
Sesampainya di bandara, Hanna langsung mengambil kopernya lalu mendorongnya sedangkan bibi membawakan tas Hanna yang berisi buku diary Hanni.
Bagi Hanna ini adalah untuk pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di terminal keberangkatan bandara.
Sepanjang berjalan Hanna sibuk menenangkan dirinya sendiri.
Tenang Hanna tenang gumam Hanna
Disaat Hanna sibuk menenangkan dirinya ada telpon masuk dari Alice dan dia segera menghentikan langkahnya.
"Tunggu dulu bi" ucap Hanna menghentikan langkahnya begitu juga dengan bibi yang disuruh berhenti.
"Kenapa non? apa barang non ketinggalan atau apa gitu yang bibi gak tau"tanya bibi.
"Ini ada telpon dari Alice, Hanna mau angkat dulu teleponnya bi" ucap Hanna.
"Kirain apaan ternyata cuma telpon "
"Siapa tau kan penting bi "
"Yaudah non angkat dulu aja telpon, bibi tunggu disini aja sampai non selesai nelpon" jawab bibi sembari duduk.
"Aku angkat telpon dulu yah bi " ucap Hanna lalu pergi meninggalkan bibi yang sudah duduk di kursi.
Setelah menemukan tempat yang bagus untuk mengangkat telpon Hanna langsung mengangkat panggilan VC Alice.
"Udah dimana?" tanya Alice .
"Eh Alice, gue udah di airport ni deg-degan banget!" jawab Hanna.
"Maaf yah gue gak bisa nganterin, Lo berangkatnya pake pesawat malem sih"
"Sengaja biar nanti di pesawat gue bisa langsung tidur " jawab Hanna.
"Hati-hati disana, lo sekalinya pergi jauh langsung ke Korea yah" ucap Alice.
"Iya dong, Lo mau oleh-oleh apa?, skincare, makeup atau baju"tanya Hanna.
"Oppa-oppa ganteng yah" jawab Alice.
"Siap nanti gue karungin deh"
"Kalau ada apa-apa jangan ragu untuk hubungi gue, Hanni udah masuk ke list 'sister from different mother' buat gue dan karena lo sama Hanni itu sepaket otomatis lo juga masuk list itu"
"Gue tau kok, thanks yah" ujar Hanna.
"Take care, Hanna" Jawa Alice lalu mematikan sambungan telpon darinya.
Aku merasa lebih tenang setelah mengobrol dengan Alice, lalu aku segera menghampiri bibi yang sudah menunggu Hanna dari tadi.
"Non udah selesai neleponnya"tanya bibi.
"Udah kok bi" jawab Hanna sambil duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Hanna rasa sebaiknya bibi pulang aja deh, ini kan udah malam takutnya nanti kalau bibi tungguin Hanna malah bibi gak dapat kendaraan lagi apalagi kan kalau udah malam itu banyak terjadi sesuatu yang gak diinginkan, Hanna gak mau terjadi sesuatu apapun pada bibi"
"Tapi non, kalau bibi pergi itu artinya gak ada dong yang nemenin non"
"Gak papa kok bi, lebih baik sekarang bibi itu pikiran keselamatan bibi, Hanna gak mau liat bibi kenapa-kenapa bibi mau kan dengerin Hanna, kali ini aja bi" ucap Hanna dengan muka memelas.
"Baiklah bibi akan pergi, tapi non harus kabarin bibi kalau non udah sampai"ucap bibi sambil memeluk Hanna.
"Iya bi Hanna akan kabarin bibi begitu aku sampai di sana, Hanna nitip mama ke bibi tolong bibi jaga pola makan mama jangan biarin mama terlalu sibuk sampai lupa makan, Hanna gak mau liat mama sakit"
"Nyonya sangat beruntung non punya anak kayak non Hanna perhatian"
"Bibi juga harus jaga kesehatan supaya bibi bisa ngurus mama"
"Iya non, bibi pergi dulu yah" sembari tersenyum lalu pergi meninggalkan Hanna
Bibi sudah meninggal Hanna, usai kepergian bibi Hanna beralih pada kursi untuk para tamu yang sudah disiapkan, ia duduk dikursi itu pikiran sangat tidak tenang karena dia merasa takut untuk naik pesawat.
Hanna berusaha menenangkan pikirannya namun ada keributan dari tempat dia duduk sekarang yang membuat pikirannya kembali kacau.
"Kyaaa!itu dia datang" ucap fans 1.
