
Juli gadis kecil yang berusia 12 tahun, yang kesehariannya hanya bermain dan bersekolah seperti anak normal yang lainnya. tanpa tau hari2 berikutnya yang akan ia jalani akan semakin berat.
Disaat dia naik ke kelas 6 SD, setelah pulang dari sekolahnya juli melihat ibunya yang duduk di kursi ruang tamu mereka dengan wajah yang sedih dan kecewa.
Juli : Ibu kenapa?
Mendengar suara anaknya ibunya langsung melihat kearah anaknya yang berdiri kebingungan dan menghapus air matanya.
Ria : Kemarilah nak ( dengan suara yang lemah tangannya menggapai anaknya untuk duduk di sampingnya )
Juli mulai sekarang ibu dan kamu harus terbiasa hidup berdua, karna ayahmu sudah pergi. ( ucap ibunya sambil kembali menitikan air mata )
Juli : Kenapa? Ayahku kemana bu? ( Juli bertanya dengan wajah yang kebingungan, Dia masih terlalu muda untuk mengerti dengan situasi ini ?
Ria : Ayahmu pergi meninggalkan kita nak, jadi mulai sekarang kamu harus terbiasa tanpa kehadirannya ( Kata2 itu keluar dari mulut ibunya karna tidak ada alasan lain untuk tidak memberitahu anaknya mulai dari sekarang ) Nah sekarang ganti seragam mu dan makanlah ibu akan siapkan makanan kesukaanmu ( ucapnya lagi sambil tersenyum, Dia tidak mau memperlihatkan kesedihannya didepan anak semata wayangnya )
Juli : Iya bu ( Juli pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian, Dia tidak terlihat sedih karna memang dia belum mengerti maksud sebenarnya dari kepergian ayahnya yang akan mengubah hidupnya mulai dari sekarang ?
Hari2 dijalani juli seorang gadis kecil seperti biasanya bermain bersama teman2nya, Sesekali dia pergi membantu ibunya untuk berjualan didepan rumah mereka. Juli sudah tidak pernah menanyakan tentang ayahnya.
Sampai tibalah saatnya waktu ujian kelulusannya, dihari pertama ujiannya Juli melihat teman2nya yang diantar oleh ayahnya sedangkan dia hanya di sewakan tukang ojek untuk mengantar jemput Juli disaat ujian. Juli merasa iri dengan teman2nya dan seringanya ia di ejek oleh temannya yang lain karna tidak pernah di antat oleh ayahnya.
Ria : Juli, kamu kenapa nak ? ( tanya ibunya khawatir (
Juli : Ibu semua teman2ku mengejek ku karna cm aku yang tdk diantar oleh ayah ke sekolah. ( Tangisnya tambah menjadi2 mengingat perkataan teman2nya )
Ria : Sayang bersabarlah nak, lupakan saja semua perkataan teman2mu, bukankah kamu masih punya ibu ? ( Ria berusaha membujuk anaknya agar berhenti menangis )
Juli : Hm, baiklah bu ( Juli masuk kekamarnya setelah berbicara dengan ibunya )
Ibunya yang melihat kondisi anaknya aungguh hatinya sangat terluka, mengingat anaknya yang selalu ceria dan hari ini juli terlihat sangat tersiksa dengan kondisi kehidupan mereka yang sekarang, Hari2nya pun dia lalui meskipun berat bahkan setelah kelulusannya di SMA membuat Juli tambah terluka dengan perkataan teman serta tetangganya yang selalu menyudutkan kehidupannya dengan ibunya.
Setelah lulus SMA juli tidak melanjutkan kuliahnya meskipun ia sangat ingin tetapi dia sadar dengan kondisinya yang sekarang itu tidak mungkin, ditambah lagi ia tidak mau menyusahkan ibunya lagi, akhirnya ia memutuskan untuk bekerja dan membantu keungan mereka.
Juli sekarang bekerja di sebuah toko perlengkapan bayi yang gajinya tidak seberapa tapi tetap bisa membantu kehidupannya. Dia memilih menetap di kota dan tinggal di kos yang terbilang sederhana tapi itu cukup untuknya.
Sedangkan ibunya tetap tinggal di desa dan tetap menjalankan usaha kecil2annya.
Next》》》》》》