
Setelah sampai di ruang tamu vanie langsung menuju kekamar nya karena merasa kelelahan dan langsung tertidur.
Sementara denis mulai kembali bekerja di ruang tamu dia sengaja tidak kekantor selama beberapa hari ini karena memantau keadaan vanie yg sebentar lagi hendak bersalin.
Setelah selesai membereskan pekerjaan kantornya denis pun istirahat sejenak sambil merenggangkan otot otot nya.
Denis merasa sangat lapar dan dia baru menyadari jika dia belum makan siang sepulang dari rumah sakit begitu juga dengan
vanie.
Denis pun memanggil vanie ke kamarnya dan ternyata pintu nya tidak dikunci,dia melihat vanie tertidur dengan sangat pulas sampai dia tidak tega untuk membangunkan nya.
Denis kembali turun kebawah dan pergi kedalur untuk mencari makanan tapi dia tidak menemukan nya,dia pun menghubungi sekretaris nya untuk mengantarkan makanan ke apartement vanie dan membawa buah dan sayuran segar untuk vanie konsumsi.
Selang beberapa menit sekretarisnya denis mengantarkan makanan vanie terbangun dari tidur nya dia merasa sangata lapar.
Vanie memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena jam sudah menunjukkan pukul 16:30.
Saat vanie turun kebawah dia melihat denis dan sekretaris nya sedang membahas hal penting tapi vanie tidak mau tau tentang pembicaraan mereka dia melanjutkan langkahnya menuju dapur dan melihat makanan yang begitu banyak terletak dimeja makan.
Denis menyadari kalau vanie berada di dapur,dia pun menyusulnya kedapur.
'Apa kau suka makanan nya?
tanya denis
'ya tentu makanannya ini sangat lezat aku sangat menyukaiya.
'kalau begitu aku akan membelikan makanan seperti ini untuk mu setiap hari.
'benarkah ucap vanie sambil tersenyum
'iya tentu ayo kita makan
Denis dan sekretarisnya langsung berangkat kekantor dan meninggal kan vanie ssemdiria di meja makan.
Vanie merasa heran mengapa mereka terburu buru hendak pergi tapi dia tidak mau memikirkan nya,karena yang ada dalam pikiran nya saat ini adalah kesehatan bayinya yang sebentar lagi akan lahir meskipun tanpa ayah nya yaitu louis.
Vanie kembali kekamar dan duduk di balkon kamar sambil menangis terseduh seduh,dia meratapi hidup nya yang berakhir seperti ini.
Sebelum nya vanie merasa bahwa hidupnya akan berakhir dengan kebahagian bersama denganmemili dan anak mereka,menua bersama nya dan merekiki cucu yang banyak.
Tapi semua itu tinggal kenangan yang disimpan vanie di dalam hatinya.
Vanie merasa kepalanya sangat berat dia merasa sepertinya pandangan nya mulai kabur dia berusaha untuk sadar dan meraih ponsel nya untuk menghubungi denis.
Vanie berulangkali menghubungi denis tapi denis tidak menjawab telehpone nya karena sedang bersama louis membahas kontrak kerja sama mereka.
Vanie tidak dapat menahan mata nya lagi untuk tetap sadar dan akhirnya dia terjatuh di pinggir meja rias dan tidak sadarkan diri.
Sementara denis masih sibuk bersama louis begitu juga sekretarisnya mereka berdua tidak menjawab panggilan dari vanie.
Setelah selesai membahas kerja sama dengan louis,denis memeriksa ponselnya dia melihat banyak panggilan tak terjawab dari vanie.
Denis langsung bergegas jembali apartement dan menyerahkan tugas nya di kantor kepada sekretarisnya.Dia menyetir dengan kecepatan lenuh karena merasa sangat kuatir dengan vanie.
Begitu sampai di apartement nya vanie lpuis langsumg membuka pintu dan benar saja dia mendapati vanie dalam keadaan tidak sadarkan diri terbaring di lantai.
Denis langsung membopong vanie dan membawanya ke rumah sakit,sesampainya di sana dokter yg biasa memeriksa vanie langsung keruangan vanie dan mulai memeriksa keadaan nya.
Setelah selesai memeriksa keadaan vanie dokter pun menjelaskan bahwa seorang ibu hamil tidak boleh bersedih secara berlebihan itu akan mempengaruhi hormon nya dan keadaan bayi yg didalam kandungan nya.
Mendengar itu denis merasa bersalah karena meninggalkan vanie di meja makan dan pergi terburu buru sampai lupa memberitaukan vanie apa yg terjadi.
Denis menemani vanie di ruangan itu dan menunggui vanie bangun.