"Ayo siapin kameranya "ucap fans 2.
Ada apa sih? kok mendadak ribut
ucap Hanna dalam hati.
Segerombolan remaja di sampingku datang menghampiri seorang lelaki yang baru datang.
"Kak minta foto dong!"ucap fans 3.
"Kakak makan apa sih kok ganteng banget" ucap fans 3 lagi.
Oh ada artis. gumam Hanna
Aku berusaha tak acuh namun kerumunan itu semakin riuh, Lelaki itu sibuk berfoto dengan penggemarnya tepat di samping tempat yang aku duduki.
Astaga gak ada tempat lain apa? ucap Hanna dalam hati sambil terus marah-marah, karena disaat seperti ini dia butuh ketenangan bukan keberisikan.
Hanna bermaksud mengambil earphone yang dia simpan didalam kopernya.
"Mana koper gue??"tanya Hanna sambil terus mencari keberadaan kopernya.
Aku terlalu sibuk memperhatikan kerumunan itu, sampai tidak sadar koperku tergeser beberapa meter dari tempat dudukku.
"Ck, para fans itu barbar banget sih"ucap Hanna kesal ketika melihat kopernya tergeser beberapa meter dari tempat duduk.
Aku berdiri dan berjalan mengambil koperku, kali ini kutaruh koper itu didepan ku biar tetap aman, Lelaki itu duduk di sampingku setelah memberikan fan service pada penggemarnya.
Diam-diam, aku mencuri pandang ke arahnya dan menyadari sesuatu.
Kopernya sama, ternyata model koper ini cukup pasaran. gumam Hanna memperhatikan koper laki-laki itu.
Pengumuman untuk segera boarding sudah terdengar.
"Ini udah waktunya, gue yakin lo pasti bantu gue dari atas sana Han"ucap Hanna.
Aku berdiri dan mengambil koper lalu bersiap untuk meninggalkan loby, tiba-tiba seseorang menarik tanganku.
"Permisi itu koper saya"ucap lelaki itu.
"Eh? maksudnya?"tanya Hanna.
"Yang kamu bawa itu koper saya"ucap pria itu sambil menunjuk koper yang akan dibawa oleh Hanna.
"Masa sih?"tanya Hanna lagi sembari memperhatikan koper yang ia bawa dengan seksama, Hanna merasa yakin jika ini adalah kopernya meskipun dia merasa kopernya itu terlihat sedikit berbeda.
"Ini beneran koper sa..."kata-kata Hanna berhenti ketika dia tidak melihat gantungan kunci.
Gak ada gantungan kuncinya?! ini bukan koper gue. gumam Hanna menyadari bahwa koper yang dia bilang adalah kopernya ternyata bukan miliknya.
"M-maaf saya gak sengaja beneran!"ucap Hanna menahan malu karena ia salah mengambil barang yang bukan miliknya.
"Hahaha...gue percaya kok"ucap laki-laki itu menertawai kekonyolan Hanna.
"Gak usah panik gitu, Hanna"ucapnya lagi.
"He!? kamu kenal..saya"tanya Hanna.
"Seriously ?, bisa-bisanya lo lupain gue" jawab laki-laki itu menatap Hanna.
Wajah lelaki ini emang gak asing, otakku memutar mencari informasi tentang orang ini.
Dia ini temannya Hanni ? teman SMA gue? apa teman kuliah...
"OMG!! K-kevin?!!"ucap Hanna kaget melihat teman kuliahnya bisa bertemu dengannya lagi setelah sudah lama berpisah.
Kevin
Teman kuliah Hanna.
"That's me! syukurlah lo masih ingat gue"
Bisa-bisanya aku tidak mengenali Kevin, ini pasti karena efek deg-degan makanya aku kehilangan fokus.
"Mimpi apa gue sampai bisa ketemu lo setelah sekian lama?!"ucap Kevin.
"Iya udah lama kita gak ketemu"jawab Hanna sembari tersenyum mengingat kapan terakhir kali mereka bertemu.
"Gimana kabar lo?"tanya Kevin.
"Gue baik, lo sendiri?"tanya Hanna balik.
"Seperti yang lo liat gue semakin menawan"ucap Kevin tersenyum.
"Lo masih narsis aja"ucap Hanna membalas senyuman Kevin.
"By the way,gue kangen banget sama lo"
"Gue juga k-kangen lo sama anak-anak kampus yang lain"jawab Hanna.