggu seseorang, aku hanya menurutinya. aku diam di tepi ranjang dengan fikiranku yang hanya ada masalahku, masalah keluargaku yang terkadang membuatku tertekan. hampir 1 jam aku menunggu kudengar suara langkah kaki dan pintu yang langsung terbuka lebar. kulihat 2 laki2 yang sangat asing bagiku mendekat dan duduk di sofa samping tempat tidur


Aku yang melihat itu hanya diam kaku ...


#Nexxtttt...